Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Pertemuan tak terduga Steve dengan Lunaya


__ADS_3

Pagi pun menjelang suara kokok ayam terdengar merdu saling bersaut sautan. Suara Adzan subuh menggema memanggil seluruh insan manusia untuk segera bertasbih kepada Sang ESA.


Rutinitas yang selalu dilakukan kakak beradik semenjak kecil ini menunaikan sholat subuh berjama'ah hingga kini masih tetap sama tak ada yang berubah. Begitu juga Reza telah tampak rapi dengan sarung dan koko sedang melaksanakan sholat. Siapa yang akan mengira kehidupan Reza yang dulu arogan sombong angkuh dan dingin kini berubah menjadi sosok pria yang taat beribadah , hangat , dan penyayang.


*****


Matahari tampak malu malu keluar dari peraduannya menyinari semesta alam.Di apartemen Atta dan Luna tampak tengah bersiap siap menuju bandara untuk mempersingkat waktu keberangkatannya . Sementara Nayra dan ayahnya juga tampak rapi tengah melaju kebandara terlebih dulu.Mengingat jarak rumah yang lebih kauh dibanding Atta. Atta memerintahkan Nayra untuk berkumpul dibandara demgan pak Agus.


Mobil Atta melaju dengan kencang karena ia memgambil penerbangan terpagi. Yaitu pukul 06.00.


Dikediaman Reza Steve juga tampak telah rapi untuk menghadiri rapat bulanan disalah satu perusahaan papinya dikota A . Yaitu kota yang sama yang akan dituju Luna dan Atta.Jadi Steve juga mengambil penerbangan yang sama dengan Luna tanpa keduanya sadari.


" Za... loe jadi balik hari ini ?" tanya Steve sembari merapikan dasinya dikamarnya sementarra Reza dikasur Steve.


"Emmm..." reza hanya memgangguk.


" Sorry ya Za gue gak bisa nganter loe kebandara . Loe pergi sama sopir aja ya . Gue harus kebandara sekarang ada rapat jam 9 di perusahaan papi dikota A. ucap Steve mendekat ke arah Reza dan memeluknya.


"*Gue berangkat Za takut ketinggalan pesawat ".


Steve bergegas menuju garasi disana sopir pribadinya sudah menunggu didalam mobil*.


Kini Reza sendiri di rumah. Ia menuju kamarnya mengambil ponsel . Reza menghubungi Luna.


Dert...dert...dert... ponsel Luna berdering. Dengan cepat Luna menerima panggilan Reza.

__ADS_1


" Hallo kak Assalamu'alaikum...maaf aku lupa menghubungi kakak karena kak Atta buru buru berangkat . Nih kita udah menuju bandara ". sahut Luna menjelaskan keberadaannya.


" Wa'alaikumsalam...Cinta jangan lupa telfon kakak ya kalau sudah sampai. Inget jaga hati untuk kakak tetap harus jutek sama orang yang tak dikenal.Awas jangan pernah kasih tuh senyuman keorang lain ". Ucap Reza terdengar merajuk dan memberi peringatan Luna karena kesal harus berpisah dengan kekasihnya.


" Iya kak Luna inget semua kok . Kak Reza juga hati hati ya disana . Jangan nakal gak boleh genit. Jangan lupa sholatnya . Jangan lupa rindukan Luna ya ". rengek Luna dengan manja.


Atta tersenyum tipis mendengar percakapan Luna dan Reza. " Jangan khawatir broo pacar loe aman kok . Loe tenang saja fokus sama kuliah . Biar cepet dapet stempel KUA. " ledek Atta menyahut disamping ponsel luna.


" *Okey gue titip calon bini gue brooo , bya cinta emmuach....".


Luna melotot seketika mendengar kata terakhir Reza pipinya kini memerah karena malu. Bagaimana tidak malu kakaknya juga mendengar kecupan Reza diponsel yang di loodspeaker*.


******


Mobil Atta memasuki area bandara. Luna dan Atta berjalan tergesa gesa karena panggilan untuk chek in telah terdengar. Dari arah yang berlawanan tampak Steve juga berlari kecil menuju ruang chek in. Selangkah menuju ruang chek in tiba tiba " Brukk... " tanpa sengaja Steve menabrak seorang gadis didepannya. Hal ini membuat Steve terjatuh dibelakang punggung gadis yang tak lain adalah Luna.


Mengetahui ada sesuatu yang menempel dipipinya. Luna bergegas bangun mendorong Steve dengan kuat. Membuat Steve terpental tak jauh darinya.Luna berdiri merapikan pakaian dan mengambil tasnya yang terjatuh dilantai. Steve berusaha bangun ia menganga melihat siapa gadis yang telah ia tabrak barusan. Detak jantung Steve makin tak beraturan . Dihelanya nafas panjang lalu ia buang berusaha merilekskan otaknya.


" Eh...kalau jalan pake mata donk... main tabrak aja. ". teriak Luna memaki Steve dengan ketus.


Steve tak mampu berucap sepatah katapun. Ia seolah terpana dengan kharisma gadis didepannya. " Gila nih cewek marahnya ajah cantik apalagi juteknya. Pantesan Reza tergila gila mengejarnya ". Gumam Steve dalam hatinya. Steve tersenyum melihat kemarahan Luna dengan bibir yang mengerucut membuat Lunaya makin cantik.


Atta mendekati Luna. Ikut membersihkan pakaian Luna yang tampak kotor dibagian depan.


" Kamu gak papa kan Lun?"

__ADS_1


Luna menggeleng namun tatapannya masih tertuju pada Steve seolah ingin menampar pria itu. Sudah menabraknya mencium pipinya pula. " Dasar laki laki ******


Melihat seorang laki laki mendekati Luna, Steve tersadar dari lamunannya. Ia bergegas menghampiri Atta. Karena Steve sudah tahu dari cerita Reza jadi ia dengan mudah menebak pasti laki laki ini adalah kakaknya.


" Maaf tuan...nyonya saya tidak sengaja ". ucap Steve membungkukkan badannya meminta maaf.


Mendengar ucapan pria didepannya itu Luna jadi geram dibuatnya.


" Nyonya???? Eh tuan matanya udah buta atau rabun ya. Apakah aku setua bibimu sehingga memanggilku Nyonya. "


Bentak Luna dengan tatapan seolah ingin menelan orang didepannya hidup hidup.


Panggilan suara untuk segera melakukan chek in bagi pengunjung yang akan berangkat dengan pesawat **** terdengar kembali.


" Udah jangan diladenin ..... lagian sepertinya dia juga memang tak sengaja membuatmu terjatuh. Nanti setibanya disana kita mampir kebutik untuk mengganti bajumu ". himbau Atta menggandeng tangan Luna lembut menuju ruang chek in.


Kemudian disusul Steve.


◇◇◇◇◇◇


**Haihaihai......gimana makin penasaran kan dengan kelanjutan kisah Lunaya.


"Akan berlabuh kemanakah hati Lunaya nanti???" . Kebimbangan akan menjadi dilema untuk Lunaya.


Tetap ikuti kami ya Readers. Jangan lupa follow Vote Coment n Like ❤.

__ADS_1


Terimakasih😙😙😙😙**


__ADS_2