
Mirna dan Steve telah terbang menuju ke negara F. Kali ini steve ingin meluruskan kesalah pahaman Reza. Dia tidak ingin dicap sebagai kakak tidak tahu diri bahkan egois.
Dibandara mereka berdua sengaja tidak minta dijemput mereka pulang menuju rumah dengan taksi.
Saat mereka pulang hari sudah malam jam menunjukkan pukul 19.30 waktu setempat.
Beberapa puluh menit kemudian taksi yang mereka tumpangi tiba dirumah Andrew.
Rumah terlihat sepi seperti biasanya. Hanya satpam yang terlihat diluar. Mirna dan steve turun dari taksi. Tampak satpam sedang menghampiri mereka membuka pintu gerbang.
" Malam nyonya...malam tuan muda ". sapa salah seorang satpam yang membuka gerbang sembari tersenyum membungkumkan badannya.
Mirna dan steve berjalan memasuki rumah dengan menyeret koper masing masing.Tampak pembantu menyapa mirna.
" Nyonya sudah kembali...tuan muda juga.Selamat malam nyonya tuan muda ". sapa pembantu mirna dengan senyum dan membungkukkan badan.
" Bik kok sepi Reza kemana ?". tanya mirna celingukan karena tak melihat anak bungsunya.
" *Tuan muda junior sedang dikamarnya nyonya , sepulang dari kampus langsung masuk kamarnya ". jawab pembantunya
" Owh...ya sudah makasih bik. Ohya tolong bawa koper kekamarku ya bik* ". perintah mirna.
" Baik nyonya ". pembantu itu pun pergi membawa koper mirna kekamarnya sementara steve segera menuju kamarnya untuk mandi karena telah menempuh perjalanan yang cukup jauh badannya terasa lelah dan lengket. Apalagi disana sedang musim panas sekarang.
Mirna langsung menuju kamar Reza. Tanpa mandi atau mengganti pakaian terlebih dulu.
Tok...tok...tok
( Mirna mengetuk pintu kamar Reza )
__ADS_1
Reza yang sedang sibuk mengerjakan tugas kuliahnya itu pun beranjak membukakan pintu.
" Hei sayang... anak mami yang cakep ". ujar Mirna meraih kepala reza dan mencium keningnya.
" Mamih kapan pulang ? kenapa gak ngabarin Reza ?". Mirna berjalan masuk dan duduk disofa kamar Reza begitu juga reza duduk disamping mirna.
" Gimana mami mau ngabarin kamu sayang. Handphone kamu ajah gak bisa dihubungin ". sahut mirna.
Reza terdiam sejenak karena ia lupa telah mengganti nomornya.
" Ehmmm... maaf mih handphone Reza hilang beberapa waktu lalu jadi Reza ganti nomor baru ". jawab Reza berusaha berbohong.
Mirna menatap wajah Reza lembut dan memegang pipi Reza.
" Sayang.... mau sampai kapan Reza bohongin mamih. Mamih sudah tahu semuanya sayang. Bahkan kamu juga sudah membuat gadis yang kamu cintai khawatir." ucap mirna lembut.
" Semua yang Reza lakuin ini tak sebanding dengan perngorbanan kak Steve yang telah rela mendonorkan darahnya demi menyelamatkan Reza waktu itu." imbuh Reza
" Aku mendonorkan darahku waktu itu karena aku tidak ingin kehilangan adikku satu satunya". sahut Steve yang ternyata sudah berdiri dibalik pintu kamar Reza kemudian masuk dan duduk disofa. Kini mereka nertiga duduk dalam satu kursi dan satu ruangan.
Steve berjongkok duduk didepan Reza. Menatap dalam wajah Reza. Ya saat ini wajah kakak beradik itu terlihat lebih kurus dari sebelumnya.
" Za... kakak tahu kakak salah disini orang yang tak seharusnya ada dalam hubungan kalian adalah aku. Seharusnya kalian tetap berbahagia bukan seperti sekarang.Kakak rela mundur demi kebahagiaan kalian Kakak sama sekali tidak ingin memisahkan kalian ".
ucap Steve sambil memegang tangan Reza.
Tanpa terasa mirna mulai menangis sesenggukan. Ia tidak menyangka anak anaknya begitu saling melindungi dan menyayangi bahkan sama sama rela berkorban demi satu sama lainnya.
" Za... jujur saat itu kakak memang terpuruk sehingga kakak mulai mabuk mabukan. Kakak cemburu saat melihat Luna terlihat bahagia disampingmu.Kakak iri melihat kebahagiaan kalian kakak sadar kakak egois dan telah jahat sama kamu ".
__ADS_1
Reza memeluk Steve erat keduanya sama sama menangis mereka tak perduli jika ada yang melihat mereka saat ini dan mengatakan kalau mereka pria yang cengeng.
" Kak percayalah sama keputusan Reza. Reza ikhlas ngelakuin semua ini jangan biarkan pengorbanan Reza sia sia. Kakak tidak perlu merasa bersalah ". ucap Reza melepas pelukan Steve.
*******
Di kota A Atta tampak sedang sibuk menyerahkan semua tugas sementara kepada kekasihnya Nayra. Karena ia harus bersiap berangkat menuju negara F.
" Sayang... gimana paspor sama Visanya sudah selesai ?". tanya Atta.
" Iya ini baru saja dikirim... ohya kapan kalian berangkat". tanya Nayra yang tengah duduk berdua disofa ruang tamu rumah Atta. Atta melingkarkan tangannya dipundak Nayra.
" Besok pagi. Ohya selama aku disana jangan nakal ya , inget gak boleh kecentilan ". goda Atta menoel hidung mancung Nayra.
" Ishhh. emang Nay perempuan apaan pakai bilang kecentilan segala yang ada tuh kamu yang jaga mata secara disana kan pasti banyak wanita cantik cantik". ujar Nayra melotot ke arah Atta dan mengerucutkan bibirnya. Hal itu membuat Atta makin gemas dengan Nayra. Kemudian tiba tiba Atta mencium bibir Nayra yang masih manyun itu Nayra yang tidak ada persiapan mencoba melepaskan namun Atta makin lembut melahap bibir mungil Nayra.Nayra pun pasrah tak kuasa menolaknya iapun menikmati ciuman Atta.
Luna yang tengah menuruni anak tangga hendak mengambil minum didapur itu pun kaget melihat keromantisan kakaknya. Luna tersenyum tak mengira kakaknya bisa seromantis itu pada Nayra.
" Ehem... " suara deheman Luna mengagetkan Atta dan Nayra.Nayra tersipu malu pipinya merah merona menahan malu. Keduanya tampak salah tingkah.
Luna berjalan menuju dapur tanpa berkata apa apa. Seolah tak perduli dengan kejadian yang baru dilihatnya. Secara sekarang Luna kembali menjadi gadis jutek lagi.
" Lun... bersiaplah siapkan pakaianmu untuk beberapa hari kakak akan mengajakmu menemui Reza besok. Penerbangan jam tujuh pagi ". ucap Reza menghentikan langkah Luna.
" Apa benarkah kak ". sahut luna kegirangan. Kedua sejoli itu saling menatap dan mengangkat kedua bahunya seolah heran dengan sikap luna. Baru saja ia jutek dan cuek tiba tiba berubah ceria. Atta dan Nayra menggelengkan kepalanya.Luna pun mencium pipi Atta dan Nayra secara bergantian dengan antusias.
◇◇◇◇◇◇
Jangan lupa dukungannya Vote sebanyak banyaknya ya kakak. Like serta komentarnya kami tunggu. Terimakasih 😙😙😙❤❤❤
__ADS_1