
Mobil Steve sudah terparkir di didepan restoran tempat ia biasa membawa istrinya kesana.Steve sengaja memesan private room agar pertemuan keluarga ini tidak terganggu.
Steve duduk disebuah kursi yang mengelilingi sebuah meja yang cukup besar.
Sambil menunggu keluarga tercintanya datang Steve menelfon sang mami .
Derrt...dert...dert... bunyi telefon Mirna berdering.Mirna dinegara F yang sedang mengunjungi butiknya segera meraih ponsel yang berada ditasnya.
" Assalamu'alaikum....hei sayang anak mami daddy nya Stevie apa kabar ". sapa Mirna dari balik telefon dengan antusiasnya.Saat mengetahui yang menelfon adalah anak sulungnya.
" Wa'alaikum salam mih....ehmmm mih aku merindukan mami aku sekalian ingin membawa Stevie dan Luna berlibur mih ". seru Steve dengan nada manjanya.
" Apa...benarkah cucu grandma mau berkunjung , kapan sayang mami sudah tidak sabar ingin melihat menantu dan cucu mami". Suara Mirna kembali terdengar antusias.
Tak berapa lama Stevie yang ada dalam gendongan Luna bersuara dari kejauhan saat melihat Steve. " Assalamu'alaikum....daddy".
Ucap Steveie yang kini turun dari gendongan Luna.Berlari menghambur memeluk Steve yang sudah berjongkok merentangkan kedua tangannya menerima pelukan hangat putri kecilnya.
Cup Cup...Stevie mengecup kedua pipi daddy nya.Dibalas hal yang sama oleh Steve lalu menggendong putri kecilnya.Luna mencium punggung tangan suaminya.Melihat penampilan sang istri yang terlihat cantik sekali hari itu membuat Steve menggoda Luna nakal. " Bundanya Stevie cantik sekali sek..si ". bisik Steve menggoda Luna saat mereka berpelukan membuat Luna bersemu merah.Melihat tingkah menjengkelkan suaminya Luna segera mencubit lengan Steve dan membuat Steve meringis kesakitan.
******
" Woi....kita masih disini bisa bisanya kalian bermesraan ". ledek Atta nyinyir menggoda pasangan ini.
Steve melepas pelukannya lalu mencium tangan ibu mertuanya." Assalamu'alaikum ibu apa kabar ". sapa Steve kepada Sari dengan sopan.
" Wa'alaikumsalam , Alhamdulillah baik nak ".
Jawab Sari dengan suara lembutnya membelai kepala Steve saat mencium tangannya.
__ADS_1
" Hai brother apa kabarnya ". kini giliran Atta berpelekukan dengan Steve Nayra.Sedangkan terhadap Nayra Steve hanya menangkupkan kedua tangannya tersenyum dan memberi salam.
Mereka semua duduk dikursi yang telah di pesan Steve.Dan tak lama kemudian pelayan datang dengan membawa beberapa menu yang telah dipesan Steve.Makan siang hari itu terlihat menyenangkan sekali jarang jarang mereka bisa berkumpul bersama seperti ini.
Beberapa menit kemudian semua telah selesai menyantap hidangan yang tersaji dengan lahapnya.Kini saatnya mereka menikmati hidangan penutup sambil kembali memulai canda tawa.
" Stevie sayang......kangen gak sama grandma". tanya Steve menatap putri kecilnya yang duduk dikursi sebelahnya.
" Stevie kangen glandma daddy.....tapi glandma jauh apa Stevie bisa ke lumah glandma ". jawab Stevieya dengan lucunya
" Daddy ada kejutan buat Stevie sama bunda besok kita berangkat kerumah grandma...kita akan menjalankan ibadah puasa pertama dirumah grandma sama uncle tampan ". ujar Steve.
" Holle...hollle oma aku mau ketemu glandma sama uncle tampan ". sorak sorai kegembiraan tergambar jelas diwajah Stevieya.Membuat semua gemas dan mencubit pipi gembulnya.
Sari juga ikut terkekeh dengan tingkah cucunya yang menggemaskan sayang saja dokter Handi tidak bisa Hadir karena ada sebuah operasi.Kalau saja beliau ikut pasti akan merasa gembira juga melihat kelucuan cucunya.
