
Mobil Haris telah tiba dipelataran rumah sakit Mutiara Bunda.Haris menuntun Lika keluar dari mobil dan membawa tas yang berisikan perlengkapan calon bayi juga istrinya.
" Pelan ma...jangan terburu buru ". ucap Haris menghentikan langkah Lika yang tergesa gesa.
Sesaat langkah mereka sudah terhenti disebuah ruang rawat inap bersalin.Semua mata tertuju ke arah Lika dan Haris yang baru masuk.
" Aida selamat ya sayang..." ucap Lika mencium pipi Aida dengan perut yang sudah membuncit membuatnya sedikit susah membungkuk.
Atta Nayra dan Luna mendekat bersamaan dan secara bergantian mencium punggung tangan Lika dan Haris.Tak luput juga Aditya.
Sejenak suasana haru diruang inap bersalin itu kembali hadir ditambah saat perawat mengantar bayi laki laki Aida kedalam ruang tersebut.
*****
Aida dan Aditya terlihat sangat bahagia atas kelahiran bayi mereka.Semoga mulai saat ini rumah tangga mereka akan rukun dan bahagia selalu.
" Luna sayang...dimana nak Steve ". tanya Lika sambil memegang pipi Luna.
" Kak Steve sedang tugas diluar kota ma ". jawab Luna dengan wajah tersenyum.
" Luna...ajaklah suamimu main kerumah kami , sampaikan salamku pada Steve jika dia sudah kembali untuk tidak terlalu sibuk dalam bekerja.Bagaimana dia bisa membuat istrinya hamil kalau terus sibuk keluar kota ". ledek Haris paman Steve dengan candaan khasnya membuat pipi luna merah merona karena malu.
" Papa...". ujar Lika melebarkan matanya dan mencubit lengan Haris.
" Ohya semuanya mama pamit dulu ya mama sekalian mau MRS malam ini soalnya besok kebetulan jadwal Operasi Cesar mama ". ujar Lika berpamitan undur diri.Kemudian Haris dan Lika berjalan meninggalkan ruangan Aida.
*****
Tanpa terasa jam menunjukkan pukul tiga dini hari.Atta Nayra dan Luna berpamit untuk pulang meskipun besok adalah hari libur.Namun mereka sudah terlihat lelah.
__ADS_1
Kini hanya ada Aida dan ditemani Aditya saja yang berada diruangan rawat inap bersalin tersebut.
Luna segera merebahkan tubuhnya tubuhnya dikasur sembari menunggu adzan subuh sekalian karena tanggung setengah jam lagi adzan berkumandang.
Begitu juga dengan Nayra dan Atta sedang menonton diruang keluarga menantikan adzan subuh.
******
Adzan subuh telah berkumandang ketiga orang ini bergegas mengambil wudlu Atta menjadi imam bagi Luna dan Nayra.Dan setelah selesai Atta mengantar Nayra pulang kerumah.
Selama Atta mengantar Nayra pulang apartemen terlihat sepi hanya ada Luna yang tengah merajut mimpinya bersama bantal dan gulingnya.
Ting tong....ting tong... suara bel berbunyi namun tak ada sahutan dari dalam.Steve menekan nomor Luna dari ponselnya mencoba menghubunginya.
Sepertinya tidur luna sangat lelap sampai tak terdengar suara panggilan dari sang suami.Akhirnya Steve mencoba memencet sandi pada tombol dipintu apartemen tersebut.Dan akhirnya pintu pun terbuka.
" Assalamu'alaikum....Assalamu'alaikum...". ucap Steve mengolok salam namun tak ada suara sahutan sedikitpun.
Steve menaikkan kakinya keatas ranjang mendekat kearah Luna.
" Assalamu'alaikum honey..." bisik Steve sembari menepuk lembut pipi Luna.
" Kak..aku ngantuk jangan ganggu napa " ucap Luna masih dengan mata terpejam.
" Assalamu'alaikum honey ". bisik Steve kembali ketelinga Luna.Luna mengerjapkan matanya apakah ia bermimpi atau tidak saat itu.Samar terlihat Steve sedang tersenyum menatap kearahnya.
" Hubbie..." teriak Luna yang matanya sudah terbuka lebar.Seketika Luna menangis memeluk tubuh sang suami dengan erat.
" Bie...aku kangen sekali hiks hiks hiks " ujar Luna disela isak tangisannya.Steve membelai lembut rambut luna.Dan dikecupnya pucuk kepala Luna.
__ADS_1
Steve meregangkan pelukannya menatap syahdu wajah sang istri." Sayang aku juga sangat merindukanmu lebih dari rindumu padaku".
" Aku sengaja memberi kejutan aku akan menjemputmu sayang , ujianmu sudah selesaikan ?". tanya Steve kembali.
" Benar kah bie ". tanya Luna yang air matanya diseka oleh Steve.Steve mengangguk dan tersenyum.
" Sayang apa kamu sakit...kenapa wajahmu pucat sekali ". tanya Steve menatap dalam wajah Luna.
" Enggak bie aku baik saja kok , cuman entah kenapa beberapa hari setelah kepergianmu selera makanku sedikit hilang bie ".
" Maaf ya sayang...gara gara aku kamu jadi seperti ini ".
Luna menjauhkan tubuh Steve dan melihat keseluruhan tubuh suaminya.Dilihatnya sang suami mengenakan Baju koko lengan panjang menempel indah ditubuhnya membuat Aura tampan Steve sangat jelas terlihat.
" Bie...baju siapa yang kamu pakai ". tanya Luna keheranan.
" Owh..ini maaf sayang karena keburu untuk sampai kesini aku lupa tidak mengganti bajuku terlebih dahulu karena tadi sempat mampir kemasjid sebelum sampai kemari ".
Pendengaran Luna mulai mencerna setiap ucapan sang Suami." Bie...apa barusan yang kamu bilang, Hubbie ku ini pergi ke masjid ". Luna menutup mulutnya yang menganga dengan tangannya karena kaget.
Lagi lagi Steve mengangguk kecil dan tersenyum kepada Luna.Luna menghujani wajah Steve dengan ciuman kecil.
" Terimakasih Ya Allah akhirnya Engkau mengabulkan do'aku ". ujar Luna yang air matanya kembali mengalir membasahi pipinya karena haru.
Steve kembali memeluk erat tubuh Luna." Iya sayang...terimakasih atas kesempatan yang telah engkau berikan untukku.Aku ingin menjadi imam dalam keluarga kecil kita nantinya ". ujar Steve merasa sangat bahagia pagi itu.
Setelah lama berbincang dan saling melepas rindu akhirnya Luna tertidur lelap dalam dekapan Steve.Pagi itu mereka melanjutkan tidur kembali.Saling memeluk erat satu sama lain.
◇◇◇◇◇◇
__ADS_1
**Jangan Lupa Vote dan likenya ya kakak cantik 😗❤
Terimakasih ❤❤❤❤**