Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Kedatangan Reza di Kantor Steve


__ADS_3

Siang itu Steve menghadiri meeting di restoran***** dengan HK Company. Lagi lagi luapan amarahnya tampak terlihat diraut wajahnya. Kelalaian kecil membuat amarahnya mudah tersulut.


" Milka apa kau tahu apa yang terjadi pada siboss? kenapa hari ini boss moodnya berubah seperti itu bahkan seakan hendak menelan semua karyawan yang tak sengaja melakukan kesalahan. Seperti bukan CEO Steve saja ". ujar Haris berbisik pada Milka.


Milka hanya menggelengkan kepalanya takut terkena semprot kemarahan bossnya lagi.


Meeting direstoran****** hari itu berjalan lancar meski dalam keadaan emosi yang membuncah namun Steve tetap mampu meyakinkan klien dalam bernegoisasi.


" Milka jika sudah selesai laporan meeting hari ini segeralah kembali kekantor. Jika kau terlambat aku pastikan posisimu yang masih baru itu akan digantikan orang lain besok ". ucap steve memberi penekanan pada perintahnya.


" I - i - iya pak sebentar lagi saya akan segera kembali kekantor ". jawab Milka dengan gemetar karena takut dipecat bossnya.


Steve kembali ke kantor masih dengan suasana hati yang penuh emosi dan amarah. Bahkan sampai siang pun ia masih tetap tak memakan sesusatu pun. Direstoran tadi Steve hanya menatap makanan yang tersaji tanpa sedikitpun mencicipinya.


*******


Di rumah sakit


Hari sudah siang Reza tengah menyuapi luna dikamar itu.


" Cinta... setelah makan siang kakak mau pulang sebentar karena setiba dibandara kakak langsung kesini tanpa memberi kabar kak Steve kalau kakak pulang ". ujar Reza setelah menyuapkan sendok terakhir kedalam mulut luna.


Luna mengangguk mengiyakan ucapan Reza.


" Kak Reza mau naik apa pulang ?". tanya luna


" Gampang kakak akan pesan taxi saja , kamu gak papakan cinta kakak tinggal sebentar ". tanya Reza mengusap bibir Luna dengan tissue.

__ADS_1


" Gak papa kok kak sana gih Luna juga mau istirahat ". ujar Luna sambil mengecup pipi Reza lalu merebahkan kembali tubuhnya kekasur dibantu Reza.


Reza tersenyum gemas mendapati perlakuan kekasihnya itu. Setelah luna terbaring Reza mencium kening luna dan menoel hidung luna " Istirahatlah yang manis jangan terlalu banyak bergerak ". bisik Reza


Luna pun tersipu malu dan menutupi wajahnya dengan selimut karena malu.


Rezapun segera meninggalkan luna berjalan menuju area parkir menunggu taxi yang ia pesan.


******


Didalam taxi Reza menelfon Steve. " *Hallo kak...kakak lagi dimana ?"


" Kantor* '. jawab Steve datar.


Reza mengerutkan dahinya " Ada apa dengan kak Steve tumben cuek seperti ini ". gumam Reza


" Tuan sedang mencari siapa ". tanya reseptionis


" Apa CEO ada ditempat ?". jawab Reza balik bertanya


" Maaf tuan hari ini presdir berpesan sedang tidak ingin diganggu ". jawab resepsionis


" Tolong katakan Reza adiknya ingin bertemu"


" Ba baik tuan ". ujar resepsionis terkejut mendengar ucapan Reza ternyata cowok ganteng itu adik CEO


Reseptionis itu menyambungkan telfonnya keruangan Haris.

__ADS_1


" Hallo pak Haris adik presdir ingin bertemu presdir apakah bisa beliau segera keruangan presdir ". tanya reseptionis tampak ragu.


" Baiklah suruh saja langsung ke ruangan presdir kebetulan presdir sudah free tidak ada jadwal apapun saat ini ". ujar Haris. Sambungan telfon pun terputus reseptionis mempersilahkan Reza untuk segera keruangan presdir.


Tok..tok..tok...


Ketuk Reza namun tak terdengar sahutan dari dalam. Haris yang melihatnya segera menghampiri Reza dan membukakan pintu.


" Siang tuan ". sapa Haris dengan senyuman terbaiknya. Reza mengangguk membalas sapaan Haris dan membalas senyuman Haris.


" Kakak... ". teriak Reza membangunkan lamunan Steve yang tengah memandangi layar ponselnya yang bergambarkan foto Luna yang sempat Steve curi saat pesta peenikahan Aida.


Steve mengangkat wajah lesunya. " Sejak kapan loe pulang Za kenapa gak ngabarin kakak ". tanya Steve berusaha menyembunyikan emosinya dan pura pura tidak tahu kepulangan adiknya.Diletakkannya ponsel kedalam saku jasnya.


" Tadi pagi kak... kemarin kak Atta ngubungin Reza ngabarin kalau luna terjatuh tergelincir dan kakinya harus dirawat dirumah sakit ". ujar Reza menjelaskan.


Namun Steve menanggapinya dengan ekspresi datar .


Reza mendudukkan tubuhnya disofa ruangan Steve. Didepannya telah disuguhkan secangkir kopi oleh Milka.


" Kak...sebelumnya Reza minta maaf. Kalau boleh tahu sedang apa kakak tadi pagi dirumah sakit******* " tanya Reza.


Steve terdiam.


◇◇◇◇◇◇


Terimakasih jangan lupa Vote dan like sebanyak banyaknya kakak😙😙😙❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2