
Dokter sedang memeriksa kondisi Steve.Dan beberapa bagian yang luka.
" Dokter sebaiknya saya menjalani rawat jalan saja tidak perlu dirawat terlalu lama karena saya harus segera terbang sore ini ".
" Baiklah tuan sepertinya luka anda sudah lebih baik kalau begitu akan saya buatkan resep untuk lima hari kedepan dan siang ini anda sudah boleh pulang ". ucap Dokter kemudian meninggalkan ruangan Steve bersama para perawat.
******
" Alhamdulillah Bie , akhirnya Hubbie sudah diizinkan pulang. Tapi bie...apa Hubbie benar benar sudah baikan , kalau masih sakit kita tunda besok saja bie pulangnya ". ujar Luna khawatir.
Steve mencium kening Luna dan menggenggam tangannya." Sayang....aku gak papa kok beneran sudah sehat , kamu jangan khawatir oke ". Dan Steve pun mencium tangan Luna.
Suara notif pesan masuk terdengar dari ponsel Steve.Steve mengambil ponsel yang ada disampingnya kemudian membaca pesan tersebut yang tak lain dari sekertarisnya yang berisi e-ticket kepulangannya bersama istri tercinta.
" Sayang bersiaplah kemasi pakaian kita , Setelah kita keluar dari rumah sakit siang ini kita akan bersiap ke bandara ". ujar Steve antusias.
" Baik bie ". Luna beranjak berdiri mengemasi beberapa pakain steve dan pakaiannya.Jam menunjukkan pukul 11 siang waktu setempat.
******
Di kantor Atta sedang menghubungi Lika bermaksud memberitahukan pernikahan Luna dan steve.
Tuutt...tuutt...tuuutt... suara ponsel Lika berdering.Lika yang sedang bersantai bersama Haris pun mengangkat telfonnya.
" Ya Hallo sayang , ada apa tumben pagi pagi menelfon ". sapa Lika.
" Enggak kok ma gak ada hal penting , Atta cuma ingin memberitahu mama sebuah kabar bahwa Luna sudah menikah seminggu yang lalu ma dinegara F ". ucap Atta dibalik telefon..
" Lhoh Ta... Luna kan masih sekolah sayang apa jangan jangan Luna....". ucapan Lika menggantung karena ragu mengira Luna tengah hamil.
__ADS_1
" Enggak ma , ini tidak seperti bayangan mama ". ujar Atta kembali.
" Lalu kenapa tiba tiba sayang bukankah Reza juga masih kuliah dan belum lulus ". imbuh Lika penasaran.
Atta pun akhirnya bercerita tentang semua yang terjadi pada Luna bahkan kenapa luna sampai menikah mendadak dengan Steve.Lika terharu mendengarnya.
Beberapa menit berlalu kini Atta mengakhiri panggilannya.Dan melanjutkan tugasnya yaitu tatap muka secara online dengan salah satu dosennya.
******
Diruangan Steve semua sudah beres dan siap untuk berangkat menuju bandara.Perawat sudah melepas selang infusnya.Kini Luna mendorong Steve dengan kursi roda menuju area parkir rumah sakit.
Steve memesan taksi dari aplikasi diponselnya , setelah menunggu sekitar sepuluh menit kini taksi itupun telah tiba dihadapannya.
Steve dan Luna naik kedalam taksi yang dipesannya.Luna membuka kaca jendela taksi tersebut kemudian melihat sekeliling pemandangan kota yang sangat indah.Steve tersenyum melihat istrinya yang terlihat bahagia saat itu.
******
Setelah mengeluarkan beberapa lembar uang membayar taksi.Mereka berjalan beriringan masuk ke area keberangkatan.
Selama kurang lebih lima belas menit mereka menunggu kini mereka menaiki pesawat yang ditumpanginya sesusai nomer kode bookingnya.
******
Pesawat pun terbang diketinggian angkasa meninggalkan negara F. Luna menyandarkan kepalanya dipundak Steve dan tertidur pulas. begitupun Steve juga tertidur pulas disamping istrinya.
Malam pun tiba pesawat yang ditumpangi Steve dan Luna selama enam jam itupun sudah mendarat dibandara kota A.
*****
__ADS_1
Steve dan Luna berjalan menuju mobil jemputan milik keluarga Andrew.
" Selamat malam tuan...nona ". ucap sopir menyapa sang majikan dan membukakan puntu mobil untuk majikannya.
Luna dan Steve tersenyum ramah kepada sopirnya kemudian masuk kedalam mobil.
Tiga puluh menit kemudian mobil Steve tiba dikediamannya.
Luna terlihat terlelap sekali tidur menggelayut dipundaknya.Steve menepuk pelan pipi Luna.
" Sayang kita sudah sampai bangunlah ". bisik Steve membangunkan sang istri namun tak terdengar suara dari luna.Ia masih pulas tertidur dipundaknya.
Setelah berkali kali dibangunkan tak ada hasil, Steve pun menggendong tubuh mungil sang istri menuju kedalam kamarnya.
Meski tubuhnya sendiri masih sedikit terasa sakit namun tak membuat Steve menyerah untuk menggendong sang istri.
Tampak para pembantu dan Satpam memberi hormat kepada Steve.Steve pun hanya membalas senyuman kepada mereka dan terus berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
*****
Steve membaringkan tubuh istrinya perlahan dan hati hati agar tidak terbangun juga membuka sepatunya.Tak lupa juga membuka jacket yang dikenakan Luna.
Steve juga mengganti semua pakaian sang istri secara perlahan dan tak membuatnya terbangun.
Mata Steve terpana melihat setiap lekuk tubuh luna yang kini polos tanpa pakaian.Steve melihat dua gunung kembar milik sang istrinya melihat semua itu membangunkan gairah kelelakiannya namun ia terus menahan hawa nafsunya karena ia tidak ingin dibilang lelaki bejat yang memanfaatkan keadaan sang istri.Akhirnya pun perlahan Steve mengenakan pakaian tidur luna satu persatu.
Setelah selesai mengganti baju Luna Steve pun kekamar mandi membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan celana boxer dan kaos .Karena sudah sangat mengantuk akhirnya mereka tertidur pulas malam itu.
◇◇◇◇◇◇
__ADS_1
Terimakasih...Terimakasih...Terimakasih...
Jangan lupa klik Vote dan like ❤ sebanyak banyaknya.