
Setelah Luna selesai membersihkan dirinya Reza membuka pintu serta tirai jendela diruangan VVIP itu. Tiba tiba mata Reza tertuju pada sebuah bag papper yang tergeletak didepan pintu . Reza mengambil bag papper itu serta disebelahnya ada seikat buket bunga yang berserak dilantai. Reza mengambilnya dan bergumam " Milik siapakah ini mengapa bisa ada didepan ruangan luna ". gumam Reza sembari terlihat berfikir siapa yang datang menemui Luna barusan.
Reza berlari mencari kesana kemari bahkan sampai parkiran tak menemukan seorang pun disana yang terbilang masih pagi dan sepi.
Reza hendak membalikkan badannya kembali ke kamar luna namun matanya dikejutkan dengan mobil yang baru saja meninggalkan area parkiran RS. Reza sangat hafal demgan plat mobil yang telah melaju itu. " Kakak " gumam Reza.
Reza berlalu kembali menuju kamar luna. Sementara fikirannya berusaha menerka sedang apa kak steve kemari gumamnya.
" Ah mungkin saja kak steve sedang menjenguk temannya " gumam Reza kembali sambil melanhkah menuju kamar luna.
*******
Di kantor Atta
Atta tampak tengah sibuk setelah kemarin sempat tak masuk kerja karena ujian online kampusnya. Beberapa berkas dan laporan penjualan bulanan tampak menumpuk dimejanya. Atta menelfon Nayra sekertarisnya.
" Nay keruanganku sekarang ". perintah Atta.
__ADS_1
" Baik pak ". balas Nayra segera bergegas memasuki ruangan bosnya itu.
Tok tok tok
" Masuk ". ujar Atta tanpa menolehkan pandangannya setelah mengetahui siapa yang tengah masuk keruangannya dari suaranya.
" Pagi pak...ada yang bisa Nayra bantu ?" tanya Nayra.
" Hemmm... duduklah tolong lihatlah jurnal penjualan ini dan urutkan beradasarkan penjualan terbesar " ujar Atta.
Nayra pun berdiri disamping Atta dan menggeser kursinya mendekati kursi Atta.
" Duduklah cepat lihatlah setelah selesai tolong berikan padaku ". Ujar Atta yang tanpa sengaja memegang tangan Nayra karena secara bersamaan tak sengaja membuka jurnal laporan. Keduanya saling tatap untuk sesaat bahkan detak jantungnya pun berdegup dengan kencang. Atta segera menarik tangannya agar tak terlihat makin canggung. Sementara senyum indah tampak tersungging dibibir Nayra melihat kegugupan bossnya .
******
Dikantor Steve
__ADS_1
Steve tampak tak fokus sama sekali saat memimpin meeting sejak pagi tadi. Lagi lagi memorinya teringat akan adegan mesra Reza dan luna di Rumah Sakit tadi pagi. Bahkan sejak pagi ia tak sempat untuk sarapan atau memasukkan makanan kedalam mulutnya. Karena luapan emosi yang hingga kini tak kunjung reda.
Bahkan beberapa kali asistennya Haris dan sekertarisnya Milka mendapat semprotan kemarahan sang boss.
Haris adalah asisten yang khusus papi steve rekrut untuk membantu menangani perusahaan yang Steve kelola sekarang. Haris adalah putra dari teman baik Andrew.
Sedangkan Milka adalah sekertaris muda yang baru saja lulus S2 dari negara K dan berhasil masuk ke perusahaan Steve karena rekomendasi Mirna.
Meeting selesai Haris mengekori Steve dan mengingatkannya kalau perusahaan HK satu jam lagi mengundangnya untuk meeting di Restoran *****
" Tuan apakah ada sesuatu yang terjadi diperusahaan tampaknya tuan kurang baik hari ini ". tanya Haris memberanikan diri.
" Sejak kapan aku menggajimu untuk mengurusi urusan pribadiku ". sahut Steve mengerutkan kedua alisnya dengan tatapan tajam .
Setiap harinya Steve dikenal sebagai CEO yang ramah dan bersahaja. Namun karena kejadian dirumah sakit pagi itu membuat dirinya berubah 180°. Dan itu membuat Haris dan Milka kelabakan mengahadapi mood bosnya yang tak biasanya itu.
◇◇◇◇◇◇
__ADS_1
Terimakasih Vote dan like sebanyak banyaknya ya kakak 😙😙😙❤❤❤