
Sore hari Luna bersiap pulang bersama Reza keduanya sedang menunggu mobil jemputan keluarga Reza didepan lobi hotel.Mereka terpaksa pulang lebih awal karena Atta menelfon perihal opening besok dikota A.
Setengah jam setelah lama menunggu tampaklah mobil Reza memasuki area hotel bersama sopir pribadinya.
Setelah mobil berhenti didepan pintu utama hotel mereka bergegas menaiki mobil tersebut. Kemudian sopir Reza kembali melaju mengendarai mobil majikannya dengan kecepatan sedang.
Lama karena lelah terasa menghampiri tubuhnya Luna akhirnya terlelap disamping Reza. Reza meraih kepala luna lembut diletakkan dipundaknya agar bersandar dibahunya. Reza mengacak pucuk kepala Luna dengan lembut. Lalu kembali mendaratkan kecupan hangat dikening Luna.
******
Ditempat lain Atta masih berkutat dengan lembaran kertas dihadapannya. Membuatnya tampak sibuk hingga tak menyadari kehadiran Nayra dihadapannya. Yang sudah cukup lama berdiri mematung didepannya. Nayra tersenyum tipis ia diam diam memperhatikan Atta selama beberapa hari . " pria ini terlihat tampan dalam kesibukannya , bahkan aura dingin terlihat jelas diwajahnya ". gumam Nayra yang kemudian tersadar dari lamunannya setelah Atta berdehem.
Pipi Nayra terasa terbakar dan memerah karena malu akan kebodohannya barusan yang diam diam mencuri pandang Atta.
" Apa aku terlalu tampan sehingga kamu terus memandangiku begitu terpesona ". ucap Atta tersenyum sinis menyindir Nayra.
Nayra menjadi salah tingkah kemudian ia menyodorkan susunan acara opening besok lalu ia pamit undur diri.Dengan wajah merah merona. Atta menggelengkan kepalanya. Lalu melanjutkan kembali tugasnya yang masih menumpuk. Diusia semuda seperti dirinya dimana masih sepantasnya untuk berkumpul bersama teman sebayanya kini ia habiskan didepan Laptop dan tumpukan kertas . Memikul tanggung jawab yang tak ringan dimana ia juga masih dituntut untuk menjaga adik adiknya.Hal ini membuat Atta terlihat lebih dewasa dan matang dari usia sebenarnya.
*****
Reza mengantarkan Luna ke apartemen. Luna yang masih terlihat letih segera masuk dan merebahkan tubuhnya kasar ditempat tidurnya. Reza lalu pamit pulang.Reza merogoh sakunya hendak menelfon Atta .
Dert....dert...dert... panggilan Reza tersambung.
__ADS_1
" Hallo brooo gue udah sampai nih . Gue udah anter adik tercinta loe ke apartemen . Loe lagi dimana boleh gak gue ke kantor loe.".
Atta mengirimkan alamat kantornya pada Reza. Beberapa menitpun ia tiba dikantor Reza kali ini ia mengendarai sendiri mobilnya sementara sopirnya telah disuruh pulang dengan taxi.
Kantor Atta tampak sepi hanya terdapat beberapa meja saja yang tampak masih berpenghuni. Reza menaiki Lift menuju ruangan Atta.
Tok tok tok ( Suara ketokan pintu ruangan Atta ).
Ceklek... Reza segera masuk dan mengolok salam. " Assalamu'alaikum"....
Atta mendongakkan kepalanya memandang kearah pintu setelah mengetahui Reza yang datang ia kembali meneruskan pekerjaannya yang sebentar lagi kelar.
" Duduk Za...gue lanjutin dulu tugas gue ya . Anggep aja rumah loe sendiri ". Atta mempersilahkan Reza tanpa menatap wajahnya karena masih fokus pada laptop dan lembaran kertas putih dimejanya.
Sementara Atta yang tengah sibuk sesekali melirik tingkah calon iparnya.
" Udah loe apain ajah adik gue segitunya loe lihat fotonya ". ujar Atta kali ini dengan tatapan menyelidik tajam.
" *Ihh... kagaklah mana berani gue ".
" Ohya Ta gue lupa kenapa loe pergi dari rumah mak tiri loe* ". tanya Reza penasaran.
Atta menghela nafas dalam dalam menutup laptopnya dan merapikan berkas berkas yang berserakan dimeja.Lalu beranjak berdiri mendekati Reza disofa.
__ADS_1
" Nyokap tiri gue ternyata menjebak asisten bokap gue Seno. Ia mengancam Seno dengan tuduhan penggelapan dana jika Seno tak menuruti nafsu birahi wanita *** . Seno terpaksa melayani nafsu wanita ***** hingga kemudian gue memergoki mereka berdua dirumah bokap . "
Mulut Reza menganga mendengar cerita Atta.
Atta kembali melanjutkannya ceritanya tentang keinginan Lika untuk menyabotase draft wasiat mendiang ayahnya.Juga kisah masa lalu Agus pengacaranya.Juga tentang semua warisan yang ternyata sudah ayahnya persiapkan semua untuk dirinya dan Luna.
Beberapa jam Atta bercerita panjang lebar. Reza mendesah nafas panjang."Ternyata beban mental kakak beradik ini sangat berat. belum tentu dirinya akan kuat menerima dan menjalaninya ". gumam Reza kagum melihat ketabahan kakak beradik ini.
" Ohya sejak kapan loe jadi Ustadz". ledek Atta membuat Reza tersenyum kecut.
" *Hehehehe". Reza menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
" Sejak Luna menerima cinta gue Ta... saat itu gue berjanji pada diri gue untuk belajar membuang sifat arogan dan sombong gue. Masak iya gue suka sama makhluk ciptaannya tapi gue gak suka penciptanya* ". ucap Reza penuh makna.
Atta menatap Reza dalam dalam. Ternyata keputusannya untuk menyetujui lamaran Reza pada Luna adalah hal yang tepat.Atta yakin Reza akan membuat adiknya bahagia. Dan mencintainya lebih dari dirinya.
◇◇◇◇◇◇
T**erimakasih Readers semua yang telah mampir di novelku semoga suguhan yanh kami berikan bisa memenuhi kepuasan Readers sekalian.
Jangan lupa follow Vote coment n like❤ nya kakak.
Terimakasih 😙😙😙😙**
__ADS_1