Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Kehadiran Orang tua Steve di rumah nya


__ADS_3

Malam hari jam delapan Andrew dan Mirna tiba dirumah Utama.Rumah yang sudah tak ditempati Steve beberapa bulan lalu.Masih tampak rapi dan bersih seperti biasanya karena pelayan tetap merawatnya.


" Selamat malam Tuan besar Selamat malam nyonya besar ". sapa salah satu Satpam Andrew saat menyambut kedatangan majikannya sembari membungkukkan badannya.


" Malam ". sahut Andrew dan Mirna bersamaan melangkah masuk kedalam rumah.


" Selamat datang tuan besar dan nyonya besar ". sapa pembantu mereka.


Mirna dan Andrew segera menuju kamarnya untuk mandi dan beristirahat pasalnya saat ini tubuhnya terasa penat dan lelah sekali setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 6 jam.


******


Tok...tok..tok... Seorang pelayan tengah berdiri dibalik pintu.Mirna membuka pintu kamarnya.


" *Iya bi...ada apa "


" Nyonya makan malam sudah siap* ". ujar sang pelayan.


" Baik bik sebentar lagi kami menyusul ". sahut Mirna dengan seulas senyuman tersungging dibibirnya.

__ADS_1


" Permisi nyonya ". ucap pelayan yang kemudian berjalan menuju Dapur.Setelah selesai mandi Andrew pergi kemeja makan bersama Mirna.


" Pih seusai makan kita langsung ke rumah Steve ya pih mami udah gak sabar pingin cepet ketemu calon cucu mami ". wajah Mirna terlihat antusias.Andrew hanya tersenyum membalas rengekan Mirna.


Makan malam pun telah selesai Mirna segera mengambil tasnya yang tergeletak dikasur.Langkahnya kinibmenyusul Andrew yang sudah duduk dibelakang kemudi.


Mobil Alpard putih itu kini membelah jalanan kota A.Sinar temaram lampu jalanan bersinar diatas bumi yang masih basah.Hujan deras sore tadi yang mengguyur kota A membuat jalanan tampak masih basah dan terdapat genangan air dibeberapa ruas jalan.


Dua puluh menit kemudian mobil Andrew dan Mirna tiba dirumah Steve.Sore tadi pelayan butik yang menjual pakaian dan perlengkapan muslim mengantar beberapa baju Syar'i baik yang formal maupun yang dailly ke rumah Steve atas perintah Steve.


Jadi Steve sibuk menata pakaian itu kedalam lemari.Sementara Luna hanya jadi penonton karena Steve melarangnya beraktifitas.


******


" Assalamu'alaikum mih pih ". Steve mencium tangan kedua orang tuanya.Yang kemudian dibalas pelukan hangat oleh Andrew dan Mirna.


" Assalamu'alaikum papih...mamih ". sapa Luna yang keluar dari kamar dan melangkah menuruni anak tangga.


" Sayang kok turun sih , kan aku udah bilang istirahat saja ". desah Steve menghampiri Luna dan menuntunnya menuruni anak tangga.

__ADS_1


" Gak papa bie...nih lihat kita baik baik saja ya kan sayang ". ujar Luna berdialog dengan bayinya dan menatap perutnya yang masih rata dan membuat Mirna dan Andrew tertawa terkekeh.


" Masya Allah sayang menantu mami cantik sekali ...." ujar Mirna dengan mata berbinar berhambur memeluk sang menantu.Dan Luna pun membalas pelukan hangat Mirna sang ibu mertua.


Tak mau kalah dengan sang istri Andrew pun memeluk sang menantu dan tak kalah hangatnya.Hingga membuat wajah Luna merah merona karena malu.


Mirna menuntun Luna duduk disofa ruang keluarga.Mirna menatap wajah Luna yang masih terlihat pucat.Kemudian membelai perut rata Luna.


" Hai...cucu grandma apa kabar ? baik baik disana ya jaga mommy buat grandma ". Mirna berdialog dengan calon baby Luna yang seolah nyata ada dihadapannya.


" Insya Allah grandma ' sahut Steve yang kini duduk menyelinap diantara Mirna dan Luna.Sedangkan Andrew menyaksikan kelucuan anak dan istrinya itu dan tertawa terbahak membuat suasana rumah Steve malam itu menjadi riuh sekali.


Steve duduk disamping Luna memeluk pinggangnya.Dan merengkuh tubuh sang istri agar duduk lebih dekat dengannya.Membuat Luna membelalak kan matanya memberi kode kepada sang suami agar segera menghentikan tangan nakalnya.Namun Steve makin erat menghimpit pinggang sang istri.Dan Luna pun terpaksa mencubit kecil paha sang suami.Dan membuat Steve meringis kesakitan.


" Sayang....do'a mami untuk kalian semoga menjadi keluarga yang Sakinah.Semoga bayi kalian juga akan menjadi anak yang baik ". Mulut Mirna kembali bersuara.


Mirna tak henti henti nya menghujani pipi Luna dengan ciuman.Membuat Luna menangis haru pasalnya semenjak kecil dirinya tak pernah mendapat belaian kasih sayang dari seorang ibu.Mirna benar benar memperlakukan Luna seperti putrinya sendiri.Tak kurang sedikitpun kasih sayang yang ia berikan bahkan melebihi ibu kandung Luna sendiri yang entah kemana tak tahu keberadaannya hingga kini.


◇◇◇◇◇◇

__ADS_1


Hallo readers pantengin terus cerita Lunaya.Semoga episode yang hadir mampu memenuhi harapan pembaca semua.


Berikan kesan kalian akan chapter yang kami Up.Klik Vote dan like ❤ sepuasnya.Terimakasih😍😍😍😍


__ADS_2