Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Kepulangan Mirna


__ADS_3

Ke esokan harinya Mirna telah sampai di bandara kota A . Steve sengaja meluangkan waktunya spesial menjemput sang mami.


Tampak Mirna dengan kaca mata hitamnya dan serta syal terkalung dilehernya membuat Mirna tidak sulit dikenali oleh Steve diantara kerumunan penumpang.


" Hai mih... ". Sapa Steve memeluk Mirna dan mencium pipinya.


" Hai...sayang ". sahut Mirna membalas pelukan anak sulungnya.


Mirna melepas pelukannya dan memperhatikan wajah Steve. " Eh...anak ganteng mamih kok makin kurusan ya kucel lagi. Kemana perginya anak mami yang super macho n keren ". ujar Mirna memegang wajah Steve dengan kedua tangannya.


" Ayo mih....ntar keburu macet ". ujar Steve mengubah arah pembicaraan maminya.


Mirna pun berlalu mengikuti langkah anak sulungnya.Menuju parkiran. Steve mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kediamannya.


" Pagi nyonya " sapa para pembantu dan satpam Mirna sembari membungkukkan badannya.


" Pagi ". sahut mirna dengan seulas senyum tersungging dibibirnya dan memasuki rumahnya.


" Mih...mami mandi dulu gih pasti gerah rasanya kan ". ujar Steve , sementara Steve berlalu kekamarnya.


Mirna segera mandi karena benar kata anak sulungnya setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih enam jam tubuhnya terasa gerah.


******


Mirna berjalan mencari Steve dimeja makan namun tidak ada . Mirna segera menaiki tangga menuju kamar Steve dan ternyata pintunya tidak terkunci.Mirna pun menghampiri Steve yang sedang duduk disofa kamarnya dengan laptop dipangkuannya.


" Sayang kita makan dulu yuk mamih laper nih ". ucap Mirna sembari duduk ditepi sofa memegang pundak Steve.

__ADS_1


" Baik mih ". Steve mematikan laptopnya beranjak berdiri berjalan menuju ruang makan digandeng oleh maminya.


Keduanya menikmati makan paginya karena jam sarapan sudah lewat tanpa sepatah katapun hanya dentingan sendok dan garpu yang terdengar.


Seusai makan mereka duduk diruang keluarga sembari menonton TV. Steve merebahkan tubuhnya dipangkuan Mirna dan Mirna pun membelai rambut anak sulungnya itu.


" Sayang.... kalau boleh mami tahu sejak kapan kamu mulai menyukai Luna ?". tanya Mirna lembut menatap kebawah pada wajah Steve.


" Steve sendiri tidak tahu persis sejak kapan steve mulai menyukai Luna mih , yang steve tahu sejak Reza bercerita tentang hubungannya pada steve. Steve mulai penasaran hati steve mulai terasa ada sesuatu yang beda. Namun steve menganggapnya hanya kekaguman mih. Sampai suatu saat bahkan beberapa kali kami dipertemukan oleh ketidak sengajaan. Saat itu Luna belum tahu siapa Steve namun steve sudah mengetahuinya karena Reza sudah memperlihatkan foto fotonya bersama luna mih. Steve bahkan merasa cemburu melihat foto foto itu mih. Pasti terdengar lucu kan mih ". ujar Steve menjelaskan semuanya.


" Tapi sayang , adik kamu sangat mencintai gadis itu bahkan Reza meminta mami untuk meresmikan pertunangannya dalam waktu dekat ini. Mami tidak bisa membayangkan apa jadinya perasaan Reza ". ucap mirna dan terlihat sedih.


" Steve tahu mih...bahkan steve merasa bersalah pada Reza mih , tapi steve juga tidak bisa membuang perasaan steve pada Luna. Semakin steve mencoba melupakan luna hati steve makin sakit mih ". ucap steve lirih dan air matanya menetes dipelupuk matanya.


Mirna mengusap pipi steve dadanya terasa sesak mendengar curhatan anak sulungnya.


Steve perasaannya sangat lembut jadi hatinya mudah rapuh. Semenjak kecil steve lebih suka menyendiri mengurung dirinya dikamar dan belajar. Sangat berbeda dengan Reza. Reza orangnya mudah bergaul terbuka .


" Sayang mami ingin bertemu Luna mami ingin bicara dengannya empat mata , bisakah kamu mengantar mami bertemu dengannya ". tanya mirna dan Steve mengangguk .


*****


Tanpa terasa waktu berjalan dengan cepatnya obrolan dan curahan hati Steve membuat mirna terasa begitu sesak dan sedih dilema sebagai seorang ibu. Mirna tak ingin menyakiti keduanya dia ingin melakukan yang terbaik juga tanpa menyakiti perasaan luna.


Jam menunjukkan pukul 12.30 waktu setempat. Steve dan mirna bersiap menemui luna disekolahnya.


Sampai di gerbang sekolah luna Mirna turun dari mobil. Ia berjalan menuju halaman sekolah itu. Tampak beberapa guru menundukkan kepalanya tersenyum menyapa Mirna istri dari donatur sekolah sekaligus pemilik yayasan itu.

__ADS_1


Tampak luna berjalan bersama beberapa temannya keluar dari kelas. Mirna tersenyum ke arah luna namun luna merasa canggung karena tidak mengenal wanita yang barusan tersenyum padanya.


Sampailah luna tepat dihadapan mirna. Mirna menyapanya.


" Kamu Lunaya kan ". sapa mirna tersenyum pada Luna. Sementara luna kebingungan.


" Iya saya Lunaya....ehm maaf tante siapa dan bagaimana tante mengenal saya ". ucap luna penasaran.


Mirna langsung memeluk Luna ramah dan membelai rambut Luna.


" Sayang... ini mamih nak , maminya Reza ". ucap mirna sembari tersenyum .


Luna kaget tak percaya tubuhnya merasa gemetar saat melihat Mirna berdiri dihadapannya dan kini memeluknya.


Mirna melihat perubahan sikap luna yang seperti ketakutan.


" Sayang... ada apa ? tidak perlu takut seperti ini , anggap saja mami ini adalah mami kamu juga ". ujar Mirna melepaskan pelukannya dan menatap lembut luna.


" Ohya mami ingin berbicara empat mata denganmu boleh ?"


Luna pun mengangguk dan Mirna menuntunnya berjalan menuju sebuah cafe yang tak jauh dari sekolah luna. Sementara Steve menunggu didalam mobil karena ia sudah berjanji pada luna akan menjauhinya.


◇◇◇◇◇◇◇


**Kita tak akan pernah tahu takdir dan jodoh kita siapa. Orang yang membencimu bisa jadi dia adalah jodoh yang telah Tuhan siapkan untukmu begitupun sebaliknya.


Jangan lupa klik Vote dan like ❤sebanyak banyaknya ya kak. Terimakasih😙😙😙❤❤❤**

__ADS_1


__ADS_2