
Steve bergegas meninggalkan Haris dan Lika. Matanya berkeliaran kemana mana setelah mengetahui Atta ada disini. " Pasti dia ada disini dimana dia " gumam Steve matanya masih berkeliaran mencari Luna.
Tiba tiba " Brukkk ". karena pandangannya sibuk mencari Luna sampai sampai tanpa sadar ia berjalan mundur dan menabrak seseorang.
Minuman Luna tumpah mengenai bajunya dan jas belakang Steve. Steve segera membalikkan badannya untuk meminta maaf.
Namun tiba tiba .
" Hah...kamu lagi. Ngapain kamu disini kami tidak mengundangmu". tanya Luna dengan tatapan melotot terkejut pada Steve.
Sementara Steve malah tersenyum lebar dan cengengesan mengetahui Luna yang lagi lagi ditabraknya.Beda dengan Luna tatapannya sangat tajam tampak kesal dan geram.
" Heh...kenapa sih setiap ketemu loe hidup gua selalu sial ". ucap Luna sambil membersihkan bajunya dengan tissue dan mengomel.
" Rupanya kita berjodoh ya lagi lagi Tuhan mempertemukan kita ". ujar Steve cengengesan tersenyum bahagia.
" Jangan bawa bawa nama Tuhan...kenapa sih harus gua ...noh disanakan banyak tuh cewek cantik nan seksi kenapa harus selalu nabrak gua sih ". semprot Luna dengan mulut pedasnya.
" Nona... gua juga gak tahu ya kenapa tubuh ini seperti menemukan medan magnetnya jika bertemu denganmu ".
Mendengar ucapan Steve mata Luna kembali melotot seakan bola matanya mau keluar.
__ADS_1
" Dasar cowok gila loe ... sinting ". ucap Luna berdecih berlalu meninggalkan steve .Sementara Steve tetap mengekori Luna.
" Nona kalau benci jangan kelewatan ntar mendadak cinta loh ". ledek Steve.
Luna makin kesal dengan ucapan steve apalagi steve terus membuntutinya. " Stop..." Siapa suruh loe ngikutin gua terus. Dideket loe hidup gua sial tujuh turunan tau ". Luna kembali meneriaki steve dengan mulut pedasnya.Sambil menunjuk dada steve dengan jari telunjuknya. " Stop...jangan ikutin gua lagi. Berani maju selangkah sepatu gua melayang dijidat loe ". Luna bergegas pergi namun Steve terus mengekori luna.
Luna terlihat makin geram mengetahui dibelakangnya masih diikuti.Luna mendadak berbalik sehingga steve langkahnya mendadak terhenti dan lagi lagi keduanya bertabrakan kali ini jidat keduanya saling beradu. Luna meringis kesakitan memegang dahinya.Begitu juga steve.
" Huuuuffttt.... "gerutu Luna mengeratkan giginya nampak kesal tingkat dewa.
" Maaf...gua tidak sengaja ". ujar Steve
" Maaf maaf selalu sok gak berdosa loe ya. Gua bilang stop ya stop...bisa nyerna omongan orang gak sih loe?"
" Nona gua kan udah bilang..kalau tubuh gua ini gak tahu kenapa seperti ketarik magnet setiap ada disekitar loe". ujar steve menggoda luna.
" Heh pria tua jangan sok imut...trik loe gak bakal ngaruh sama sekali ke gua . Gua udah punya pacar dan nih lihat cincin gua jadi loe jauh jauh dari gua atau kalau gak gua laporin ke polisi ". ancam Luna sembari memperlihatkan cincin yang melingkar dijari manisnya.
Steve tetap tersenyum. " Nona orang nikah aja bisa cerai apalagi baru dilamar doank...belum tentu berjodoh kan?. Gak perlu lapor ke polisi lapornya ke KUA ajah gua mau kok sekarang juga boleh hehehehe". imbuh steve kembali menggoda Luna.
" *Orang sinting dengar ya ini rumah gua jadi jangan macem macem ".
__ADS_1
" Gua tuh gak mau macem macem mau gua itu cuma satu macem . Kenalan sama loe n maafin gua simple kok* ".
" Oke gua udah maafin loe.Puas??? jadi gua harap stop jangan ganggu gua lagi". Luna hendak berbalik meninggalkan steve namun tiba tiba tangannya ditarik steve karena tepat dihadapan Luna nampak pelayan sedang membawa nampan berisi minuman. Jika Luna tidak cepat ditarik maka ia akan menabrak pelayan. Luna terdiam saat pelayan lewat. Keduanya kini lebih dekat beradu pandang karena saat Steve menarik tangan luna membuat Luna terjerembab dalam dekapan Steve. Terdengar desah nafas masing masing dan suara detak jantung keduanya seakan saling berkomunikasi.
" Maaf ". bisik Steve ditelinga Luna membuat Luna menelan salivanya.
Luna kemudian melepaskan dekapan steve dan berlalu menuju halaman luar duduk disudut taman yang nampak teduh di siang hari itu.
******
Steve pun kembali menemui Atta hendak berpamitan. Karena jam 2 siang ia ada meeting dengan klien yang diutus papinya.
" Hai broo...maaf gua gak bisa lama lama disini udah siang nih bentar lagi ada meeting dengan clien. " ujar Steve menepuk bahu Atta dan bersalaman.
" Oh iya silahkan...terimakasih ya atas kehadirannya. Makasih kadonya dan makasih udah barengin adek gua ". Ledek Atta.
Steve berjalan meninggalkan acara menuju mobilnya. Namun pandangannya terhenti pada Luna yang sedang duduk ditaman. Sebelum ia masuk kedalam mobilnya ia melambaikan tangan pada Luna dan mengdipkan matanya seraya memyunggingkan senyum. Namun Luna hanya melihatnya tak membalasnya. Steve pun memakai kaca mata hitamnya membuka mobil . Kemudian melaju meninggalkan rumah Lika.
◇◇◇◇◇◇
**Hallo Readera setiaku terimakasih banyak atas dukungannya . Jangan lupa klik " Vote ' nya ya agar Author makin semangat nulisnya. Tak lupa pula sudilah meninggalkan jejak komen yang membangun agar bisa menjadi inspirasi. Klik like ❤ sebanyak banyaknya.
__ADS_1
Terimakasih 😙😙😙❤❤❤**