Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Kelucuan Steve menidurkan baby Stevieya


__ADS_3

Kini baby Stevieya berusia dua bulan , selama Steve belum sembuh total Andrew masih membantunya menangani bisnis anak sulungnya itu.Karena Reza yang bersama Mirna sudah kembali ke negara F mengurus kerajaan bisnisnya yang disana.


Pagi hari itu tepatnya masih jam setengah lima Luna beranjak kekamar mandi saat itu suaminya baru selesai menunaikan sholat subuh.Steve tak membangunkan istrinya karena masih mengira Luna belum selesai masa nifasnya.


" Assalamu'alaikum bunda...kok pagi pagi udah mandi emang bunda habis ngapain ". tanya Steve yang berjalan mendekat menghampiri tubuh istrinya yang hanya mengenakan handuk yang melilit setengah badan sementara rambut basahnya dikeringkan dengan handuk yang lain.Steve menatap menggoda kearah istrinya.


" Apa bunda sudah selesai..." ucapan Steve menggantung dengan diselingi seringai nakal.Wajah Luna yang tadinya segar berubah bersemu merah dan tersenyum menundukkan wajahnya dan hal itu dilihat oleh mata nakal Steve.Melihat tingkah istrinya yang tersipu malu Steve kembali menggodanya." Cepat selesaikan subuh dulu setelah itu aku tunggu disana ". bisikan Steve tepat diarea sensitive Luna namun tidak mengenainya karena Steve tahu istrinya hendak menunaikan sholat subuh.Sembari menunjuk kearah kasur.


Dengan wajah yang bersemu merah Luna bergegas pergi keruang musholla yang ada disamping kamarnya.Dan tak lama kemudian Luna telah selesai dan kembali kekamar.Langkah Luna terasa lemas karena jantungnya saat itu berdegup dengan kencangnya ini adalah percintaan pertama kalinya setelah kepergian suaminya akibat insiden beberapa bulan lalu.Serasa pengantin baru. 'Ya Allah kok aku jadi deg degan gini ya kayak baru pertama kali ajah ' gumam Luna sambil melangkah pelan membuka pintu kamarnya.


Ceklek....bunyi pintu kamar mereka yang terbuka , jantung Luna kembali berdetak kencang saat kakinya mulai melangkah keringat dingin mulai menghinggapi tubuhnya.Ditambah saat suaminya memasang pose gaya mematikan diatas ranjang sedang tersenyum menatap mesra kearahnya.Pandangan mata Luna beralih pada Stevieya karena tidak ada diranjang matanya mengitari kamar dan ternyata suaminya itu telah memindahkan baby Stevieya didalam box yang berkelambu warna pink membuat Luna tersenyum lega .Disana baby Stevieya tidur dengan lelapnya seakan sangat pengertian memberi ruang dan waktu bagi kedua orang tuanya untuk kembali merajut kasih dan mereguk kehausan yang tertunda hampir setahun hingga sekarang.


" Kenapa masih berdiri disitu sayang...apa mau aku menjemputmu ". suara Steve terdengar seperti getaran yang terdengar seksi sekali saat menggoda Luna.Melihat istrinya masih tersipu malu Steve segera melangkah mengangkat tubuh istrinya.Kini Luna mengalungkan kedua tangannya dileher Steve.Kedua netra mereka kembali beradu sementara deru nafas yang memburu mulai terdengar saat Steve menikmati bibir Luna dalam gendongannya.Ciuman itu semakin dalam dan semakin menggelora.

__ADS_1


Melihat Luna yang terdengar mendesah Steve segera meletakkan tubuh mungil Luna diatas ranjang dengan lembut dan perlahan.Steve mulai membaca do'a terlebih dulu sebelum melancarkan aksinya.Dan kini tubuh keduanya sudah sama sama telanjang bulat yang hanya bertutup selimut.


Suara desahan demi desahan kembali menggelora bahkan memenuhi ruang kamar Steve.Hampir setahun mereka terpisah kisah percintaan itu kini kembali memanas seakan lama mengembara digurun pasir dan kembali menemukan oasenya melepas dahaga satu sama lain.


