
Sepulang dari pemakaman Atta langsung menuju Rumah Sakit. Disana masih tampak Reza laki laki yang mencintai adiknya masih setia menunggu didepan Ruang NICU.
Langkah kaki Atta menyadarkan Reza dari kegelisahannya.Atta duduk sambil menepuk bahu Reza.
Atta menghela nafas panjang. Seakan begitu sesak dadanya saat ini. Ia tak pernah mengira ayahnya akan pergi meninggalkannya dengan cepat.Kini kakak beradik itu hanya memiliki keduanya masing masing. Setelah kepergian ibunya sejak mereka masih sangat kecil . Dan kini ayahnya pun telah pergi untuk selamanya.
" *Gimana acara pemakamannya apa sudah selesai?" tanya Reza dengan suara lirih.
Atta hanya mengangguk*. Reza menghampiri Atta yang hanya berjarak beberapa centi kemudian memeluknya.Atta menangis sesenggukan sampai tak bersuara.
Reza menepuk pundak Atta.
" Sabar.... ayah kamu sudah tenang dan berada ditempat yang nyaman. Aku yakin ayahmu pasti akan sedih jika melihat kamu rapuh seperti ini. Luna masih membutuhkanmu. Juga adik adik mu yang lain. Bisnis ayahmu pun membutuhkanmu untuk menggantikan posisi ayahmu ". Reza berusaha menghibur Atta .
Reza kembali menitikan air matanya.
*******
Selama satu minggu Luna masih dirawat di ruang NICU. Masih dalam keadaan yang sama Sementara Atta telah menyelesaikan beberapa urusan bisnis milik ayahnya. Mau tidak mau kini Atta harus
__ADS_1
terjun menangani jika terjadi suatu masalah pada bisnis ayahnya.
Atta juga sudah berkali kali ditelfon temannya untuk segera kembali ke kampus menyelesaikan tugas yang sempat tertinggal selama ia pulang.
Sementara Reza seminggu lagi juga sudah harus berangkat keluar negeri untuk melanjutkan kuliah bersama dengan orang tuanya.
******
Hari itu Atta mengunjungi Luna di Rumah Sakit. Ia berencana untuk berpamitan pada Luna karena ia harus kembali ke kampus. Karena bagaimanapun juga kini Atta harus tetap maju melangkahkan kakinya demi mewujudkan keinginan almarhum ayahnya.
Dari kaca luar masih tampak sama , Luna masih menggunakan alat bantu pernafasan dan juga beberapa alat yang lain.Air mata Atta mengalir membasahi pipinya . Atta tak kuasa melihat adik kesayangannya harus terbaring disana , yang tak tahu entah sampai kapan adik kesayangannya itu akan bangun dari tidurnya.
Dari jauh tampak Reza juga sedang menjenguk Luna. Dengan membawa sebuah buket bunga. Ya hampir setiap hari saat Reza datang , ia selalu membawa sebuah buket bunga. Meski bunga itu hanya menemani tidur Luna di sebuah pot yang terletak diatas meja samping brankar Luna.
" Aku harus segera kembali ke kampus Za. Temen ku menelfon aku harus segera balik untuk mengumpulkan tugas yang sempat tertinggal."
Sesaat Reza menatap Atta balik." Seminggu lagi aku juga akan keluar negeri Ta, Kuliahku akan segera dimulai. Papi dan mami juga sudah mengirimkan tiket untuk ku".
Keduanya saling bertatap seolah saling bertanya siapa yang akan menjaga Luna . Orang yang sama sama mereka sayangi.
__ADS_1
" Za apa aku boleh meminta tolong padamu
" Apa Ta?"
" Deminggu kedepan sebelum kamu berangkat keluar negeri tolong bantu aku memjaga adikku disini. Aku benar benar harus kembali kekampus karena bagaimanapun juga Luna pasti akan lebih sedih jika ia tahu aku tidak kuliah. Begitupun ayah akan kecewa melihatku ".
Reza mengangguk dan tersenyum berusaha menenangkan kekhawatiran Atta.
" Gak usah kamu minta pun aku tidak akan meninggalkan adikmu Ta
Tapi...aku sendiri juga bingung bagaimana aku bisa pergi jika orang yang sangat aku cintai masih terbaring tak sadarkan diri.Apa ia aku bisa fokus pada kuliah ku. Sementara fikiranku ada bersama adik kamu disini ".
Atta menepuk pundak Reza.
" Kamu tenang saja... aku yakin sebelum kamu berangkat adik ku pasti akan siuman. Karena ketulusan kamu akan mampu memberi kekuatan pada adik ku untuk bangun melihat orang yang sangat mencintainya berangkat untuk meraih mimpi dan kesuksesan ".
Keduanya kembali berpelukan saling memberi kekuatan dan dukungan satu sama lain.
◇◇◇◇◇◇◇
__ADS_1
**Terimakasih Reader lovers tetap nantikan kelanjutannya. Jangan lupa dukungannya dan klik Vote serta Like ❤ agar Author semangat menulis kelanjutan kisahnya.
Terimakasih**.........