
Dikamar hotel Steve sangat panik saat melihat istrinya sedang demam dan mengigau terus menerus.Ia mengambil air hangat dan handuk kecil untuk mengompres Luna.
Steve menghubungi bagian recepsionist untuk memintanya memanggilkan dokter.
Selama dokter masih belum datang , Steve terus mengompres Luna. Tangannya terus menggosok gosok tangan Luna.
Melihat Luna menderita seperti ini hati Steve seperti teriris. Ia tak ingin sesuatu terjadi pada Luna.
Tiga puluh menit kemudian dokter pun tiba dihotel.Dengan instruksi dari recepsionist dokterpun sampai didepan kamar Steve.
Tok tok tok...
Steve segera membuka pintu.Dilihatnya seorang wanita muda cantik yang tak lain adalah teman kuliahnya. Steve sebenarnya lulusan kedokteran ya gaess.
" Rena ". ucap Steve sedikit teriak karena kaget saat melihat teman sekelasnya dikampus dulu kini berdiri dihadapannya.
******
Sedikit cerita untuk Readers semua.
Steve dan Rena adalah teman sekelas dari jurusan Fakultas kedokteran.Rena adalah sahabat baik sekaligus teman dekat Steve.
Hampir tiga tahun Rena mengejar dan menyatakan perasaannya pada Steve namun Steve selalu menolaknya dengan alasan Steve hanya menganggap Rena sebagai sahabat dan tidak lebih.
Setelah lulus kuliah keduanya berpisah karena Steve harus mengambil S2 jurusan Management bisnis atas permintaan Andrew.
Jadi meskipun Steve lulusan fakultas kedokteran dirinya tidak terjun dalam dunia medis meskipun itu adalah mimpinya.
Steve adalah anak yang penurut karenanya ia mengubur dalam semua cita cita dan mimpinya demi memenuhi harapan sang papi.
__ADS_1
*****
Setelah kurang lebih lima tahun mereka tidak bertemu kini mereka dipertemukan kembali.
" Steve... " Rena terkejut saat melihat sosok pria yang dulu pernah ia kagumi bahkan ia kejar.
Tanpa babibu Rena langsung memeluk Steve.Rena sangat bahagia akhirnya bisa bertemu kembali dengan pria pujaannya.Steve terdiam karena dirinya juga begitu kaget saat tiba tiba Rena memeluknya.
Steve melepaskan pelukan Rena.
" Masuklah ". ucap Steve
Rena pun masuk kedalam dan terkejut saat matanya melihat seorang gadis yang tengah terbaring dikasur .
" Steve siapa dia , bukannya kamu tidak memiliki adik perempuan , atau jangan jangan dia pacarmu ". tanya Rena yang mendekat kearah Luna.
Steve berdiri ditepi ranjang dekat Luna.
Terlihat kekecewaan dalam diri Rena saat Steve mengatakan bahwa gadis didepannya adalah istrinya.
" Pantas saja kamu terlihat begitu khawatir. Beruntung sekali gadis ini mendapatkanmu , karena dia pasti akan sangat bahagia memiliki suami yang baik perhatian dan romantis seperti dirimu ". ujar Rena dengan raut wajah sendu.
Rena memeriksa keadaan Luna karena demamnya sangat tinggi.
" Dia baik baik saja hanya perlu minum obat penurun demam setelah itu ia akan sembuh". ujar Rena .
Rena menuliskan resep untuk Luna dan memberikannya pada Steve.
" Dia pasti kecapekan biarkan dia beristirahat dulu beberapa hari agar kondisinya pulih kembali".
__ADS_1
" BTW... selamat ya atas pernikahannya semoga kalian bahagia selalu ". ucap Rena menjabat tangan Steve memberi ucapan selamat. Dan Steve pun menyambutnya dan tersenyum.
" Terimakasih ". jawab Steve dengan seulas senyum tersungging dibibirnya.
" Aku harus segera pergi setelah ini jadwal jaga ku di RS ". pungkas Rena kemudian berjalan meninggalkan Steve.
Steve segera menghubungi recepsionist kembali meminta agar pelayan membelikan obat untuk Luna.
*****
Pelayan pun pergi membeli obat diapotik terdekat atas perintah Steve.
Steve masih terlihat cemas karena Luna terus mengigau nama Reza bahkan menyebut dirinya.
" Kak Reza jangan tinggalin Luna kak. Luna sangat mencintai kak Reza.Kak Steve maafin Luna tidak bisa membalas cinta kak Steve.Luna tidak bisa melayani kak Steve , Luna masih mencintai kak Reza ". ucap Luna dalam igauannya.
Mata Steve berkaca kaca saat mendengar semua igauan Luna.
" Sayang aku tahu kamu tidak mencintaiku , namun aku janji akan membawamu kembali pada cintamu yang sebenarnya.Bangunlah sayang aku akan mengantarkanmu pada Reza.Kita akan bercerai jika itu bisa membuatmu bahagia ". ucap Steve dengan gelinangan air mata disisi Luna.
Malam itu Steve terus berjaga disamping Luna bahkan tidak sekalipun dirinya tertidur karena ia begitu khawatir pada Luna.
Luna pun telah meminum obat yang telah dibelikan oleh pelayan hotel. Steve juga terus mengganti kompresan Luna.
Steve berjanji setelah Luna sembuh ia akan mengantarkan Luna pada Reza karena baginya kebahagiaan Luna adalah segala galanya baginya.
◇◇◇◇◇
**Hallo Readers semua ayo terus dukung Author agar novel ini masuk ranking dan tidak tenggelam.
__ADS_1
Jangan lupa klik Vote dan like ❤ sebanyak banyaknya agar bisa mendapat ranking.
Terimakasih 😙😙😙❤❤❤**