
Sesampainya dirumah Reza dibantu oleh Satpam memapah tubuh Steve masuk kedalam kamarnya.
" Terimakasih pak..." ujar Reza pada satpamnya. Satpam pun mengangguk dan pergi meninggalkan kamar Steve.
Reza membuka sepatu Steve dan jasnya serta menggantikan pakaian Steve yang suddah penuh dengan bau alkohol.
Reza menyelimuti tubuh kakaknya. Ia duduk ditepi ranjang Steve.Air matanya masih terus mengalir. Ia masih tak percaya dengan semua yang tadi ia dengar di bar.
Reza merutuki dirinya sendiri " Betapa bodohnya aku hiks hiks hiks ". suara isak tangis Reza dikamar Steve. Sementara Steve sudah terlelap efek dari mabuknya.
Tanpa terasa setelah lelah meratapi dirinya dan kakaknya Reza pun terlelap disamping tubuh Steve.
*******
Keesokan paginya
Reza terbangun lebih dulu saat telinganya mendengar suara adzan ia segera bangun untuk mandi dan berwudlu menunaikan sholat subuh. Sementara Steve masih tertidur pulas.
Seusai sholat subuh Reza mengambil handphonenya ia mencoba mencari nomer Atta.
Reza kembali ke kamarnya dan menekan nomer Atta.
Dert.... dert.... dert....
Tak butuh waktu lama Atta pun menerima panggilan Reza. Atta fikir Reza menghubungi dirinya untuk berpamitan.
" Assalamu'alaikum...ya Za ada apa?".
Kali ini suara Reza terdengar serius. Rrza yang biasanya memakai bahasa gaul saat berbicara dengan Atta namun kali ini berbeda.
" Kak... apa kak Atta bisa menemuiku di bandara nanti jam tujuh ?" ucap Reza terdengar sangat serius.
__ADS_1
Atta menyatukan kedua alisnya " Iya bisa Za aku usahakan...eh bro ada apa tumben mendadak formal gitu ke gua ". tanya Atta penasaran. Namun Reza hanya diam tak membalasnya. karena ponselnya langsung ditutup.
******
Atta segera mandi diruang kamar rawat Luna kebetulan semalam ia sudah membawa perlengkapan kerjanya.
Luna pun sudah bangun dari tidurnya. Saat melihat kakaknya sudah rapi ia pun bertanya.
" *Kak Atta kok tumben pagi bener ini masih jam berapa kak , apa kakak mau ke kantor sepagi ini?".
" Iya Lun kakak ada urusan sebentar sebelum ke kantor takut terlambat jadi kakak harus berangkat sekarang* ". ucap Atta sembari memasang dasinya.
" Kak hari ini Luna kan sudah boleh pulang terus kapan kakak balik kesini ngurus kepulangan Luna ".
" Iya selesai urusan kakak... kakak akan balik kesini lagi urus administrasinya. Ohya nanti yang akan menemani kamu mama sama Aida. Jangan bawel jadi anak penurut hemm?" ucap Atta sembari mengacak rambut atas Luna. Sedangkan Luna bibirnya terlihat mengerucut kesal. Karena Luna masih belum terbiasa dengan Lika .
" Kakak berangkat ya.....jangan lupa sarapannya sama obatnya".
Sementara Luna mengambil ponselnya menghubunhi Reza.
" Hallo Assalamu'alaikum kak Reza". sapa Luna dibalik telfonnya.
" *Wa'alaikum salam... eh cinta udah bangun. Gimana pagi ini keadaannya ?".
" Nggak baik kak*...". jawab luna jutek terdengar datar.
Reza pura pura mesra tak terjadi apa apa pada dirinya.
" *Eh...apa yang terjadi sayang kenapa gak baik bukannya semalam sudah lebih baikan ?".
" Luna kesel ajah sendirian disini , kak Atta udah pergi."
__ADS_1
: Owh... jadi gitu...eh udahan sayang kakak mau bersiap siap sopir udah nungguin kakak nanti kakak telfon lagi. Emmuach π bye...Cinta sayang ".
Reza pun segera mematikan ponselnya. Dadanya bergejolak antara kebimbangan harus memilih sang kakak atau kekasihnya.
Reza segera kekamar mandi dan tak lama kemudian ia telah siap diruang ganti.
Reza menarik kopernya berjalan menuju arah kamar Steve. Dilihatnya sang kakak masih tertidur pulas. Ia sengaja tak membangunkan kakaknya dan hanya meninggalkan secarik kertas berisikan pesan pada kakaknya.
******
Reza berjalan menuju meja makan ia segera menyantap sarapan yang sudah pelayan siap kan.
" Tuan muda... apa tidak sebaiknya tuan menunggu tuan Steve bangun dulu. Tuan Steve kelihatannya kurang baik kondisinya akhir akhir ini tuan bahkan beliau jarang sekali makan. Selama tuan tidak pulang tuan lebih sering menghabiskan waktunya diruangan sebelah dan minum minum hingga mabuk tuan ." ujar pelayan setengah baya itu.
" Maksud bibi kak Steve sering mabuk mabukan sejak kapan???" tanya Reza makin penasaran.
" Maaf tuan sejak kapan bibi tidak tahu yang bibi tahu sudah beberapa hari ini semenjak tuan datang dan menginap dirumah sakit ".
Reza terdiam berusaha mencerna perkataan pembantunya.Sambil menghabiskan sarapannya.
Reza menemui pembantunya seusai sarapan.
" Bi ...... jika ada apa apa segera hubungi nomer saya ya...ini silahkan bibi simpan. Ohya saya harus berangkat nanti kalau kak Steve tanya bibi bilang saja saya sudah berangkat sama supir."
Reza meninggalkan pembantunya di dapur ia berjalan menuju garasi disana supir sedang menunggunya.
" Silahkan tuan ". ucap Supir sembari membukakan pintu mobil untuk majikan mudanya.
Reza segera masuk duduk disamping supir pribadi keluarga Irawan.
ββββββ
__ADS_1
Jangan lupa terus dukung Author klik Vote dan like β€ ya kakak. Terimakasih πππβ€β€β€