Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Mandi Bersama Pertama kali


__ADS_3

Steve merebahkan tubuh Luna diranjang dengan pelan.


" Terimakasih kak ". ucap Luna.


" Iya sayang ". jawab Steve.


Luna hendak kekamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.Tiba tiba Steve membantunya melepas pernak pernik yang ada dirambutnya.Jantung Luna makin berdetak kencang ditambah saat Steve menaruh kapas yang berisikan cairan pembersih make up ke wajah Luna. Wajah Luna sontak memerah saat itu.


" Biar Luna sendiri saja kak , Luna bisa kok ".


" Bukankah kakimu sedang sakit , biar kakak yang bantu kamu membersihkan diri. Bagaimana pun juga tugasku adalah merawat dan menjagamu sekarang ".


" Ya... Tuhan senjata makan tuan nih ". gumam hati Luna.


Ya Luna tadi hanya berpura pura namun tak disangka suaminya malah merespon dengan keromantisan.


" Bagaimana aku bisa menjauh dari kak steve , kalau kak Steve selalu memperlakukanku lembut dan mesra seperti ini. Bisa bisa aku jatuh cinta nanti". gumam Luna kembali kebingungan dengan perasaan serta kelembutan yang diberikan Steve.


Seusai membersihkan makeup istrinya Steve pun menggendong tubuh Luna kekamar mandi.


" Kak lepasin Luna bisa sendiri kok ". rengek Luna.


Namun usaha Luna gagal Steve tak menghiraukannya ia terus menggendong Luna kekamar mandi.


Sesampainya dikamar mandi Steve mendudukkan tubuh Luna ke dalam bath up.Luna makin merinding dan ketakutan ia berusaha berfikir menghentikan tingkah konyol suaminya itu.


Steve hendak membantu Luna melepas pakaiannya yang terlihat ribet itu.Tiba tiba Luna menghentikannya.

__ADS_1


" Jangan kak biar Luna sendiri yang melepasnya kakak keluar saja ". ucap Luna berusaha menutupi dadanya dengan kedua tangannya.


" Sudah jangan bawel , bukankah kakimu sakit bagaimana kamu bisa berdiri melepas pakaianmu .Lagian kita kan sudah menikah sayang.Aku janji gak bakal macem macem ". ujar Steve yang bersikeras membantu istrinya membuka pakaiannya.


Wajah Luna amat sangat merah menahan malu keringat dingin bercucuran disekujur tubuhnya.Jantungnya terus berdegup kencang.


" Ya Tuhan bantu aku selamatkan aku ". gumam Luna.


Perlahan Steve mulai membuka resleting belakang Luna.Terlihat punggung mulus sang istri. Seketika darah Steve berdesir gejolak kelelakiannnya bangkit. Namun ia berusaha menahannya dan menelan salivanya sendiri.


Setiap inchi tubuh Luna kini telah ia Lihat.Baju pengantin yang membalut tubuh Luna itupun telah tergeletak dilantai kamar mandi.


"Deg deg deg " bunyi jantung keduanya saat mata mereka kini saling beradu Luna masih berusaha menutupi tubuh depannya dengan kedua tangannya yang kini hanya tersisa bra dan celana dalam saja.


Steve tak bisa menahan gejolaknya saat ini ia pun dengan tanpa sadar mencium lembut bibir mungil Luna.Ciuman itu begitu dalam Steve semakin mengeskplore lidahnya saat ia menyadari Luna pun tak menolak ciumannya.


Entah setan apa yang merasuki keduanya hingga usaha Luna untuk menghindari suaminya itu pun sia sia.Ia bahkan tampak menikmati setiap kelembutan yang Steve berikan.


Hampir lima belas menit ciuman mesra itu berlangsung Luna mendorong tubuh Steve karena ia sudah kehabisan nafas.


Sadar akan kelakuannya yang sudah kelewatan itu Steve pun meminta maaf pada Luna.


" Maaf sayang aku khilaf ".


Steve beranjak berdiri dan membiarkan Luna mandi. Namun Luna merasa bersalah melihat wajah suaminya kini berubah kecewa.Saat selangkah Steve melangkah tangannya ditarik Luna dan kini ia pun duduk kembali tepat didepan istrinya.


" Kakak juga mau mandikan ".

__ADS_1


Steve mengangguk pelan dan wajahnya tertunduk. Luna mengangkat wajah Steve dengan kedua tangannya.


" Kakak mandilah juga toh kita sudah terlanjur basah begini ".


Mulut Luna bisa berkata demikian namun hatinya sakit sekali. Ia melakukan semua ini atas nasehat kakaknya bahwa ia kini sudah sah menjadi istri Steve apapun yang diminta suaminya atas tubuhnya ia tidak boleh menolak mau tidak mau ia harus melayani suaminya karena itu merupakan tanggung jawabnya sebagai seorang istri ditambah dirinya juga sangat memahami soal agama.


Akhirnya kedua pasangan pengantin baru itupun melakukan ritual mandi bersama pertama kalinya.


" Ingat hanya mandi bersama ya bukan Ena ena ๐Ÿ˜€ ".


Steve menggosok lembut tubuh istrinya ia memandikannya bak anak kecil.Setelah selesai memandikan Luna ia pun segera mandi.


Kurang lebih tiga puluh menit mereka mandi.Steve membantu Luna mengenakan bra dan CD. Serta piyamanya. Setelah keduanya selesai Steve menggendong kembali tubuh Luna dan membaringkannya dikasur.


Steve mengambil handuk kecil mengeringkan rambut istrinya. Ya malam itu Steve benar benar memperlakukan Luna bak permaisuri dengan sangat lembut dan hati hati.


Selesai mengeringkan rambut Luna Steve pun mengambil makanan yang sudah tersedia dikamarnya. Ia menyuapi Luna dan itu juga makan sepiring berdua mereka untuk kedua kalinya setelah acara makan siang tadi.


Selesai makan Steve mengecup kening Luna.


" Selamat malam sayang ".


Kini keduanya tertidur lelap masih dengan guling sebagai pembatasnya.


**Ayo gaess dukung Author agar semangat menulis karyanya. Dengan cara klik Vote dan like โค sebanyak banyaknya.Agar Novel ini memperoleh ranking.Sertakan koment positifnya agar bisa menambah ide bagi Author.


Terimakasih ๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™๐Ÿ˜™โคโคโค**

__ADS_1


__ADS_2