Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Kecemburuan Steve melihat kebersamaan luna dan Reza


__ADS_3

Setelah puas menggoda adiknya Atta beranjak hendak pulang karena ia harus kembali bekerja.


" Lun kakak balik dulu ya... mau ganti baju mumpung masih belum macet. Hari ini kakak akan kekantor . ujar Atta melangkah ke arah luna. Atta mengecup kening adiknya.


" Za gue nitip luna ya ". imbuh Atta sembari menepuk pundak Atta.


" Tenang aja bro gua bakal jagain calon bini gua loe tenang aja buruan gih sono ntar kesiangan ". ucap Reza tersenyum menatap Atta.


Atta berjalan pergi meninggalkan kedua insan yang lagi merindu diruangan VVIP. Reza duduk ditepi ranjang sebelah luna , sementara luna menyandarkan kepalanya ke dada bidang Reza. Sesekali tampak keduanya saling bercerita dan bercengkerama dengan mesranya.


Pemandangan indah dipagi hari itu terasa menyakitkan bagi sosok pria yang tengah berdiri diluar pintu sembari membawa seikat buket bunga dan makanan. Matanya terasa panas saat melihat adiknya tengah bercanda begitu mesranya bersama gadis yang ia cintai. Ya Steve sudah beberapa menit berdiri diluar pintu melihat kemesraan Reza. Bahkan beberapa kali mata Steve harus kembali panas saat melihat adegan Reza mencium bibir luna dengan lembut bahkan luna pun tampak menerima dan menikmatinya tanpa penolakan sedikitpun.


Ada perasaan marah serta emosi yang tak tahu darimana datangnya.Membuat Steve meremas bunga yang dibawanya serta menjatuhkan bag papper berisi makanan ke lantai. Steve meninggalkan ruangan itu dengan emosi yang membuncah.


Steve memasuki mobilnya. Tangannya menghantam setir mobil dengan keras berusaha meluapkan emosi dan amarahnya.


Steve merutuki dirinya yang tampak begitu bodohnya harus mencintai wanita yang juga dicintai adiknya. Semburat kekesalan terlihat diwajahnya. Ada perasaan cemburu dan tak rela melihat luna dicium Reza.


Didalam kamar luna kini ingin kekamar mandi membersihkan badannya.Agar terlihat lebih segar. Luna menjauhkan kepalanya dari dada bidang Reza.


" Kak luna boleh minta tolong gak ?". tanya luna tampak ragu ragu.

__ADS_1


Reza menatap ke arah luna. " Ada apa sayang..." jawab Reza


" Kak luna mau kekamar mandi ". ujar luna pelan dan lirih karena malu mengatakannya.


" Baiklah ayo kakak akan mengantarmu kekamar mandi ". ujar Reza terlihat polos seolah tak akan ada yang terjadi.


Luna mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Reza. " Apa kakak yakin dengan apa yang kakak katakan barusan ". tanya luna penasaran


" Kak...luna itu mau mandi apa iya kakak mau ikut nganter luna ke kamar mandi ". ujar luna sambil mengerucutkan bibirnya.


Reza menarik wajah luna dan menunjukkan kepada luna kearah yang ia maksud . " Coba perhatikan disana apa ada tampak perawat wanita disana hah . Daripada kakak harus menyaksikan perawat laki laki itu menyentuhmu lebih baik kakak sendiri yang akan menuntunmu kekamar mandi ". ucap Reza tampak kesal


Reza menghembus nafas dalam dalam dan menghempaskannya kasar.


" Cinta sayang... kakak tahu kamu sudah gerah dan ingin segera mandi tapi kata kak Atta luna harus banyak istirahat gak boleh naik turun kalau mau kakinya cepet sembuh. Baik lah kalau kamu mau mandi kakak akan meminta perawat menyiapkan air hangat untukmu ".


Luna pun menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Reza.


Beberapa menit kemudian perawat laki laki memasuki ruangan luna dengan membawa sebuah ember berisikan air hangat dan handuk.


" Ini nona " ucap perawat memberikan ember kecil berisi air hangat dimeja luna.

__ADS_1


" Terimakasih mas ". ucap luna. Perawat itu pun bergegas pergi meninggalkan kamar luna.


Kini hanya tersisa Reza dan Luna. Luna hanya diam menatap ember air ditepi ranjangnya.Reza berjalan karah luna hendak memegang handuk kecil yang telah disiapkan perawat. Tiba tiba luna menghentikan langkah Reza. " Biar luna sendiri kak " ujar luna tampak gugup dan kikuk.


Reza mengangguk dan membalikkan badannya. Ia mengunci pintu dan menutup tirai jendela diruangan itu .Lalu Reza duduk disofa dengan membelakangi luna. Dan matanya terpejam.


Melihat Reza telah membalikkan badannya Luna segera membuka kancing bajunya dan mulai menyeka wajah serta tubuhnya bagian atas perlahan. Luna telah melepas pakaian atasnya dan hanya tersisa bra yang melekat didadanya. Seusai menyeka semua bagian atas tubuhnya luna hendak berpindah kearah kakinya . Sebelum ia menyeka bagian kaki tiba tiba luna meringis kesakitan " auww ". erang luna menahan sakit.


Hal itu terdengar ditelinga Reza sontak secara refleks Reza berlari kearah luna. Seketika tubuh Reza mendadak berhenti seakan ada rem cakram yang menghentikan langkahnya. Mau tidak mau mata Reza secara tidak sadar menatap tubuh atas luna yang hanya mengenakan bra warna merah muda.Mata Reza tertegun melihat pemandangan yang baru pertama kali dilihatnya seumur umur hidupnya . Ia berkali kali menelan salivanya.


Sementara luna yang baru menyadari Reza menatap tubuh atasnya yang hanya mengenakan bra pun segera menutup tubuhnya dengan selimut. Luna tampak tersipu malu bahkan wajahnya memerah bak kepiting rebus.


" E...ee..eh ma maaf " ucap Reza terbata bata.


Reza segera memalingkan wajahnya kembali dan berjalan kearah sofa dengan mata terpejam.


Luna segera mengenakan piyama atasnya kembali. Setelah selesai berpakaian luna bersuara " Sudah kak ". Reza pun membuka matanya. berjalan menuju arah luna. Dibereskannya ember kecil berisi air hangat itu oleh Reza dan diletakkan didepan pintu luar ruangan. Meski tak bisa mandi seperti biasanya namun hal itu membuat luna sudah tampak lebih segar .


◇◇◇◇◇◇


Jangan lupa Vote dan like ❤nya sebanyak banyaknya.

__ADS_1


__ADS_2