Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Atta memutuskan untuk Kuliah mengambil jurusan Hukum


__ADS_3

Setelah kelulusan dan mendapat ijazah dari sekolahnya Atta berencana untuk mendaftarkan diri kuliah di salah satu Universitas ternama di kota A. Atta pun menemui ayahnya diruang kerja.


Tok tok tok....


( Atta mengetuk pintu ruang kerja ayahnya )


"Masuk..." sahut ayahnya dari dalam.


Ceklek.... suara pintu terbuka. Ayahnya masih tetap fokus pada Laptopnya tanpa melihat siapa yang datang.


Atta segera duduk persis dikursi depan meja ayahnya.


" Yah....aku mau kuliah dikota A mengambil jurusan hukum " kata Atta menatap ayahnya dengan sedikit kesal karena lebih mementingkan laptopnya ketimbang dirinya.


" Ehm.... baguslah kalau itu maumu,, kapan kamu berangkat untuk mendaftar?" tanya ayahnya yang masih tetap memperhatikan laptopnya tanpa sedikitpun menatap wajah Atta.


" Lusa aku berangkat yah dengan teman temanku " jawab Atta yang masih terlihat kesal karena tak dilirik sedikitpun oleh ayahnya.


Atta segera beranjak pergi dari hadapan ayahnya dengan kekesalannya. Namun sebelum dia pergi ayahnya meletakkan laptop itu dan menghampiri anak laki laki satu satunya itu.


Ayahnya menepuk pundak Atta. Sambil merangkulnya dan berjalan ke sofa diruang kerja ayahnya itu.


" Atta... ayah minta maaf jika selama ini ayah tidak bersikap baik padamu juga adik kamu Luna. Bahkan ayah tidak bisa melindungi kalian dari siksaan Ibumu. "


" Asal kalian tahu ayah terpaksa melakukan itu karena ayah tidak ingin Lika melukai kalian dengan tangannya. Ayah rela dibenci olehmu dan Luna walau ayah harus melukai kalian dengan tangan ayah sendiri "

__ADS_1


Desah suara Sumarto terlihat sangat berat.


" Ayah bersalah pada ibumu... dan ini lah balasan yang harus ayah terima. Ayah pikir Lika adalah wanita yang lemah lembut seperti ibumu tapi ayah telah tertipu dengan tingkahnya yang pandai bersandiwara."


Tampak mata Sumarto berkaca kaca menatap Atta. Atta pun ikut menitikan air mata. Ia mengira selama ini ayahnya sangat tidak adil padanya dan Luna hanya karena ibu tirinya dan adik tiri sulungnya itu.


" Ini gunakanlah untuk keperluanmu selama disana nanti ". kata Sumarto sambil berusaha mengeluarkan sebuah ATM dari dompetnya.


" Simpan baik baik jangan sampai Lika mengetahuinya" ucap Sumarto kembali menutup dompetnya.


" Sandinya adalah ulang tahunmu " tutur Sumarto beranjak berdiri memegangi kedua pelipisnya karena sedikit pusing matanya lelah hampir 3jam memandangi Laptop.


Sumarto keluar dari ruang kerjanya dan kini hanya ada Atta yang masih tertegun mendengar kata kata ayahnya.


" Heh... belajar terus entar lama lama jadi kutu buku loh " ucap Atta yang mengagetkan Luna karena kakaknya masuk tanpa permisi.


Luna meletakkan bukunya.


" Kakak ih... ngagetin Luna ajah " kata Luna dengan sewot.


" Tumben kakak perhatian. Ada apa kak ?" tanya Luna sambil berdiri dari tempat tidurnya menghampiri Atta.


Luna memeluk lengan Atta dengan manja dan menatapnya.


" Lusa kakak mau berangkat untuk mendaftar di Universitas dikota A " sahut Atta datar.

__ADS_1


" Mungkin kakak akan beberapa hari disana. Kamu gak papa kan kakak tinggal?" tanya Atta sambil mengacak pucuk kepala Luna.


" Owh....gitu. Kakak santai aja Luna gak papa kok.Masalah mak lampir sama anaknya kakak gak usah khawatir Luna udah terbiasa kok".


" Huzhh... kamu ini jangan keras keras entar jatah makanmu dipotong mau?" kata Atta menggoda adiknya.


" Kakak berapa lama disana?"


" Ehmmm.... gak tahu juga sih degh tergantung teman teman" jawab Atta sambil mengajak Luna duduk ditepi ranjang adiknya itu.


" Kakak bawa motor??" tanya Luna memicingkan matanya sambil tersenyum.


" Kenapa??? mau kamu pakek... awas jangan sampai lecet". kata Atta sambil menjitak pelan dahi Luna


" Hehehe...kakak santai ajah gini gini aku jago bawa motor kakak. Lupa ya adik siapa dulu?" balas Luna menggoda kakaknya.


" Iya iya kakak tahu kamu udah jago pake motor kakak" ucap Atta pura pura kesal.


" Ya udah sana gih buruan tidur besok mau gak ikut kakak jalan jalan "


" Beneran... sumpah kakak gak bohongin Luna kan?" Luna tersenyum lebar memeluk kakaknya. Atta terlihat bahagia melihat adiknya seceria itu.


Mereka pun akhir nya tidur dikamar masing masing.


*****

__ADS_1


__ADS_2