
Setelah meninggalkan sekolah sepuluh menit kemudian Luna tiba dirumah.Ia segera masuk kekamar setelah menyapa kedua adiknya Sita dan Puput.
" Ehhh... sudah pulang kalian" Luna menjulurkan tangannya kemudian keduanya mecium punggung tangan Luna.
" Iya kak." Jawab Sita dan Puput bersamaan.
Lalu keduanya kembali menonton TV.
Luna menuju kamarnya.Ia rebahkan tubuhnya dikasur dengan meregangkan kedua tangannya karena terasa lelah hari ini dan juga begitu panas.
Setelah puas rebahan Luna bergegas ke kamar mandi karena badannya terasa gerah.Lalu menunaikan sholat dzuhur.
Seusai melaksanakan sholat Luna terlihat begitu bosan.Meski ia tak mudah bergaul dengan teman temannya. Tetap saja ada perasaan kangen pada sahabatnya Delya
Ariyawan dan lainnya.
Delya dan lainnya bersekolah disekolah Vafourite yang ada dikota itu.Jadi ia jarang mendapat kabar dari Delya.Sahabat yang selama ini sering mentraktirnya dan juga sekaligus teman curhat.
Puas termenung Luna akhirnya terlelap dan tertidur.
Sore seusai adzan ashar terdengar suara ketukan pintu.Dari luar kamar Luna.
Tok tok tok...
__ADS_1
" Luna kakak pulang..." teriak Atta bermaksud memberi kejutan pada adik kesayangannya itu. Namun ia melihat adik juteknya itu tertidur pulas.
Didekatinya Luna.Atta menepuk pipi Luna pelan dan membangunkannya.
" Luna kakak pulang..." bisik Atta.
Luna mengerjapkan matanya lalu menoleh.Seketika Luna senang sekali melihat kakaknya pulang.
" Kakak" kata Luna dengan suara parau karena baru bangun.
Atta tersenyum.Lalu Luna memeluk kakaknya.
" Udah sore masih aja tidur dasar tukang tidur.Udah Sholat Ashar belum" Ledek Atta sambil menarik Luna yang masih belum menyatu sepenuhnya kesadarannya.
*****
Malam hari setelah makan malam Atta bercerita pada ayahnya.Tentang kesibukannya kemarin.Keduanya nampak serius di ruang keluarga itu.Luna sudah berada dikamarnya karena memang ia tak suka berkumpul dengan keluarganya apalagi ujung ujungnya Aida dan Lika ibu tirinya pasti akan membuat ulah dimana ia hanya akan berakhir sedih.
Setelah bercerita dengan ayahnya Atta menuju kamar Luna.
Tok tok tok....
" Masuk...jawab Luna datar "
__ADS_1
Terlihat Atta yang telah berdiri didepan pintu segera masuk.
Atta duduk disamping Luna.Sementara Luna tengah duduk bersandar diranjangnya.Terlihat wajahnya seakan tertekan dan sedih.
" Kenapa kamu degh? Jutek amat". Atta kembali menggoda Luna.
Luna masih terdiam tak membalas perkataan Atta.Atta tahu bahwa adiknya pasti sedang mangalami masa masa yang sulit karena tekanan dan intimidasi ibu tirinya.
" Kenapa??? kalo kesal jangan dipendam sendiri ceritain. Kakak siap kok jadi pendengar setia" ujar Atta menatap wajah Luna lebih dalam.
Tanpa bersuara Luna langsung memeluk kakaknya.Luna menangis menumpahkan kesedihannya dalam pelukan sang kakak.Tekanan yang ia rasakan seakan menyesakkan dadanya. Sejak kecil hingga remaja Luna hampir tak pernah mengecam kebahagiaan.
Atta hanya terdiam membelai rambut adiknya itu,, tanpa bicara sepatah katapun.
Puas menumpahkan kesedihannya Luna melepaskan pelukan kakaknya.Atta mengangkat wajah Luna sambil mengusap air matanya.
"Ceritakan pada kakak, apa mama menyakitimu lagi?" tanya Atta menyelidik.
Luna menggelengkan kepalanya terdiam.Lalu berkata pada kakaknya." Aku mau istirahat kak " .
" Baik.. istirahatlah " Atta menidurkan Luna dan menyelimutinya, lalu meninggalkan Luna yang telah tertidur.Sebelum beranjak keluar dari kamar Luna, Atta terhenti langkahnya pandangannya tertuju pada amplop putih yang tergeletak dimeja belajar Luna.
Dibacanya amplop itu, tertuliskan nama sebuah sekolah SMA swasta biasa. Atta makin penasaran dan membukanya.
__ADS_1
******