Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Suasana Canggung kembali terjadi


__ADS_3

Beberapa detik kedua mata Reza dan Luna saling bertatap dan beradu pandang.Dada Luna kembali berdetak kencang.Luna berusaha mengontrol ritme jantungnya yang kian cepat detakannya.


Tatapan mata itu berakhir saat Steve melepas pelukan Reza.Reza kembali merasa canggung berada dalam situasi seperti ini.Sebisa mungkin Reza berusaha menghapus dan melupakan Luna dari ingatan nya namun kenyataan nya saat bertemu kembali hatinya berkata lain.


" Hei...anak mamih apa kabar nya ". suara Mirna mencairkan ketegangan dalam diri Reza.Reza mendekat kearah Mirna mencium tangan sang mami dan memeluknya.


" Sayang anak mami kamu pasti bisa " bisik Mirna ke telinga Reza yang membuat Reza menganggukkan kepalanya.


" Iya Reza tahu mih...Reza sengaja datang ingin memberi ucapan selamat kepada kak Steve mih " bisik Reza .


" Kak selamat ya...semoga kebahagiaan kalian lengkap dengan kehadiran calon baby kalian " suara Reza terdengar saat melepas pelukan Mirna dan berjalan mendekat kearah Steve dan Luna.


Seulas senyum tulus terpancar dari bibir Reza.Membuat Steve dan Luna juga membalas ramah senyuman Reza.


Setelah bersalaman dengan beberapa keluarga dan kerabat.Reza bergabung bersama Andrew dan Kyai Mahmud yang kini tampak serius mengobrol.


" Eh Za...sini nak , kenalkan ini Kyai Mahmud beliau adalah teman sekelas dan sekampus kakakmu dulu ". ujar Andrew dan langsung saja Reza berjabat tangan dengan Kyai Mahmud yang tersenyum menyapa kearahnya.


Reza tampak berusaha mengingat sosok Kyai Mahmud dulu dan benar saja Reza akhirnya mengingatnya." Maaf pih...kalau gak salah ini kak Edward kan pih ". tanya Reza penasaran.


Kyai Mahmud tersenyum kepada Reza " Iya Za aku adalah Edward yang dulu pernah beberapa kali menginap dirumah kalian ". ujar Kyai Mahmud.Keduanya pun kini makin tampak akrab.


******


Jam menunjukkan pukul sebelas malam Luna sudah merasa tubuhnya tak enak bahkan perutnya mulai terasa mual ingin muntah.

__ADS_1


" Bie...perutku mual mau muntah ". bisik Luna kepada suaminya.


" Baiklah sayang aku akan berpamitan kepada para tamu lalu kita pulang ". bisik Steve kembali.


" Assalamu'alaikum Maaf semuanya...sepertinya istri saya sudah lelah kami pamit undur diri .Dan terimakasih atas kehadiran serta do'a nya ". suara Steve kembali terdengar dan keduanya pun akhirnya menaiki mobil dan pergi meninggalkan acara.


Melihat kepergian tuan rumah semua tamu pun pamit undur diri mengingat waktu juga sepertinya sudah larut malam.


Kyai Mahmud malam itu menginap disebuah hotel yang sudah disiapkan oleh Steve khusus bersama istrinya.


Atta Nayra dan keluarga lainnya juga pamit pulang .Tak ketinggalan Haris juga berpamit kepada Andrew untuk pulang.


Kini panti asuhan itu telah sepi hanya ada Mirna Reza dan Andrew serta beberapa kru dari pihak catering yang tampak sibuk merapikan tempat tersebut.


" Selamat tuan besar sebentar lagi akan menjadi kakek ". ucap sopir sembari menatap sebentar kewajah sang majikan nya lalu fokus kembali pada kemudi.


Andrew dan Mirna tersenyum ramah "Terimakasih pak do'akan saja semoga semua sehat selalu pada saat lahiran ". imbuh Andrew.


*****


Mobil yang dikendarai Steve telah sampai digarasinya.Steve segera keluar membukakan pintu untuk Luna.Luna sedang membungkam mulutnya yang hendak muntah.Dan Steve pun menuntunnya masuk kedalam rumah.


Begitu sampai didalam rumah Luna segera berlari menuju toilet.Luna memuntahkan semua yang ada dalam perutnya sampai tak tersisa sedikitpun bahkan terakhir yang keluar dari dalam perutnya adalah cairan berwarna kuning yang terasa pahit.


Steve berdiri dibelakang Luna dan memijit tengkuknya." Sayang kamu tidak apa apa ". tanya Steve khawatir.Tanpa bersuara Luna hanya menjawab dengan gelengan kepala.

__ADS_1


Tubuh Luna serasa lemas sekali bahkan tak memiliki kekuatan untuk berdiri lebih lama.Melihat hal itu Steve segera menggendong tubuh Luna menaiki tangga menuju kamarnya.


Dengan lembut dan hati hati Steve meletakkan tubuh Luna yang tergolek lemas diatas kasur empuknya.Tak lupa Steve menaikkan selimutnya menutupi tubuh Luna.


" Sayang aku kedapur sebentar, aku buatkan teh hangat dulu agar perutmu lebih enakan ". ujar Steve yang mengusap kepala Luna.Steve sengaja melepas Jilbab Luna agar sedikit leluasa dan tidak pusing.


Dengan perhatiannya Steve membuatkan teh hangat untuk Luna tak lupa pula Steve menyiapkan vitamin untuk istrinya itu.


Sepuluh menit kemudian Steve kembali kekamar atas dengan membawa segelas teh hangat beserta roti bakar yang masih panas .


" Sayang ayo makan dulu mumpung masih hangat biar perutmu tidak kosong , kasihan dedegh nya kan kalau kelaparan ", hibur Steve mencoba merayu Luna untuk makan.


" Enggak bie aku gak mau makan ". ucap Luna masih menutup mulutnya dengan tangan kanannya .


" Ayo dong sayang dimakan gak kasihan apa sama dedegh bayinya ". suara Steve terdengar sedih dan kecewa.Steve meletakkan tangannya diperut rata Luna.


" Assalamu'alaikum anak daddy apa kabar ? jangan nakal ya didalam sini kasihan bunda nak...". ujar Steve.


Melihat suaminya yang begitu khawatir akan dirinya dan anaknya Luna pun akhirnya mau juga memakan roti bakar tersebut.Bahkan vitaminnya pun telah diminum.


Selesai makan Steve mengajak istrinya untuk menunaikan sholat Isya' lalu setelah itu mereka tertidur.


◇◇◇◇◇◇


Jangan lupa klik dan Votenya kak sertakan komentarnya juga.Terimkasiah 😍😍😍.

__ADS_1


__ADS_2