Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Rumah baru pemberian Ayah


__ADS_3

Teng...teng...teng jam dinding menunjukkan pukul 4 pagi. Kakak beradik yang sudah terbiasa bangun pagi itu pun sudah terlihat rapi siap menunaikan sholat subuh berjama'ah. Sesusai sholat Luna bergegas kedapur menyiapkan sarapan . Sementara Atta tengah berada diruang kerja ia tampak sedang sibuk dengan laptopnya karena bagaimanapun juga ia sekarang harus banyak


belajar cara memgelola bisnis ayahnya.Dilihatnya juga beberapa lembar berkas yang kemarin sempat pak Agus berikan padanya dan ia pun lupa membacanya.


Satu persatu dilihat oleh Atta berkas itu.Dan disana juga terselip sebuah akta jual beli rumah. Atta terkejut saat melihatnya.


" Akta tanah yang mana " gumam Atta seraya mengernyitkan dahinya.


Atta membacanya perlahan dan disimak baik baik tulisan yang tertera . Ternyata ayahnya telah membeli sebuah rumah dari luas yang tertulis di akta tampaknya lumayan luas.Atta bergegas mengambil ponsel dilaci. Ia menghubungi pak Agus.


" Hallo Assalamu'alaikum ". sapa Atta saat panggilan tersambung.


" Iya nak Atta ada yang bisa om bantu? " tanya Agus dengan sopan dan lembut.


" Ehm...begini om , kebetulan saya baru sempat membaca berkas yang om kirim kesaya dan disana ada akta pembelian sebuah rumah dikawasan ***** kalau boleh tahu itu rumah siapa ya om ?".


" Maaf nak sengaja om selipkan dalam berkas kemarin agar nak Atta mengetahui bahwa almarhum ayah nak Atta juga mempunyai sebuah rumah yang cukup luas disana diatas namakan atas nama nak Atta dan nak Luna ". ucap Agus memperjelas pertanyaan Atta.


" *Apa Atta bisa melihatnya om nanti saat jam istirahat "


" Oh tentu bisa nak...kebetulan kunci rumahnya juga almarhum titipkan pada om saat kinjungan terakhir beliau."


" Oke kalau begitu terimakasih om dan maaf menganggu waktu om pagi pagi begini ".

__ADS_1


" Oh ndak mengganggu nak om bersedia membantu apapun yang nak Atta butuhkan ".


" Assalamu'alaikum* ".


Sambungan telefon pun terputus. Sementara Atta masih membolak balikan akta yang dipegangnya. Ia sama sekali tak percaya ayahnya yang sangat cuek dan jarang menunjukkan perhatian padanya dan Luna ternyata menyimpan banyak rahasia yang tidak ia ketahui bahkan ternyata ayahnya pun memberikan hampir semua kekayaannya kepada dirinya dan Luna.


*****


Jam 6.15 waktu setempat mereka tengah sarapan berdua . Atta terlihat tampan dan gagah saat mengenakan setelan jas warna abu muda. Dan rambut yang tersisir rapi berbeda jauh dengan penampilannya sebelumnya. Luna tersenyum melihat kakaknya setampan itu. Seusai sarapan keduanya pun bergegas berangkat.


Atta mengantar Luna kembali kesekolah setelah sempat lama tidak masuk sekolah. Sesampainya didepan gerbang sekolah Luna beranjak turun dari mobil dan mencium tangan kakaknya.


Sesaat pun mobil Atta melesat menuju kekantor. Saat tiba dikantor semua mata karyawan wanita tertuju pada ketampanan Atta. Terdengar beberapa diantaranya berbisik bisik " siapa cowok tampan itu... masih muda lagi ". ucap salah seorang karyawan wanita.


Atta yang memang dingin sikapnya sejak dulu hanya melenggang berjalan menuju ruangannya tanpa menghiraukan semua mata yang tertuju pada nya.


*****


" Hei... Luna akhirnya kamu kembali lagi ". Alin memeluk Luna karena merindukan teman juteknya .


Luna hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Sementara Alin yang super cerewet sejak kedatangannya selalu nyerocos menceritakan kejadian dikelasnya saat Luna tidak masuk sekolah.


Setelah bel berbunyi pelajaran pun dimulai. Kegiatan belajar mengajar hari ini berjalan lancar meski luna telah ketinggalan beberapa bab mata pelajaran namun tak membuatnya menjadi kelabakan akan tugas tugas yang harus ia kerjakan. Dengan kejeniusannya dalam hitungan menit ia mampu menyelesaikan semua tuhasnya demgan baik.

__ADS_1


*****


Jam istirahat pun tiba seperti biasa Luna berlalu menuju kantin dan memesan menu kesukaannya. Setelah menunggu beberapa menit pak Kurdi datang membawa pesanannya. " Mbak Luna apa kabarnya lama ndak ke sekolah ". tanya pak kurdi sambil setengah membungkuk memberikan hidangan yang dipesan Luna.


Luna tersenyum dan menjawab pertanyaan pak Kurdi. ".*Saya baik pak ". Setelah pak kurdi pergi ia segera menyantap makanannya. Setelah bakso dan juice nya telas habis tiba tiba ponselnya berbunyi.


" Assalamu'alaikum Kak Reza ".


" Wa'alaikumsalam...gimana sekolah nya cinta lancar??? gak ada yang godain kan* ?" tanya Reza dibalik telepon sedikit penasaran.


" Hemmm mulai nih Luna tutup mau ". ancam Luna sedikit merajuk.


" Okey okey cinta...". suara Reza terdengar sedikit menahan tawa.


" Kakak sendiri gimana kuliahnya disana. Asyik gak ?"


" Kurang asyik cinta..kamunya sih jauh disana ". Dezah Reza setengah menggoda Luna.


" Hem lagi lagi modus nih... udah ah Luna mau ke musholla kak jam istirahat akan segera berakhir . Emmuachhh jaga hati kakak ya awas ". Tiba tiba Luna menutup panggilan Reza dan berlari menuju musholla.


Sementara Reza dinegara F terlihat tersenyum mengembang mendengar kata kata terakhir Luna. Ia sama sekali tidak menyangka gadis juteknya akan berlaku posesif . Reza menggelengkan kepalanya.


◇◇◇◇◇◇◇

__ADS_1


**Terimakasih atas dukungannya jangan lupa follow Vote coment n Like ❤ nya ya kakak Readers .


Terimakasih**....


__ADS_2