Ternyata setelah koma bahkan hilang ingatan tak membuat Steve lupa cara bercinta yang membuat tubuh istrinya bergetar berkali kali.Ternyata ia masih mampu memberikan kehangatan dan kenikmatan bagi istrinya.Dan setelah lama mereka saling berpacu akhirnya kini mereka terkulai lemas dan Luna hendak pergi kekamar mandi takut Stevieya akan bangun namun Steve mencegahnya " ayolah honey...aku masih ingin tidur dalam pelukanmu " rengek Steve setengah berbisik ditelinga Luna dan akhirnya Luna pun menuruti kemauan suaminya tidur kembali dengan saling berpelukan dalam sebuah selimut merangkai sebuah mimpi.


*******


Steve segera meraih selimut yang dikenakan melilitkan pada tubuhnya lalu bergegas meraih Stevieya yang masih menangis dari boxnya.


" Cup..cup..cup...anak cantik...maafin daddy ya , udah gangguin bundanya dedegh Stevieya.Anak cantik gak boleh nangis bunda cuma mandi sebentar kok " celotehan Steve terdengar lucu saat berusaha menenangkan Stevieya sesaat pun putrinya tertidur kembali dalam ayunan dekapannya.


Melihat putrinya kembali tertidur pulas Steve mencium lembut pipi Stevieya yang mulai berisi." Anak cantik...pinter deh yang nurut ya sekali kali gak boleh gangguin daddy sama bunda untuk berduaan biar jadi anak sholehah ". celotehan Steve kembali keluar dari mulutnya membuat Luna yang baru saja keluar dari kamar mandi tertawa terkekeh sangat geli apalagi ditambah penampilan suaminya yang hanya melilitkan selimut asal pada tubuh kekarnya.Steve menatap istrinya kesal karena sedang menertawakannya.

__ADS_1


" Hahahahaha" kekehan luna keluar dari mulutnya yang secara spontan saja." Bie...bie...kamu lucu sekali , lihat deh kamu seperti kepompong ulat sutera kalau seperti itu hahahaha " cekikikan itu kembali terdengar.


Melihat istrinya puas meledeki dan menertawakannya Steve kembali menidurkan Stevieya kedalam boxnya.Ia berjalan kearah istrinya dan menggelitik tubuh istrinya yang hanya mengenakan handuk.


" Ehm...rasain ini , rasain berani beraninya meledek suamimu ya bahkan tertawa dengan puas bilang aku seperti kepompong segala" ujar Steve yang tangannya terus menggelitik tubuh Luna sampai Luna berlari kearah sofa dan tak bisa lari lagi sampai membuat Luna lemas kehabisan nafas tak bisa menghindar dari gelitikan suaminya." auw...geli bie...auw...auw iya ampun deh ampun hubbie sayang..... stop jangan lagi bie aku gak sanggup geli bie ". suara Luna terdengar ngos ngosan bahkan kini mereka kembali beradu pandang saat Steve berhenti menggelitik Luna.Dada Luna masih terlihat naik turun mengatur nafasnya yang kelelahan.Steve tersenyum puas melihat istrinya yang tak dapat berkutik itu.Tangannya menyibak rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.


" Terimakasih sayang terimakasih bundanya Stevieya ". ujar Steve yang kemudian mencium kening Luna lalu membantu istrinya mengenakan handuknya yang terlepas kembali menggendongnya dan mendudukkannya didepan cermin.Kemudian Steve mengambil baju ganti untuk istrinya bahkan membantu mengeringkan rambut Luna dengan handuk yang ada didekat gantungan.Lalu ia pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


◇◇◇◇◇◇


**Semoga suguhan episode kali ini mampu mengobati setelah beberapa episode menguras air mata para readers.


Jangan lupa bantu author klik Vote rate serta like n komentarnya agar kita sama sama menguntungkan dan terimakasih atas kunjungannya kenovel ku.😗😗😗😍😍😍**

__ADS_1


__ADS_2