
Atta mengantar Steve dan Luna ke rumah mereka.Malam itu rencananya Steve hendak membawa sang istri kembali ke kota C namun karena kabar kehamilan sang istri juga kondisi Luna yang masih terlihat pucat maka Steve menunda keberangkatannya.
Steve menghubungi Kyai Mahmud meminta maaf harus menunda sebentar keberangkatannya ke kota C.Steve juga menghubungi arsitek terbaiknya yang sedaang berada dikota C untuk mengawasi jalannya pembangunan proyek sembari menunggu manager proyek kembali yang telah selesai berbulan madu.
******
" Kak Atta gak masuk dulu ". ujar Luna mencium punggung tangan Atta.
" Lain kali saja sebaiknya kamu istirahat ingat harus hati hati jaga calon keponakan kakak ". jawab Atta.Mengusap jilbab Luna.
" Assalamu'alaikum..." ujar Atta pergi menginggalkan rumah Steve.
Steve menggendong tubuh mungil Luna memasuki rumah mereka.Dengan manjanya Luna bergelayut mengalungkan tangannya dileher sang suami.
Siang itu benar benar merupakan hari yang membahagiakan bagi mereka berdua.Steve membaringkan tubuh sang istri ke atas kasur dengan lembut dan hati hati.
" Sayang aku ke kamar mandi dulu ya bersiaplah setelah ini kita sholat Dzuhur ". Steve mencium kening Luna kemudian berjalan ke kamar mandi.
Sembari menunggu sang suami kembali dari kamar mandi.Luna kini duduk bersandar pada sandaran ranjangnya , Luna menunduk memandang kebawah tersenyum memegangi perutnya dan bermonolog " Assalamu'alaikum baby nya bunda ...apa kabarnya ".
" Wa'alaikumsalam bunda..." tiba tiba suara Steve mengagetkan Luna sontak pipi Luna kembali memerah karena malu.
Luna segera beranjak dari tempat tidurnya bergegas munuju ke kamar mandi.Takut suaminya akan terus menggodanya.Dan Steve pun terkekeh dan menggelengkan kepalanya melihat sang istri tersipu malu.
*****
" Bie ayo...aku sudah siap " suara Luna memanggil Steve yang sedang duduk menunggunya disofa.Melihat Steve mengenakan baju koko dan sarung telah terlihat rapi.Luna tersenyum menghampirinya.
__ADS_1
" Masya Allah bie kamu tampan sekali ".
Keduanya lalu menggelar sajadah masing masing berdiri menghadap ke arah kiblat dengan Steve sebagai imamnya.Itu adalah sholat yang dilakukan berjama'ah pertama kalinya oleh Luna dan Steve didalam kamar mereka.
******
Seusai sholat Luna mencium punggung tangan Steve dibalas kecupan oleh Steve dikeningnya.Tak terasa bulir kristal bening kembali menetes dipipi Luna rasa haru bercampur bahagia menyelimuti hati mereka.Dengan lembut Steve menghapus air mata Luna yang terjatuh.Dan memeluk tubuh sang istri.
Lama setelah saling berpelukan Luna membuka mukena yang dikenakan lalu segera kembali kekasur karena rasa pusing dikepalanya kembali datang.Dengan dipapah oleh Steve.
" Sayang aku kedapur dulu ya , aku buatkan teh hangat ". ucap Steve yang menutupi tubuh sang istri dengan selimut.
Mendung bergelayut cuaca yang tadinya terik dan panas kini berubah mendung dan gelap.Gumpalan awan hitam yang pekat mengelilingi kota A. Tampaknya sebentar lagi hujan akan turun.
Steve membawa nampan yang berisikan secangkir teh hangat untuk Luna.Dan meletakkannya di meja samping tempat tidur.
Steve meminumkan teh kebibir sang istri dan Luna meminumnya sampai habis.
Steve lalu berbaring disamping Luna memeluk dan menyusupkan kepalanya ketubuh sang istri dengan manjanya.
******
Di negara F Reza masih sangat sibuk mengikuti kelas dosen yang disebut sebagai dosen killer oleh para mahasiswa.
" Za tugas loe udah kelar ". bisik Mariska yang duduk bersebelahan dengan Reza.
Reza menggelengkan kepalanya dan tersenyum menatap Mariska.
__ADS_1
" Za gue tunggu diluar ya ". bisik Mariska kembali.Dan diikuti anggukan oleh Reza.
Setelah lama mengoreksi tugasnya Reza segera keluar meninggalkan kelas dosen killer menuju bangku ditaman tempat dimana ia dan Mariska biasanya menghabiskan waktu selama dikampus selain dikelas.
" Hai Mar..." sapa Steve yang tengah melangkah duduk disamping Mariska.Mariska menyesap Milshake yang baru dibelinya dari kantin dan menyodorkan segelas Milshake yang lain kepada Reza.
" Thanks ya Mar..." Reza segera menyesap Milshake pemberian Mariska.Dan mengeluarkan ponsel dari sakunya.
" Assalamu'alaikum kak... " sapa Reza dari balik Telefon.
" Wa'alaikumsalam Za ". balas Steve dengan suara parau karena baru terbangun dari tidurnya yang kaget oleh bunyi ponselnya.
" Selamat kak...selamat sebentar lagi kakak akan menjadi seorang ayah ". suara Reza terdengar sangat antusias.
" Makasih ya Za ".
" Kak maaf ya aku gak bisa ikut mami dan papi pulang sekarang , tapi aku janji saat liburan aku akan menemui kakak dan calon keponakanku ". ujar Reza tak kalah antusias.
" Mami sama papih pulang Za, kapan mereka berangkat ". tanya Steve yang menyatukan kedua alisnya dan mendengar ucapan sang adik.
" Sejak kakak selesai menelfon mami sama papih beliau langsung memesan ticket pesawat dan langsung mengambil penerbangan hari itu juga kak ". ucap Reza kembali.
Kemudian mereka mematikan sambungan telefonnya.
◇◇◇◇◇◇
Jangan Lupa komentar Vote dan juga like nya ya kakak.Terimakasih😍😍😍
__ADS_1