
Jam menunjukkan pukul 11.00 pertanda lima belas menit lagi istirahat. Semua murid baru tampak kelelahan dan kepanasan karena hampir setengah hari mereka dijemur.
Tampaklah Lunaya sedang berbaris dan sesekali menyeka keringat didahinya.
Terlihat kakak ketua OSIS yang sejak tadi pelatihan Ospek terus memperhatikan Lunaya dari kejauhan, berjalan mendekati Lunaya.
" Ini... " kata kakak ketua osis menyodorkan selembar tissu pada Lunaya.
Lunaya mengambilnya namun masih dengan muka datarnya tanpa senyuman.
" Siapa namamu?" tanya kakak ketua osis kembali pada Luna.
Bel kembali berbunyi waktu istirahat telah tiba.
Luna hanya mengucapkan " Terima kasih..." pada kakak ketua osisnya itu berjalan meninggalkannya tanpa memberitahukan namanya.
Kakak ketua osisnya itu putih tinggi tampan dan merupakan idola murid murid perempuan disana.Namanya Ferdiansyah Anggara Putra.
******
Ferdi masih berdiri disana diam mematung sambil tersenyum tipis, ia tak percaya bakal dicuekin oleh siswa baru itu yang tak memberitahukan namanya.
Selama ini banyak murid murid perempuan mengejar dan mengajaknya kenalan. Tapi berbeda dengan Lunaya ia tak menghiraukannya sama sekali.
" Woiii... Ferdi" teriak Tantri salah satu murid kelas dua juga teman sekelas Ferdi yang juga merupakan sahabat Ferdi sejak kecil.
" Kenapa loe senyum senyum sendiri?" tanya Tantri dengan nafas terengah karena berlari menuju kearah Ferdi.
__ADS_1
" Emang enak dicuekin? " Goda Tantri pada Ferdi.
Ferdi tersenyum sambil menggosok tengkuk belakang lehernya yang tidak gatal itu.
" Loe suka ya sama cewek itu" ledek Tantri kembali.
" Pa an sih..." jawab Ferdi tersipu sambil terus menatap kepergian Lunaya.
" Namanya Lunaya ,, dia adalah murid baru yang mendapat nilai tertinggi saat ujian kemarin"
Kata Tantri sambil mengikuti Ferdi berjalan menuju kantin sekolah itu.
Keduanya duduk disalah satu meja dan memesan bakso serta juice.
Sementara dipojok meja belakang tampaklah Lunaya yang sedang duduk menyendiri sambil mendengarkan music dari HP nya melalui head set. Tampak sedang menikmati makan siangnya.
" Gila... ini cewek cantik banget " gumam Ferdi sambil sesekali mengaduk juice yang ada didepannya.
" Kalo suka samperin aja woii... jangan cuma diliatin doank,, entar keburu disamber orang baru tahu rasa loe " Tantri terus nyerocos melihat sahabatnya melongo seperti kerbau yang dicocok hidungnya.
" Loe tahu darimana Tan ??kalau namanya Lunaya?" tanya Ferdi penasaran.
" Gue kebetulan yang nerima formulir dia pas pendaftaran... dan salah satu guru kita berkata dia adalah siswa yang memperoleh nilai tertinggi sekabupaten ujian kemarin".
Ferdi mengangguk sambil menikmati baksonya.
Ferdi masih heran kenapa waktu pendaftaran dia tidak melihat gadis itu. Apa karena ia tak sempat memperhatikannya dikarenakan sibuk mencatat nama peserta didik baru atau...
__ADS_1
Pikiran Ferdi berkeliling kemana mana berusaha mengingat ingat masa pendaftaran waktu itu.
Setelah selesai makan siang Lunaya beranjak pergi berjalan melewati meja Ferdi dan Tantri. Namun Lunaya masih tetap tak memperhatikan pandangan Ferdi yang sejak tadi terus menatapnya seolah terhipnotis oleh dirinya.
****
Lunaya berlalu pergi dan ia bertanya pada salah satu satu siswa disana.
" Numpang nanya... Musholla dimana ya?" tanya Lunaya dengan suara lembutnya namun datar.
Murid itu berdiri sambil menunjukkan Lunaya tempat Musholla dengan jari telunjuknya.
" Loe anak baru ya? "tanya Reza yang juga kakak kelasnya namun sudah kelas tiga.
Luna hanya mengangguk dan berlalu pergi menuju Musholla. Karena jam istirahat akan segera berakhir.
Sementara Reza dan kawan kawan masih asyik bergerombol menunggu jam istirahat berakhir.
" Ehhh kalian tahu nggak siapa nama murid baru barusan " tanya Reza pada kawannya.
Semua menggelengkan kepala dan mengangkat kedua bahu mereka memberi jawaban tidak tahu pada Reza.
Teettt... teettt...teet
( Jam istirahat berakhir )
*****
__ADS_1