
Atta membuka pintu memanggil nama Luna.
" Lun...kakak pulang ". tak terdengar sahutan sama sekali. Atta berjalan menuju kamarnya terlihat kamar Luna tidak terkunci ia menoleh dilihatnya Steve sedang tertidur disamping Luna yang sama sama tertidur pulas.
Suara langkah kaki Atta membangunkan Steve.Steve pun mengerjapkan matanya dan melihat jam di dinding menunjukkan pukul enam petang .
" Maaf...kami tertidur ". ucap Steve beranjak bangun dan mencoba membangunkan istrinya.
" Sayang bangun... ". ucap Steve menepuk lembut pipi Luna.Perlahan Luna pun terbangun dan mengerjapkan matanya melihat kesekeliling.
" Bie kenapa tidak membangunkanku ".
Steve tersenyum " Sayang bukannya aku tidak membangunkanmu tapi tidurmu terlalu nyenyak mana tega aku membangunkanmu ".
Keduanya pun berjalan keluar setelah selesai mandi.
Tampak Atta sedang mengenakan apron memasak untuk makan malam.Luna memeluk tubuh Atta dari belakang.
" Kakak...aku kangen sekali sama kakak ". suara Luna terdengar manja.
Atta membalikkan badannya mencium kening Luna.
" Gadis jutek rupanya masih ingat kamu sama kakak mu ini ". ledek Atta menoel hidung Luna dengan tangannya yang basah.
__ADS_1
" Ya iya lah kak...Luna kangen banget tahu iya kan bie ?". wajah Luna terlihat cemberut meminta pembelaan sang suami.
Steve tersenyum menatap tingkah kakak beradik itu.
Beberapa menit kemudian makanan telah tersedia dimeja makan.
Atta sedang memasak makanan kesukaan Luna.Kini mereka bertiga menikmati makan malam yang telah disiapkan Atta.
Luna menyuapi kakaknya bahkan bermanja pada Atta seolah puluhan tahun tak bertemu.Steve terlihat kesal saat dirinya mulai diabaikan sang istri.
" Sudah sudah lihat tuh suamimu manyun gitu pasti dia cemburu sama kakak ". ledek Attta yang tengah berjalan merapikan meja makan dan menaruh piring kedapur.Luna dan Steve mencuci piring didapur.
******
" Brother...besok gua harus pergi kekota C selama dua minggu , gue harap Luna bisa tinggal disini kembali selama gua pergi ". ucap steve yang tiba tiba menghentikan canda tawa mereka.
" Tentu boleh lah kapan saja gua siap menjaga istri loe , jangan khawatir jika istrimu ini bandel gua akan menghukumnya". ucap Atta mencubit hidung Luna.
" Auw...kakak sakit tahu ". teriak Luna memegangi hidungnya yang kemerahan.
Malam pun telah tiba kini Steve dan Luna berpamitan untuk kembali pulang kerumah mereka.
Atta mengantar kepergian mereka sampai halaman apartemnnya.
__ADS_1
******
Dalam sekejap mobil Steve pun bertolak meninggalkan apartemen Atta kembali kerumahnya.
Disepanjang perjalanan Luna hanya diam menatap kedepan.Steve melirik istrinya yang biasanya bawel kini terdiam tak bersuara.
" Sayang apa yang sedang kamu fikirkan kok bengong gitu ". Steve mencubit pili Luna yang kini mulai terlihat Cubby.
" Bie...sakit tahu ". wajah Luna cemberut mencubit balik pinggang sang suami.
" *Auw...ampun sayang gak lagi deh bercandanya".
Kemudian Steve kembali fokus pada kemudinya membelah jalan kota yang mulai terlihat sepi.Hanya kerlap kerlip lampu jalanan yang menghiasi*.
Luna dan Steve langsung masuk rumah mereka saat sudah sampai.Steve merangkul pundak Luna berjalan beriringan menaiki tangga menuju kamar mereka.
Keduanya segera membersihkan diri dan berganti pakaian kemudian merebahkan tubuh masing masing keatas kasur.
" Capek juga ya bie ". ucap luna menoleh kearrah wajah Steve.Steve mendekatkan tubuhnya memeluk tubuh Luna erat.Perlahan kedua insan ini mulai terlelap dan tertidur pulas.
*****
**Hai hai ditunggu komentarnya ya jangan lupa Vote nya kakak serta like sebanyak banyaknya.
__ADS_1
Terimakasih.😗😗😗❤❤❤**