Canda tawa itu masih berlanjut saat semua menikmati hidangan penutup. Tiba tiba Luna bersuara. " Ohya bie...ada kejutan juga loh , dari kak Atta dan kak Nay ". goda Luna menaik turunkan alisnya kearah kakak dan kakak iparnya.
" Sebaiknya biar orangnya saja yang menyampaikan bie ". timpal Luna.
Atta dan Nayra tersipu malu." Ehm...Satu bulan lagi kami akan menikah ". suara itu terdengar dari mulut Atta.
" Wah....selamat ya brother , beneran enak kok nikah itu pasti kalian nanti akan nyesel setelah tahu rasanya kenapa gak dari dulu ". ujar Steve nyeletuk asal mulutnya membuat Luna menatap tajam melotot ke arahnya.
" Bie...apa an sih... ada ibu juga malu tahu ". bisik Luna yang cemberut merajuk dengan candaan suaminya.Dan Steve hanya menanggapinya santai dengan senyum nakalnya.
" Kalian ini ya...gak dirumah gak diluar masih saja sama.Lihat anak kalian jadi bingung ". celetuk Atta menyindir kembali pasangan mesra ini. " Hahahahahha ". Suara gelak tawa terdengar di ruangan itu.Sari hanya menggelengkan kepalanya.Sari merasa beruntung sekali diusianya yang mulai senja dipertemukan kembali dengan anak anaknya.
Setelah bertahun tahun ia menderita tersiksa bathinnya karena harus terpisah dengan anaknya kini ia merindukan ibunya.
__ADS_1
*****
Makan siang pun telah selesai kini mereka telah memarkirkan mobil masing masing dipinggir jalan.Semua bergilir berbaris kebelakang menuju jalan setepak menuju tempat pemakaman.Kaki Luna seakan terpatri disana kenangan akan kepergian ayahnya kembali terlintas.Dengan penuh perhatian Steve dan Atta bediri disamping Luna.
" Lun....lupakanlah , semua sudah berlalu kamu harus kuat kamu harus bisa , ayah pasti bahagia sekali melihatmu disini bersama dengan suami dan anakmu ". Suara Atta mencoba memberi kekuatan kepada Luna.
" Iya sayang kak Atta benar jangan kamu siksa kembali bathinmu seperti ini , semua sudah kehendak Allah mungkin ini yang terbaik untuk beliau ". bujuk Steve yang kini merengkuh tubuh istrinya yang mulai terisak ke dalam pelukannya.
Sari mendekati Luna dan membelai pucuk kepalanya." Sayang ayo...kita do'akan yang terbaik untuk ayah agar beliau tenang disana".
Semua orang yang ada memberi semangat kepada Luna begitu juga Luna.Stevie yang ada dalam gendongan Nayra bertanya dengan polosnya.
" Bunda dont cly....Stevie ikut sedih ". suara Stevie akhirnya mampu menenangkan Luna dengan langkah gontai Luna dipapah Steve berjalan menuju makam ayahnya.
Tampak Sari menitikan air mata dan lainnya hanya Luna yang terus saja sesenggukan.Mereka melantunkan do'a kepada Sumartono didepan Nisannya.
" Mas...aku kembali , aku sudah memaafkan semua kesalahanmu , do'akanlah untuk kebahagiaan anak dan cucu kita ". gumam hati Sari saat selesai berdo'a.
Suasana haru biru terjadi dipemakan itu.Stevie terlihat bingung melihat kearah sekeliling yang sedang menitikan air mata.
" Aunty....kenapa semua menangis dan ini tempat apa ". tanya Stevie kecil penasaran.
Nayra mencium kening Stevie. " Sayang kita semua lagi berdo'a untuk opa nya Stevie ini adalah makam opa nya Stevie.Ayahnya Bunda .Opa sudah dipanggil Allah disurga ".
Jawab Nayra menjelaskan semua kepada Stevie kecil.Membuat Stevie memgangguk seolah mengerti.Dan sesaat kemudian mereka pergi meninggalkan tempat pemakaman Sumartono.
◇◇◇◇◇◇
**Terimakasih atas kesediaan readers semua yang telah sudi membaca novel karya saya.Dengan membaca karya ini readers semua telah ikut berpartisipasi berdonasi untuk anak yatim.Semoga kebaikan readers semua dibalas Allah SWT.
__ADS_1
Jazakumullah Khairan Katsir 😍😍😍😍**