Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Kenakalan Steve


__ADS_3

Pagi menjelang... kedua pasangan pengantin baru itu pun masih terlelap. Matahari bersinar dari peraduannya sinar hangatnya menyinari wajah kedua insan ini hingga keduanya sama sama terbangun.


" Aaaaaaa ". teriak Luna saat mendapati dirinya bangun dan disampingnya telah ada Steve. Ia lupa bahwa ia telah menikah dengan Steve bahkan melakukan ritual mandi bersama.Tanpa sadar Luna mendorong tubuh Steve hingga terjatuh kelantai.


Brugh... " Auww ". teriak Steve kesakitan memegang pantatnya.


" Sayang apa apaan sih ini kan masih pagi kenapa teriak teriak ". tanya Steve polos.


" Kakak ngapain tidur disamping Luna ". tanya Luna sewot dan mengerucutkan bibirnya.


Steve berdiri dan duduk ditepi ranjang membelai pucuk kepala Luna.


" Sayang kita kan kemarin sudah menikah jadi wajar dong kakak tidur disampingmu ". ucap Steve.


Luna menepuk jidatnya kenapa ia bisa Lupa bahkan ia telah mengingat bahwa dirinya telah mandi bersama Steve.


Melihat istrinya malu Steve pun mendaratkan kecupan mesra dikening Luna dengan lembut.


" Selamat pagi nyonya Steve ".


Wajah Luna kembali memerah Steve pun hendak kembali memggendong Luna namun Luna menolaknya.


" Kak gak usah kaki Luna sudah sembuh kok". Ucap Luna menolak takut suaminya melakukan hal konyol yang tak bisa ditolaknya lagi.


Luna pun berjalan sendiri masuk kamar mandi dan steve hanya tersenyum.


" Aku juga tahu sayang kamu semalam berpura pura dan berusaha membuat Reza cemburu. Tapi aku bukan pria bodoh aku akan terus memperlakukanmu dengan lembut dan romantis sampai kamu tidak bisa menolakku ". gumam hati Steve yang masih cengar cengir sendiri ditepi ranjang.


*****


Seusai Luna mandi Luna hendak berpakaian namun ia keburu dan lupa membawa ganti baju.Dengan malu malu ia hanya keluar mengenakan handuk yang membalut separuh tubuhnya dimana belahan dadanya terlihat mencuat.Sementara rambutnya tergerai basah.


Steve menatap istrinya pagi pagi darahnya kembali berdesir saat melihat istrinya dalam kondisi seperti itu.


Ia berjalan mendekat kearah Luna. Luna memundurkan langkahnya karena ketakutan. Sementara Steve terus maju mendekat .Kini tubuhnya sudah menempel ditembok.dan Steve mengunci tubuhnya dengan kedua tangannya, hal itu membuatnya sulit untuk melarikan diri.


Luna memejamkan matanya namun Steve hanya meraih handuk yang tergantung ditembok disamping Luna. Kemudian mengeringkan rambut Luna.


" Kenapa memejamkan mata sayang.Kamu sudah tidak sabar ya dan berharap aku melakukan lebih ". goda Steve sembari tangannya menggosok rambut Luna.

__ADS_1


Luna masih terpejam matanya ia tidak berani menatap mata Steve saat posisinya berdekatan seperti ini.Melihat istrinya malu malu. Steve kembali ******* bibir mungil Luna. entah kenapa ia seperti ketagihan dengan keranuman bibir seksi itu.Luna masih tetap terpejam. Bahkan tangan Steve merangkum wajah Luna dengan lembut.


Ciuman itu hanya beberapa detik berlangsung karena dari balik pintu terdengar suara seseorang memanggil nama Luna. Ya orang itu adalah Atta kakak Luna.


Luna melepas ciuman steve.


" Maaf kak, sepertinya kak Atta mencariku ".


" Biar aku saja yang membukanya sayang kamu gantilah pakaianmu ".


Steve membuka pintu Luna kembali kekamar mandi dan membawa pakaian lalu segera berganti pakaian.


Ceklek....


" Eh kamu ada apa Ta ?".


" Luna mana dia baik baik sajakan ". tanya Atta khawatir.


