Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Kedekatan Reza dengan Luna


__ADS_3

Pagi itu suasana ruang makan tampak hening seperti biasanya. Lika yang sedari acara pesta semalam kesal dengan Luna , pagi ini pun masih sama . Bak tatapan elang ingin mencabik cabik mangsanya. Begitupun dengan Aida yang terlihat tampak kesal diujung seberang meja makan.


Keduanya sama sama tak habis pikir bagaimana gadis jutek itu bisa berubah menjadi cinderella dalam sekejap.


Ya... Lika dan Aida tak tahu bahwa Atta lah yang telah membelikan gaun untuk adik kesayangannya itu.


Tanpa menghiraukan tatapan tajam Lika dan Aida,, Luna pamit berangkat kesekolah.


" Ayah pamit dulu" Luna mencium pipi ayah dan tangannya. Disusul lagi mencium tangan Lika.


" Assalamu' alaikum..." Luna berlalu pergi menuju garasi untuk menaiki motornya.


Ketiga kakak beradik itupun juga berpamitan pergi pada Lika karena hari ini mereka diantar oleh Sumarto karena sopir mobil jemputan langgananya libur hari ini.


" Ma....kami berangkat dulu" Kata Sumarto sambil mengenakan jasnya. Lalu ketiga anaknya pun berpamitan pada Lika. Sesaat mereka telah meninggalkan rumah berangkat bersama Sumarto.


******


Luna terlihat tengah memarkirkan motornya di area parkir sekolah. Disusul Ferdi yang telah menunggunya dari tadi.


" Kemarin kenapa gak masuk Lun"? tanya Ferdi sambil terus berjalan disamping Luna.


Luna menoleh ke Ferdi " Maaf kak aku ada acara kemarin dadakan".


Lalu Luna memasuki kelas meninggalkan Ferdi.Sementara dari kejauhan Reza terlihat sangat kesal melihat keakraban Luna dengan Ferdi.


Reza mengepalkan tangannya dan menonjokkannya pada dinding. " a....auwww".


rintih Reza meniup niup tangannya menahan sakit."Sialan....kenapa aku jadi kesal begini ya melihat gadis jutek itu jalan dengan cowok lain". gumam Reza menahan kesal.


Teett...teettt...teeetttt.....


( bel masuk berbunyi )


Semua murid baru berkumpul di halaman sekolah. Agenda hari ini adalah menyanyikan lagu kesukaan masing masing. Sedangkan ditengah halaman sudah tersedia alat instrumen yang bisa mereka gunakan untuk membantu penampilan saat bernyanyi.


Seperti biasa Luna selalu duduk dibarisan paling belakang. Dan posisinya itu terlihat jelas dari kelas Reza.


Membuat Reza terus menatap gadis jutek itu.

__ADS_1


" Serius amat brooo...." sapa seseorang mengagetkan Reza.


" Issss.....mau tahu aja loe " Reza berusaha mnegeles dan menghindarkan pandangannya yang dari tadi tertuju pada Luna.


" Kalau suka samperin aja brooo.... ntar keduluan jadian sama cowok lain, tahu rasa loe". ledek temannya sambil menyenggol dada Reza dengan usil.


" Hahahahahaha"


Semua teman Reza tertawa bersamaan,, menertawakan tingkah temannya yang lucu itu.


Reza yang begitu dingin dan cuek,, kini berubah mau memperhatikan seseorang. Itu pun pada seorang cewek murid baru pula.


*****


Istirahat siang pun tiba...Luna bergegas menuju kantin. Namun langkahnya terhenti karena ucapan seseorang.


" Luna..." panggil Reza mendekat ke arah Luna.


Luna menoleh " Reza...mau ngapain kesini cowok menyebalkan itu" gumam Luna.


" Gimana udah gak nangis lagi? udah gak sedih lagi?" ledek Reza yang kini telah berada didepan Luna sok akrab.


Luna tertunduk malu mengingat kebodohannya semalem yang mengira bahwa laki laki yang menghampirinya tadi malam adalah ayahnya.


