Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Rencana Rahasia Steve dan Mirna


__ADS_3

Mirna dan Reza telah sampai dinegara R. Mereka tinggal disebuah Villa milik keluarga Mirna.


" Sayang istirahatlah... mami juga akan beristirahat mami capek sekali " ucap Mirna sembari mengecup kening Reza.Kemudian masuk kedalam kamar.


Divilla itu hanya ada seorang pelayan wanita yang kebetulan suaminya juga adalah penjaga divilla tersebut.


" Tuan apa perlu bibi siapkan makan malam ". ucap bi Ani.


" Tidak terimakasih bi , kebetulan kami sudah makan malam saat dijalan tadi ". jawab Reza tersenyum kemudian masuk juga kekamarnya.


******


Di hotel Steve masih setia menjaga sang istri.Perasaannya saat ini sedang khawatir juga sedih. Karena ia harus melepas Luna untuk mengejar kebahagiaannya.Setelah Luna sembuh.


Pagi menjelang Luna mengerjapkan matanya. Ia melihat kelangit kamar. Dan juga sekelilingnya . Luna hendak terbangun namun ia merasa ada yang aneh dengan dahinya. Saat ia mendapati sebuah handuk kecil yang basah menempel di dahinya.


Luna tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi pada dirinya semalam.Saat matanya benar benar terbuka , dilihatnya Steve masih setia duduk disampingnya.


" Kak Steve kenapa kakak duduk disitu . Apa kakak tidak tidur , terus apa yang terjadi padaku semalam kak ". tanya Luna kebingungan.


Luna hendak bangun namun Steve mencegahnya.

__ADS_1


" Jangan sayang istirahatlah dulu , semalam kamu demam badan kamu panas sekali. Bahkan kamu terus mengigau memanggil nama Reza ". ujar Steve menghalangi Luna untuk bangun.


Luna kembali berbaring matanya berkaca kaca.


" Maafin Luna kak , Luna sudah merepotkan kakak.Pasti Luna sudah menyakiti perasaan kak Steve ". ucap Luna sedih dan air matanya menetes disudut matanya.


Steve meletakkan jarinya dibibir Luna.


" Sayang kamu sama sekali tidak merepotkan aku , kamu sekarang adalah tanggung jawabku jadi aku akan dengan senang hati dan merawatmu ". ucap Steve lembut sambil tangannya membelai rambut Luna.


Kini demam Luna sudah turun.Badannya masih sedikit lemas dan pusing.


Pagi itu Steve sengaja memesan agar sarapan pagi mereka diantar dikamar dan ia memesankan bubur untuk Luna.


" Tidurlah kembali agar kamu cepat pulih.Saat kamu pulih dan kembali sehat nanti kakak akan membawamu untuk mengantarkanmu pada Reza.Jangan memikirkan apapun kakak janji kalian pasti akan kembali ". ucap Steve menenangkan Luna.


Setelah Luna tertidur kembali Steve menuju kamar mandi kemudian Sarapan.


Dilihatnya Luna tengah terpejam dan kembali tidur.Steve segera meraih ponselnya di nakas samping ranjang.


" Hallo mih ini Steve mih ". sapa Steve setelah panggilan tersambung ke ponsel Mirna.

__ADS_1


" Iya sayang ada apa ". suara Mirna terdengar parau suara khas bangun tidur.


Steve kemudian bercerita panjang lebar tentang keadaan Luna kepada Mirna.


Mirna seketika menangis sedih saat Steve mengutarakan keinginannya yaitu mengembalikan Luna pada Reza.


" Sayang apa kamu yakin dengan keputusanmu ". tanya Mirna.


" Ya mih Steve yakin sekali.Steve juga tahu Reza masih sangat mencintai Luna ".


Kemudian Mirna pun membuat rencana untuk mempertemukan mereka kembali disuatu tempat yang telah Mirna tentukan dan Steve pun menyetujui rencana sang Mami.


Meski hatinya sangat sakit dan sedih namun Steve harus melakukannya karena ia tidak ingin membuat Luna bersedih terus menerus.


Panggilan pun berakhir dan Steve mulai mengantuk lalu ia tidur disamping Luna.


◇◇◇◇◇◇


**Hallo Readers semua mohon dukungannya agar novel ini masuk ranking dan tidak tenggelam.


Jangan lupa klik Vote dan like ❤sebanyak banyaknya agar Author makin semangat berkarya.

__ADS_1


Terimakasih 😙😙😙❤❤❤**


__ADS_2