" Yaelah Ta.... apa tampang aku seperti monster gitu yang siap memangsa adikmu noh lihat bagaimana gua mau apa apain adik loe tembok chinanya ajah setinggi itu ". ucap Steve nyolot kesal karena acara ciumannya terhenti gara gara kakak posesif ini.


Melihat kasur yang ditunjuk Steve Atta pun tersenyum cekikikan.


" Sabar bro , semua akan indah pada waktunya nanti , beri adik gua sedikit waktu agar ia bisa move on dari adik loe itu ". ujar Atta menepuk pundak Steve.


" Enggaklah aku kesini mau menemui Luna karena aku harus segera balik dua jam lagi pesawatku terbang. Ada urusan yang tidak bisa aku tinggal.Selanjutnya gua serahin adik gua ke loe ingat jangan buat dia menangis sekali saja.Kalau sampai gua lihat dia menangis loe berurusan sama gua* ".


Ucap Atta meninju pelan perut Steve.


" Auw ". rintih Steve pura pura kesakitan .


Luna sudah kembali dari kamar mandi , melihat suaminya meringis kesakitan ia pun berlari menuju arah suaminya.


" Kak Atta... kakak apa apaan sih gituin kak Steve sakit tahu ". ucap Luna memonyongkan kedua bibirnya.


" Eh... eh jangan bilang sekarang kamu lebih belain suami kamu ya ketimbang kakak kamu ini. Awas saja ". gerutu Atta mengomel pada Luna.


Merasa dirinya diperhatikan , Steve pun pura pura kesakitan dan bermanja pada Luna.


" Sayang bantu aku kesana ". ucap Steve meninggalkan Atta dan dituntun Luna. Sebelum berbelok Steve mengedipkan matanya dan tersenyum nakal pada Atta.Merasa dirinya menang saat ini.

__ADS_1


Luna mendudukkan Steve disofa.Kemudian Luna mendekat kearah Atta.


" Kakak... kesini mau apa ". tanya Luna kesal.


Atta mengerutkan dahinya melihat Luna lebih perhatian pada suaminya sekarang." Aku mau balik dua jam lagi. Ayo cepat turunlah sebentar lagi sarapan ". ucap Atta terdengar kesal.


******


Atta pun pergi menuju ruangan yang telah disediakan untuk sarapan bersama keluarga Andrew.


Luna menghampiri Steve dan mengelus lembut perut Steve.


" Perut kakak gak sakit kan. Maafin kakak luna ya kak ?".


" *Gak papa kok sayang... udah gak sakit lagi kok. Tapi.... ".


" Tapi apa kak kalau masih sakit Luna antar kakak kedokter sekarang juga* ". ucapan Luna terdengar khawatir.


Aroma harum tubuh Luna membuat Steve kembali tak dapat mengendalikan dirinya.


Ia kembali mencium bibir istrinya itu lagi dan lagi seolah kehausan.


Luna melepaskan ciuman Steve dan memukul dada bidang Steve.


" Auw ...". teriak Steve kembali


" Kakak pasti bercanda deh...udah sana mandi kak kita sedang ditungguin untuk sarapan". ucap luna kembali mengerucutkan bibirnya dan mengomel.


Belum selesai luna mengomel Steve membungkam mulut luna kembali dengan bibirnya kini Luna berada tepat dibawahnya , diatas sofa.


Steve kali ini terlihat lebih garang melakukannya tak puas hanya mencium bibir luna tanpa sadar lidahnya menjilati leher jenjang istrinya telinganya bahkan Luna tak bisa menghindar karena dekapan Steve terlalu kuat.Tanpa sadar Steve meninggalkan jejak dileher putih istrinya.


" Kak udah dong Luna gak bisa bernafas ".


ucap Luna halus menghentikan kegilaan suaminya dipagi hari itu.


Luna sama sekali tak menyangka Steve yang lebih lembut dari Reza bisa terlihat sebuas ini .


◇◇◇◇◇◇

__ADS_1


**Jangan lupa tinggalkan jejak komentar positifnya ya kak.Dukung terus novel ini dengan cara klik Vote dan like ❤ sebanyak banyaknya agar novel ini masuk peringkat.


Terimakasih 😙😍😙❤❤❤**


__ADS_2