
Beberapa menit setelah menghirup aroma dari minyak gosok yang diusapkan Atta. Luna mulai samar membuka matanya.
Luna menoleh kearah Atta yang sedang berjongkok dihadapannya.
" Maaf kak...aku pusing dan mual tadi ". Ucap Luna lirih.
" Minumlah air hangat ini...agar tubuhmu lebih baik ". ucap Atta sembari menyodorkan sebuah gelas kemulut Luna.Dan diminum Luna.
" Gimana ? sudah lebih baik?" tanya Atta sedikit khawatir.
" Aku gak papa kok kak...kakak jangan khawatir , mungkin karena Luna baru pertama naik pesawat kak ". Tutur luna masih terdengar lirih.
" Ohya...berterimakasihlah sama tuan ini karena dia yang memberitahu kakak, kalau kamu berlari ketoilet dan cukup lama tak kembali , jika dia tak memberitahu kakak mungkin kamu masih tergeletak ditoilet sampai sekarang ". ucap Atta menoleh kearah Steve.
Luna yang masih dongkol dengan Steve hanya menoleh dan tersenyum hambar yang sangat terpaksa. Namun dibalas senyuman tulus oleh Steve.
" Oh..Tuhan... jutek amat nih gadis , udah dibantuin juga masih memasang muka sewot gitu bukannya berterimakasih ". Steve menggerutu dan memijat keningnya.
" Bangun bangun bangun Steve...ingat dia itu pacar adik loe ". gumam steve mengerutkan dahinya.
" Oh Tuhan...". desah Steve membuang nafas kasar. Ia berusaha mengontrol emosi jiwanya yang tak menentu bak rasa nano nano.
******
Ditempat lain Reza sudah berada dibandara. Sebentar lagi akan terbang kenegara F. Menyelesaikan kuliahnya kembali.
Setelah Luna terlihat lebih baik. Sesaat kemudian Pesawat pun akhirnya landing. Semua penumpang tampak tengah bersiap turun. Sampai pesawat benar benar telah terbuka pintunya para penumpang menuruni anak tanngga.
Luna tengah dipapah oleh Atta perlahan kini mereka sudah menuju ke arah pintu keluar. Mobil jemputan tengah menunggu kedatangan mereka.
__ADS_1
Steve juga bergegas menuju pintu keluar. Atta menghampiri steve sambil memapah Luna.
"Tuan terimakasih telah memberitahu saya tentang adik saya tadi dan juga terimakasih karena sudah membantu memeriksa adik saya. Perkenalkan saya Awata Riyanto Kusumo tuan bisa memanggil saya Atta.
Dan ini adik saya Lunaya Almahyra Ningrum".
Ucap Atta berjabat tangan pada steve.
Steve tersenyum ramah dan menerima uluran tangan Atta . Namun Luna terkejut dan membelalakkan matanya.Karena pria sinting dihadapannya telah berani memeriksa tubuhnya. Luna melotot tajam kearah Steve ingin sekali ia mencekik pria sinting dihadapannya.
" Saya Steve Meikansyah Irawan . Jangan terlalu berlebihan tuan , lagi pula saya juga telah bersalah pada adik anda tadi pagi ". tutur Steve sembari memasang kaca mata Hitamnya. Lalu mereka berpisah setelah saling pamit undur diri.
*****
Rombongan Atta memasuki mobil jemputan dan meninggalkan bandara. Sementara Steve tampak memasuki mobil yang sengaja dikirim oleh manager perusahaan papinya.
" Oh Tuhan...pantas saja Reza berubah 180° dari dirinya yang dulu demi gadis ini. Rupanya seperti ini perasaan Reza waktu itu." Gumam Steve dalam hati yang tiba tiba teringat Reza .Steve merogoh ponsel disakunya hendak menghubungi Reza namun terlihat ada beberapa pesan masuk dari adiknya kemudian dibacanya. Lalu ia mengurungkan niatnya untuk menghubungi Reza karena Reza tengah berada didalam pesawat.
******
Suasana didalam mobil Atta terlihat sepi. Tiba tiba Atta membuka suaranya.
" Pak tolong sebelum ke tempat acara mampir sebentar ke butik . Mungkin bapak tahu butik terdekat disini." ucap Atta pada sopirnya.
" Baik Tuan ". sahut sopir itu.
" Nak Luna apa kamu baik baik saja?" tanya Agus menatap kearah Luna yang duduk dibelakang kursinya.
" Iya om...mungkin karena Luna belum terbiasa naik pesawat. Maklum Luna kan dari desa Om ". jawab Luna tersipu malu.
__ADS_1
" Aku dulu juga gitu Lun...sama sepertimu , hehehe ". Ucap Nayra mencoba menghibur Luna.
" Iya kah kak...terus berapa kali naik pesawat hingga kakak tidak mabuk lagi ?" tanya Luna antusias.
Nayra tersenyum mendengar pertanyaan Luna " mungkin kedua kali atau ketiga kalinya sudah lebih baik Lun ". jawab Nayra.
Setelah perbincangan itu tiba tiba mobil itu berhenti tepat didepan sebuah butik. Luna turun.
" Tolong kamu temani Luna memilih baju karena hanya perempuan yang pandai memilih baju ". perintah Atta pada Nayra dengan nada lembut namun masih terdengar berwibawa.
" Baik...pak ". jawab Nayra kemudian turun menyusul Luna.
Kedua wanita itupun memasuki butik. Nayra tampak memilih beberapa baju namun hanya ada satu yang ia sukai. Atta menyusul kedalam.
" Kamu juga pilihlah satu . Kita masih ada waktu setengah jam sebelum acara. Sekalian rapikan riasan kalian disini ". perintah Atta pada Nayra .
Nayra pun memilih baju yang simple sama dengan Luna karena kedua wanita ini sama sama tak menyukai tampilan glamour.
Beberapa menit kemudian kedua wanita ini sudah rapi dengan riasan natural dan pakaian yang baru dibelinya.
Setelah Atta menggesek kartu kreditnya. Ketiga orang ini kembali memasuki mobil dan melanjutkan perjalanan.
◇◇◇◇◇◇◇
**Jangan lupa Vote nya kakak biar Author makin semangat nulisnya.
Jangan lupa tinggalkan jejak pada coment karena komentar kakak Readers sekalian sangat berguna untuk masukan bagi kami.
Terakhir tak lupa mohon klik like ❤ . Terimakasih 😙😙😙❤❤❤**
__ADS_1