
" Assalamu'alaikum...hallo Za ini mamih " ucap Mirna dari balik telefon.
" Wa'alaikumsalam iya mih...ada apa , apa terjadi sesuatu sama Luna mih " suara Reza terdengar khawatir .
" Alhamdulillah enggak nak...mami cuma mau bilang seminggu lagi perkiraan kelahiran keponakanmu mami harap kamu bisa pulang mendampinginya."
" Baik mih Reza usahakan maaf Reza masih ada meeting sebentar lagi jadi Reza matikan dulu bye mih...emmuach Assalamu'alaikum ". Reza mengakhiri panggilan telefonnya.
Seperti biasa selepas seusai sholat Luna melantunkan ayat suci Al-Qur'an karena dengan cara ini ia bisa menghilangkan rasa kesedihannya dan mencoba mencari kekuatan untuk bertahan bersama bayinya.
" Bie...kamu dimana kenapa kamu tega ninggalin aku bie...sebentar lagi aku akan melahirkan anak kita pulanglah bie.....hiks hiks hiks " isak tangis Luna dalam lantunan Do'anya.
" Yaa Allah pertemukanlah kami kembali dengan suami hamba.Jagalah dia dimanapun ia berada untukku dan untuk anak yang ada didalam rahimku.Jika dia sedang tersesat tunjukkanlah jalan yang benar jalan yang Engkau Ridhai.Sehatkanlah dia selalu jaga hatinya untukku dan anak kami.Izinkanlah dia kembali disisiku saat kelahiran anak kami nanti " itulah sekilas guratan hati Luna yang selalu ia lantunkan dalam tiap do'anya semenjak kepergian Steve.
Mirna yang sedari tadi berdiri didepan pintu menghambur memeluk tubuh Luna yang masih bersimpuh diatas sajadah.Mirna tak kuasa lagi menyembunyikan kesedihannya.Kedua wanita ini sama sama menangis dan berpelukan bersama meluapkan kesedihan yang tertahan.
Karena hari kelahiran Luna semakin dekat maka Mirna dan Andrew memutuskan menemani Luna.Dan tinggal dirumah Luna.
******
__ADS_1
" Auw...sakit sakit sekali bayangan itu kenapa datang lagi auw..." teriak Steve memegangi kepalanya dan berjalan sempoyongan.
" Nak kamu kenapa...apa kepalamu sakit lagi".
tanya seorang wanita paruh baya yang seumuran dengan Mirna.Berparas cantik dan sederhana dengan balutan Syar'i menghampiri Steve.Steve mengangguk.
Flashback off....
Saat sebuah tronton menghantam mobilnya, masih dalam kesadarannya.Steve berusaha keluar meloncat dari dalam mobil.Hingga tubuhnya berhari hari terombang ambing dibawa ombak dan membuatnya terdampar disebuah tepi laut.
Tubuh Steve hampir membiru tergeletak diatas pasir basah tepi laut.Sari yang sedang berjalan menyusuri tepi laut menikmati indahnya sunset yang sedang terbit.Tiba tiba langkahnya terhenti saat matanya melihat sesosok tubuh yang tergeletak.
Sari segera berteriak minta tolong kepada warga sekitar namun tidak ada yang mendengar teriakannya.Hingga akhirnya Sari memberanikan diri membawa tubuh itu kesebuah rumah sakit terdekat bersama suaminya.Rencana berlibur Sari akhirnya gagal dan ia segera chekout dari hotel bersama suaminya.
Dirumah sakit milik suaminya Sari dan Handi membawa Steve keruangan UGD.Disana Steve dirawat dengan perawatan intensif bahkan Steve sempat dinyatakan koma dan meninggal namun entah apa yang terjadi seolah hembusan do'a yang menembus langit yang mampu membuat Steve terbangun dari komanya.Benar benar sebuah Mu'jizat.
" Aku dimana... dan , siapa kalian " suara pertama Steve saat baru tersadar dari komanya.
Sari tersenyum dan mendekat ke brankar Steve. " Nak...kami menemukanmu ditepi laut dan kamu sudah seminggu koma Alhamdulillah akhirnya hari ini kamu sadar " ujar Sari dengan suara lembutnya bak seorang ibu berbicara kepada anaknya.
__ADS_1
" Namamu siapa " imbuh Sari
" Nama "... seru Steve berusaha mengingat namanya dan siapa dirinya namun gagal.Kepalanya terasa sakit saat berusaha mengingat siapa dirinya.Lama ia mencoba mengingat akhirnya sosok wanita berjilbab yang tampak samar dalam bayangan gelap bahkan buram terlintas di otaknya yang sedang memanggilnya " Kak Steve " .... Hubbie.
Dokter Handi segera memeriksa keadaan Steve bahkan melakukan CT SCAN dan hasilnya terdapat gumpalan darah dalam otak Steve akibat benturan keras karenanya Steve mengalami Amnesia Anterograde.
" Dimana saya apa yang terjadi dengan saya dokter dan... dimana istri saya " ujar Steve dengan pertanyaan yang bertubi tubi kepada dokter Handi.
" Nama saya Steve " suara Steve terdengar lirih saat menyebut namanya." Istri saya bernama Lunaya " imbuh Steve kembali.
Dokter Handi menatap kedua bola mata Steve yang sedang berbaring disamping Sari.
" Nak Steve dimana rumah anda apa anda mengingatnya " Steve menggelengkan kepalanya.
Yang diingat Steve hanyalah namanya dan nama istrinya saja namun selebihnya ia tak mengingatnya lagi.Bahkan wajah Luna hanya
samar dan buram yang diingat.
Mengingat hal yang menimpa Steve akhirnya pasangan ini memutuskan untuk merawat Steve.Seperti anaknya sendiri karena memang Steve mengingatkan akan anak Handi yang mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu dan meninggal.Jadi mereka kehilangan anak mereka satu satunya saat masih SMP.
__ADS_1
◇◇◇◇◇◇
Ayo terus kasih Rate like n vote yang banyak ya agar Author makin semangat nulisnya.Terimakasih....😍😍😍