" Gak papa kok.....BTW..... itu beneran adegh loe yang Ulang tahun bareng loe semalem" tanya Reza penasaran.


Luna kembali hanya mengangguk dengan ekspresi datar dan sedikit terlihat kesedihan diwajahnya saat Reza bertanya tentang Aida.


" Mau ke kantin kan?" bareng yuk". Reza menarik tangan Luna yang terlihat sok akrab.


Semua mata yang melihat kejadian langka itu kaget dan tak sedikit mereka berseru dan bersiul.


Reza tak menghiraukannya. Ia terus menggandeng tangan Luna dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya ia masukkan kedalam saku celana.Anehnya Luna pun hanya diam pasrah mengikuti langkah Reza tanpa perlawanan. Ini sama sekali bukanlah Luna si gadis jutek.


Keduanya memasuki kantin. Kali ini Reza mengikuti Luna duduk di meja paling sudut dipojok.


" Pesan apa?" tanya Reza menatap Luna lembut.


" Terserah kakak aja". balas Luna sambil mengutak atik handphonenya agar Reza tak terus menatapnya." Heran...ni cowok salah makan atau salah minum obat ya" Gumam Luna tak habis pikir dengan tingkah Reza.

__ADS_1


Reza makin salah tingkah ia tersenyum sendiri melihat tingkahnya yang entah kenapa sulit dikendalikan.Reza menggosok tengkuk belakangnya yang tak gatal dengan tersenyum." Gila...gue kali ya...kenapa gue jalan bareng cewek ini...mana semua pada nglihat lagi". rancau bathin Reza.


Sesaat apa yang mereka pesan datang.


" Mas Reza kok tumben tumbenan makan bareng cewek. Mana teman temannya mas?" tanya pak Kurdi pemilik kantin sambil menaruh pesanan dimeja mereka.


" *oh...anu..anu..pak. Gak sengaja aja kita bareng kekantinnya". jawab Reza celingukan sambil tersenyum.


" Monggo mas... mbak..." Kurdi mempersilahkan mereka berdua menyantap hidangannya*.


Mereka berdua menikmati makan siangnya.


" Boleh gak aku minta nomor HP kamu?" tanya Reza menatap Luna sambil mengesap Juice didepannya.


Luna kembali hanya mengangguk. Ia menyodorkan HP nya pada Reza. Disana Reza menatap wallpaper pada handphone milik Luna. Tampak foto Luna yang semalam. Reza tersenyum melihatnya. Andai sipemilik Hp tidak melihatnya pastilah sudah Ia curi foto itu.batin Reza.


" Makasih". Reza tersenyum lalu mengembalikan hp Luna.


" BTW... wallpapernya cantik ". Reza mengerlingkan mata kanannya menggoda Luna.


" Paan sih ". balas Luna terlihat sewot meraih Hp nya.


" Gak sopan tahu " semprot luna melotot ke arah Reza.


Reza malah tersenyum. " makin gemes ajah nih cewek kalau marah ". Reza menghela nafass.


Keduanya kembali menikmati makan siangnya.


" Kak aku duluan ya mau ke musholla" pamit Luna sambil menyeruput juice miliknya,,


dibibirnya ada bekas busa juice yang tertinggal.


Luna hendak pergi lalu Reza menghentikannya. " bentar ".


Reza berdiri menatap Luna dan memegang dagu Luna lalu mengelap bekas busa juice dengan ibu jarinya.


" Anak gadis kok belepotan kayak gini sih . Entar cantiknya ilang."


Luna seketika memerah pipinya menahan malu. Lalu ia berlalu pergi berlari menuju musholla. Sambil memegang sudut bibirnya. Luna pun tersenyum mengembang menggelengkan kepalanya. " Gila tuh cowok ".

__ADS_1


******


Hallo readers tetap pantengin Novelku ya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ jangan lupa klik โค dan votenya ya gaesss....


__ADS_2