
Steve tampak terkejut dengan perkataan adiknya.
" Oh itu kebetulan ada salah satu karyawan yang sedang sakit jadi kakak menyempatkan diri menjenguknya ". elak Steve
" Kak ntar sore mau gak jenguk Luna dirumah sakit ?" tanya Reza
" Ehm....nanti kakak usahakan . BTW gimana keadaannya ?" tanya Steve balik pura pura tidak memgetahui perihal Luna
" Kata Luna sih udah mendingan kak... mungkin dua hari lagi udah boleh pulang kok ". ujar Reza.
" Kakak udah makan siang belom ?"
" Sudah ". pungkas Steve
Haris yang mendengar ucapan bossnya sontak langsung menjawab " Bukannya anda belum makan sejak tadi pagi boss ?"
Mata Steve seketika melotot tajam menatap Haris seperti hendak menerkamnya.
" Sepertinya ada yang membuat kakak kesal ya hari ini . Ini bukanlah Style Kakak ". ujar Reza mencoba menggoda kakaknya.
" Eh anak kecil tau apa loe.... cepat sana buruan balik gak takut loe ninggalin luna sendiri?"
" Ehhh gua anak kecil???? Kak gini gini bentar lagi Reza akan bertunangan dengan Luna . Masih mending Reza nah kakak sendiri gimana masih Jones alias jomblo ngenes hahahaha ". Reza menertawakan Steve.
Steve melempar ballpoint kearah Reza seraya berkata " *Sialan loe....udah jadi gak makan siangnya ntar keburu mood gua berubah ".
__ADS_1
" Jadilah* ". Reza segera beranjak dan menarik tangan Steve paksa.
Keduanya pun meninggalkan kantor melalui lift khusus presdir.
Haris tersenyum melihat tingkah bossnya yang akhirnya luluh dan mau makan siang juga bersama adiknya.
******
Jam menunjukkan puku 14.00 waktu setempat . Reza dan Steve memasuki sebuah Restoran. Mereka memesan Steack dan lemontea.Keduanya tampak menikmati makan siangnya.
" Kak setelah ini kita jenguk Luna yuk ".
Steve tak menjawab Reza namun hanya menganggukkan kepalanya.
Reza mengamati kakaknya dalam diamnya. " Sepertinya ada yang berubah dari kak Steve , Kenapa setiap gua sebut Luna ekspresi kakak langsung berubah. Bukankah mereka belum pernah bertemu " Gumam Reza penasaran akan perubahan kakaknya.
******
Sampai didepan ruangan Luna hati Steve berdegup kencang. Steve berusaha menghirup nafas dalam dalam dan membuangnya kasar.
Tok...tok...tok...
( Masuk ) sahut Luna dari dalam.Tampak raut muka kaget pada Luna melihat Steve.
" Sayang maaf ya agak kelamaan nunggunya. Ohya kenlin nih kak Steve ". ujar Reza mencoba memperkenalkan kakaknya pada Luna. Kedua insan itu hanya bisa membisu dan saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
" Sayang... kenapa kalian bengong dan saling melihat seperti itu , apa kalian udah saling kenal?" tanya Reza yang keheranan melihat sikap kekasih dan kakaknya.
******
Steve akhirnya mengulurkan tangannya kepada Luna dan memperkenalkan dirinya seolah tidak pernah saling mengenal satu sama lain.
Steve berdiri didekat ranjang Luna menatap wajah luna lembut seolah tersimpan kerinduan.
" Cinta...kakak ke toilet dulu ya ". Reza bergegas pergi ke toilet karena sudah tak dapat menahan sakit perutnya.
Kini yang ada hanya Steve dan Luna. Steve mendekatkan tubuhnya keranjang Luna. Steve meletakkan tangannya dibahu Luna.
" Gimana keadaan Luna sekarang". tanya Steve lembut.
" Ba baik kak...Luna udah lebih baikan kok besok atau lusa mungkin udah dibolehin pulang ". ujar luna seraya tersenyum pada Steve.
Luna menggeserkan tubuhnya dan mencoba menyandarkan tubuhnya ke sandaran ranjangnya. Namun tiba tiba " Auww " rintih Luna.
Mendengar rintihan Luna Steve spontan refleks memegang pundak Luna dan otomatis membuat wajah Steve menunduk dan tampak terlihat lebih dekat jaraknya dengan wajah luna hanya 5cm.
Reza yang keluar dari toilet matanya mendadak melotot saat melihat pemandangan didepan matanya. Reza hanya mengamati tanpa bersuara. Hati Reza seolah mendidih namun ia berusaha menyingkirkan fikiran negatif di otaknya tentang kecurigaannya pada Steve.
" Ehemmm ehemmm... " suara deheman Reza membuyarkan pemandangan itu seketika. Steve melepaskan tangannya dari pundak Luna.
◇◇◇◇◇◇
__ADS_1
**Cieeee.... si Reza lagi kebakaran jenggot nih 😉😉😉 nantikan terus kelanjutannya jangan lupa Vote dan like❤ sebanyak banyaknya kakak.
Terimakasih 😙😙😙❤❤❤**