
Dalam perbincangan diruang keluarga Lika dengan Sumarto sedang duduk disofa diruang keluarga .Lika bermaksud menyampaikan sesuatu.
" Mas... besok adalah ulang tahun Aida, aku ingin kali ini dirayakan dirumah ini dengan mewah" Tutur Lika pada suaminya dengan manja sambil bergelayut memeluk lengan Sumarto.
" Tumben tumbennya mama bersikap manis pada ayah " ledek Sumarto menyambut pelukan sang istri.
" Kalau begitu... berarti besok Luna juga ulang tahun Ma... kebetulan tanggal lahir mereka kan sama hanya berbeda satu tahun" ujar Sumarto dengan penuh antusias.Keduanya saling menatap.
Mendengar ucapan suaminya Lika jadi kesal. Lika melepaskan pelukannya dan pergi kekamar meninggalkan Sumarto .
Sumarto berjalan menyusul istrinya kekamar untuk membujuk Lika yang sedang merajuk.
Ceklek
( suara pintu kamar Sumarto )
Sumarto menghampiri Lika yang sedang duduk ditepi ranjang.Memegang tangan Lika.
" Ma... aku tahu mama kurang suka pada Luna," Sumarto mencoba memberi penjelasan pada istrinya.
" Coba mama pikir bagaimana perasaan Luna saat melihat Aida merayakan ulang tahunnya dengan meriah sementara ia tidak".
" Tolong mama terima dan sayangilah Luna anggap seperti mama sayang pada Atta juga.
Pinta Sumarto memelas sambil beradu pandang.
Sejak kecil Luna sudah menderita karena jauh dariku dan ibunya yang tak tahu entah kemana perginya" Sumarto makin erat menggenggam tangan Lika dan mengecupnya.
Lika memalingkan wajahnya dari suaminya itu,Karena kesal.Sumentara Sumarto tersenyum tipis melihat kelakuan Lika.
" Kalau mama setuju dengan keputusan mas.... segeralah persipkan semuanya. Tapi kalu mama tidak setuju lebih baik tidak usah dirayakan" ujar Sumarto dengan tegas dan sedikit penekanan. Lalu menepuk bahu Lika dan pergi meninggalkan Lika menuju ruang kerja.
Lika tampak kesal dengan keputusan suaminya, tapi demi Aida ia terpaksa harus setuju. Karena Ia tak mau Aida kecewa karena Ulang tahunnya tidak dirayakan.
Lika bangkit dari ranjangnya dan mencari suaminya.
__ADS_1
Ceklek ( bunyi pintu ruang kerja )
Lika berjalan menghampiri suaminya yang tengah duduk diruang kerja sambil membaca koran.
" Mas.... " bisik Alika sambil memeluk leher Sumarto dari belakang.
" Baiklah mama setuju"... Sumarto memutar kursinya dan kini menghadap Lika.
Cup.... sebuah kecupan mendarat dikening Alika sebagai ungkapan terimakasih Sumarto karena sudah mau menyetujui rencananya.
" Kalau begitu besok terserah mama saja mau seperti apa pestanya" ungkap sumarto dengan mengembangkan senyumnya.
*****
Makan malam pun tiba. Semua tampak sedang menikmati hidangan yang ada dimeja makan. Setelah usai makan malam Luna mencuci semua piring didapur.
Luna beranjak masuk kekamarnya namun langkahnya terhenti karena sang ayah menyuruhnya kembali duduk di ruang makan.
Luna duduk tepat disebelah Sumarto.Sementara Aida Puput dan Sita serta Alika duduk dikursi berseberangan.
Aida tampak terlihat kesal dengan apa yang ayahnya sampaikan.
Sememtara Luna hanya terdiam membisu tak bersuara.
Lain halnya dengan Puput dan Sita, mereka bersorak kegirangan " Horeeeee" teriak keduanya memeriahkan keheningan ruang makan itu.
" Ya sudah kalian kembalilah beristirahat. Luna... Aida ... silahkan kalian mengundang teman teman kalian Ayah serahkan semuanya pada kalian, semoga kalian senang" tutur Sumarto yang kemudian berdiri dan berjalan menuju ruang kerja kembali.
Alika tampak tersenyum meski sedikit kecewa dengan keputusan suaminya itu. Ia berencana mengundang semua anak dan ibu ibu teman arisannya.
" Hallo jenk.... " sapa Alika pada salah satu teman arisannya yang tak lain adalah ibu Reza.
" Iya hallo...ada apa jenk Lika" tanya Mirna ibu Reza.
" Begini jenk... besok saya berencana mengundang jenk Mirna dan ibu ibu arisan lainnya beserta anak anak untuk menghadiri ulang tahun putri saya jenk". Tutur Lika tampak terdengar dari handphone Mirna.
__ADS_1
" Owh... benarkah jenk Lika " Mirna membalas dengan antusias.
" Jam berapa jenk acaranya?" tanya mirna kembali.
" Jam tujuh malam jenk....mohon kehadirannya jenk Mirna dengan nak Reza ya jenk".
" Baik besok saya usahakan Reza untuk hadir jenk.Kalau begitu sampai jumpa besok jenk" tutur Mirna mengakhiri percakapannya dengan Lika.
Setelah Lika dan Aida sibuk menelfon mengundang teman temannya lalu semua tertidur.
Dikamar lain Luna terlihat tak bersemangat dan sulit memejamkan matanya.Ia berfikir mengundang teman,,, "siapa?" gumamnya berkali kali mencoba berfikir. Ia hanya bisa berguling dikasur kesal.Lalu Ia pun tertidur.
******
Dert...Dert...Dert...
( Suara telepon Luna berbunyi )
Dengan suara parau Luna mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelfon seperti biasa,, karena ia tahu siapa yang menelfonnya setiap Subuh yaitu Atta kakak tersayangnya.
" Selamat Ulang Tahunnnnn". Teriak Atta memekakkan telinga Luna.
Luna menjauhkan handphonenya dari telinganya karena telinganya terasa sakit akibat teriakan kakaknya.
Setelah tak terdengar teriakan Atta diletakkan kembali handphone ketelingannya.
" Makasih kak... kakak gak pulang gitu? kali ini ayah merayakan ulang tahunku bareng dengan Aida kak" tutur Luna memberi tahu Atta.
" Maaf ya degh...kakak gak bisa pulang. Tapi kakak janji kok kakak akan kirim kado untuk kamu"
Luna terdiam kecewa mendengar ucapan kakaknya,, " Kali ini aku gak ada yang nemenin" gumamnya sedih.
" Ya udah sana gih buruan sholat kakak masih harus ngerjain tugas" Atta pamit lalu mengakhiri percakapannya dengan adik kesayangannya itu.
*****
__ADS_1
**Hai Readers jangan lupa like n votenya yaππππ.Nantikan kejutan kejutan dari Author.... Terimakasih πππ**