Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Obrolan diatas sajadah pagi


__ADS_3

Dirumah Andrew Reza terasa sulit untuk memejamkan matanya meski rasa kantuk mulai menghinggapinya namun matanya tak mau terpejam bayangan wajah Luna kembali menari nari dalam benak dan ingatannya.


" Yaa Tuhan dosa ini Za dosa , lupakan dia adalah masa lalumu , dia kakak iparmu sekarang ". gerutu Reza berkali kali bahkan merutuki dirinya sendiri.


Reza hanya bisa membolak balikkan badannya diatas kasur.Berkali kali ia mencoba memejamkan matanya namun yang ada bayangan Luna kian terlintas seakan enggan pergi dari ingatan Reza.


Meski telah lama dekat dengan Mariska putri tunggal Yunus.Namun tak membuat Reza jatuh cinta kepadanya.Reza masih belum bisa membuka hati sepenuhnya untuk wanita lain.Kenangan Luna terlalu kuat bersemayam dihatinya.Ditambah mengingat perjuangan Reza untuk mendapatkan cinta Luna dulu membuat Reza tak bisa serta merta menghapus bayangan Luna dari dalam hati dan memorinya.


Hampir dua jam berguling gulingan dikasur akhirnya Reza menyerah dan tertidur pulas dengan mendekap gulingnya.


******


Sebelum suara adzan subuh terdengar Steve telah terjaga.Seulas senyum mengembang dibibirnya.Melihat Luna yang semalam tampak lemas tak berdaya kini bergelayut melingkarkan tangannya pada leher Steve dengan mata yang masih terpejam.Dan membenamkan wajahnya ke dada bidang Steve.


Sebuah ciuman mendarat dikening Luna pipi bahkan bibir Luna.Hasrat Steve mulai bangkit mendapati gaya tidur sang istri yang terlihat pasrah dan mendekapnya erat.Bibir nakal Steve mulai menghujani wajah Luna dengan ciuman membuat Luna yang tadinya tertidur pulas kini mulai merasa geli pada wajah dan lehernya.


" Bie..." panggil Luna dengan suara seraknya yang kini tengah menatap Steve yang telah berada diatasnya sementara tangan Luna masih melingkar dileher Steve.Steve mengedipkan matanya memberi kode kepada Luna meminta jatahnya yang terlewat semalam.

__ADS_1


Steve mulai tersenyum nakal tak menunggu lama setelah membaca do'a sebelum bercinta Steve mulai melancarkan aksinya.Bahkan Luna hanya bisa pasrah dengan tingkah suaminya yang telah menindih tubuhnya dengan tubuh kekarnya.


Dibalik selimut berwarna biru kedua insan itu kembali memadu kasih.Dengan lembut Steve melakukan setiap sentuhan kepada sang istri bahkan lebih lembut dari sebelumnya.Karena Steve juga seorang lulusan kedokteran jadi sedikit banyak dia tahu bagaimana memperlakukan istrinya pada masa kehamilan trimester pertama.


Erangan dan desahan dari mulut Luna kembali terdengar Steve terus membungkam bibir Luna dengan bibirnya sedangkan tangan nya mulai menjelajah dan bergerilya.


Bahkan mulut Steve mulai tampak menjelajah kearea bawah.Membuat erangan dan desahan Luna terdengar begitu keras.Namun Steve tak perduli karena dirumah itu kini hanya ada dirinya dan istrinya.


Puas bermain dan mengeksplore seluruh tubuh Luna Kini Steve mulai mengejang setelah mencapai puncak klimaks dari dirinya.Begitupun Luna mencengkeram erat tubuh suaminya.Bahkan meninggalkan bekas cakaran pada punggung Steve.


Dini hari itu mereka kembali lunglai menarik selimut kembali.Dan beristirahat sebentar sebelum adzan subuh terdengar.


*****


" Sayang ayo mandi sebentar lagi adzan subuh ". bisik Steve lembut ditelinga Luna.Luna mulai mengerjapkan matanya bahkan meregangkan semua otot ototnya agar kembali rileks.


" Bie gendong ". rengek Luna dengan manjanya pada Steve dan tersenyum manis bak anak kecil yang meminta gendong ayahnya.

__ADS_1


Melihat tingkah menggemaskan istrinya Steve mengecup kembali bibir istrinya.Bahkan Steve mengangkat tubuh Luna sembari bibir keduanya masih saling berpagutan.Dan Steve mulai menghidupkan kran pada bathup dengan air hangat lalu Luna mandi dibathup sementara Steve dibawah kucuran shower.


******


Tak lama kemudian mereka sholat bersama lalu mengaji walau sebentar.


" Assalamu'alaikum anak daddy udah bangun belum udah sholat belum ". ujar Steve bermonolog pada calon bayinya dengan menempelkan kepalanya pada perut Luna .Bahkan Steve memeluk perut Luna dan menciumnya .Dengan posisi sama sama masih duduk diatas sajadah dan mukenah yang menutupi tubuh Luna.


" Wa'alaikumsalam daddy , adegh udah bangun dan udah sholat kok, kan daddy yang bangunin adegh sama bunda ". Luna kembali menyuarakan anak kecil.Membuat Steve menidurkan kepalanya dipangkuan Luna sembari tangannya terus membelai perut Luna.


" Sayang.... terimakasih ya sudah hadir dalam kehidupan bunda dan daddy.Semoga nanti jadi anak yang sholeh dan sholihah ". imbuh Steve masih membelai perut Luna.


Luna mengusap kepala Steve " Bie aku berterimakasih sekali karena kamu sudah mau merawat bahkan menjaga aku dan calon anak kita , aku mencintaimu bie...aku mencintai kalian ". Suara Luna yang terdengar sedih bahkan matanya mulai tampak berkaca kaca.Steve makin erat memeluk perut Luna bahkan terus menciumi perut rata itu.


Obrolan diatas sajadah itu berlangsung cukup lama.Sebelum Steve pergi kedapur menyiapkan sarapan untuk Luna.Dan Luna kembali ketempat tidur menghidupkan tv dan menonton acara ceramah disalah satu stasiun televisi.


◇◇◇◇◇◇

__ADS_1


Jangan lupa untuk terus mampir ke novel kami.Tunggu kelanjutan kelanjutannya.Jangan lupa Vote serta likenya kami tunggu juga sertakan komentar terbaiknya.Terimakasih😍😍😍😍


__ADS_2