Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Pemakaman Sumartono


__ADS_3

Atta dan Reza berbincang lumayan lama sambil menunggu dokter memeriksa Luna.


" *Loe pergilah... uruslah pemakaman bokap loe. Adik loe biar gue yang urus. Jangan khawatir gue gak akan melakukan sesuatu yang melukai orang yang gue cinta".


" Loe yakin mau jaga adik gue disini*?"


Reza menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Atta. Atta bergegas berlari menuju ruang ICU.


Disana semua alat sudah dilepas. Atta menghampiri ibu tirinya. Atta memeluknya. Berusaha menenangkan.


Aida terlihat santai dengan kepergian ayahnya. Air mata sedikitpun tak tampak diraut wajahnya. Sementara Kedua adiknya Sita dan Puput juga menangis tersedu sedu.


Setelah melepaskan pelukannya pada Lika Atta memeluk kedua adiknya mereka bertiga menangis sejadinya. Suara tangisannya memenuhi seluruh ruangan ICU.


Beberapa saat kemudian Jenazah dibawa pulang kerumah duka menggunakan mobil jenazah Rumah Sakit.


******


Sementara di UGD Reza tampak panik karena kali ini Luna masih belum sadarkan diri. Dan kini jam sudah menunjukkan pukul tiga sore.


Setelah bertukar nomor handphone dengan Reza. Atta menghubungi Reza menanyakan kabar adiknya.Reza menjelaskan kalau Luna masih belum sadarkan diri.


Atta berusaha tegar karena bagaimanapun juga sekarang dia adalah kepala keluarga , menggantikan ayahnya. Atta menghubungi Seno, asisten papinya untuk mengurus pemakaman ayahnya.

__ADS_1


****


Pukul 15.30 dokter akhirnya keluar dari UGD. Beserta beberapa perawat.


" *Anda keluarga pasien?" tanya dokter pada Reza.


" Iya dok saya keluarganya".


" Begini tuan...sepertinya pasien mengalami goncangan bathin yang hebat , membuat pasien belum sadarkan diri sampai saat ini*.


Dokter menjelaskan beberapa hal pada Reza. Kini Luna harus dirawat di ruangan intensif.


Reza terasa lemas sekujur tubuhnya mendengar gadis yang dicintainya harus dirawat di Rumah Sakit ini entah sampai kapan. Tak terasa air mata Reza mengalir dipipinya. Siapa yang akan menduga bahwa cowok sedingin Reza yang tak pernah bisa didekati gadis manapun kini menitikan air mata hanya demi gadis yang telah berkali kali menolak cintanya.


*****


Atta kembali menelfon Reza menanyakan keadaan adiknya. Namun jawaban yang dia dapat tetap sama , Luna masih tak sadarkan diri.


Hal itu membuat Atta semakin kacau tapi ia berusaha menyembunyikan kesedihannya. Demi menghormati Ayahnya.


Tampak pula kerabat dari ayahnya datang menghadiri pemakaman Sumartono.


*****

__ADS_1


Jam 16.30 Jenazah dibawa ke tempat peristirahatan terakhir. Disana tampak Lika sangat rapuh. Atta tak menyangka ibu tirinya benar benar bersedih atas kepergian ayahnya.


Atta turun keliang lahat mengumandangkan adzan sebagai tanda bakti kepada ayahnya untuk terakhir kalinya. Atta sendiri yang meletakkan jenazah ayahnya ke pembaringan terakhir. Ini adalah terakhir kali Atta melihat wajah ayahnya yang tampak tersenyum dalam tidur panjqngnya.


Beberapa menit jenazah sudah dikebumikan. Kini yang tampak hanya gundukan tanah berhiaskan bunga mawar.


Para pelayat pun berangsur pergi meninggalkan pemakaman. Kini hanya tersisa Atta Lika Aida dan kedua adiknya.


Sesaat kemudian Lika dan ketiga anaknya kembali kerumah menyisakan Atta seorang di pusara Sumartono.


" Ayah.... Atta janji akan melanjutkan tanggung jawab ayah. Atta akan menyekolahkan adik adik sampai mereka sukses semuanya.


Ayah jangan khawatir aku juga akan menjaga dan merawat mama". Tutur Atta seolah sedang curhat di pusara sang ayah.


Atta beranjak pergi meninggalkan ayahnya yang kini sedang beristirahat dalam tidur panjangnya. Atta berjalan gontai menyusuri jalan setapak pemakaman. Lalu ia pulang kerumah.


◇◇◇◇◇◇


**Terimakasih banyak kepada Readers yang telah sudi mampir mengunjungi Novelku.Terimakasih pula yang sudah berkenan Like ❤. Semoga menjadi semangat untuk Author berkarya....


Tetap dukung aku yahhh 😗😗😗 Klik Vote n Like ❤ nya jangan lupa.


Thank you alls**....

__ADS_1


__ADS_2