
Jam menunjukkan pukul 19.30 dari luar tampak Adit beserta orang tuanya telah tiba dikediaman Lika. Lika Atta Aida beserta Puput dan Sita berdiri berjejer didepan pintu menyambut kedatangan Adit beserta keluarga.
Lika yang dulu selalu mementingkan status sosial seseorang kini ia harus menerima kenyataan bahwa semua harapannya tak sesuai dengan mimpnya selama ini.
" Malem...ma , kak...". Sapa Adit mencium tangan Lika dan Atta . Serta berjabat dengan Sita serta puput.Disusul kedua orang tua Adit.
Mereka duduk disofa ruang tamu Sita dan Puput tampak keluar dari dapur membawa nampan berisi Minuman dan kue.
Lika mempersilahkan calon besannya. Mencicipi minuman serta kue yang dibuatnya.
Dalam perbincangan itu Atta sebagai kepala keluarga menengahi akan maksud dan undangan keluarganya. Setelah membicarakan tentang pernikahan Aida mereka berjalan menuju meja makan.
Berbagai macam hidangan tersedia dimeja makan. Makan malam kali ini berjalan lancar. Dua jam pun berlalu. Keluarga Adit berpamit mohon undur diri karena hari sudah malam.
Lika beserta anak anaknya mengantar kepergian keluarga Adit sampai depan pintu rumah. Sesaat pun keluarga Adit berlalu meninggalkan rumah Lika
Lika masuk kedalam dapur bermaksud menyiapkan beberapa makanan untuk Luna.
" *Ma Atta pamit dulu. Atta masih harus melihat beberapa laporan yang belum sempat Atta lihat tadi ".
" Eh...sayang mau kemana nih mama udah siapin makanan untuk Luna kasihan kan dia sendirian dirumah pasti lapar* ". ucap Lika berjalan kearah Atta berusaha mengambil hati Atta.
Karena takut menyinggung perasaan Lika Atta pun membawa rantang berisi makanan yang disiapkan Lika.
" Kakak gak nginep sini ". ujar Sita dan Puput sembari bergelayut pada kedua lengan Atta.
Atta tersenyum memeluk kedua adiknya itu.
" Kalian jangan sedih Lusa kakak kesini lagi bersama kak Luna ".
__ADS_1
" Benar kah kak...kami sangat rindu kak Luna ". ujar Sita dan Puput manja.
Atta pun beranjak pergi berjalan menuju halaman rumah karena pak Edi sudah datang untuk menjemputnya.Lika mengantar kepergian Atta sampai pintu. Sebelum Atta pergi ia berpesan pada Lika.
" Ma...tolong bilang ke suami mama untuk hadir esok hari di pernikahan Aida. Jangan lupa pula mama serta Aida harus memeriksakan kandungan. Karena biar bagaimanapun anak itu sama sekali tak berdosa. Ujar Atta mencium tangan Lika.
Kemudian beranjak pergi bersama pak Edi.
Atta tiba diapartemen sekitar pukul sebelas malam.
" Pak ini untuk bapak saja " ucap Atta sembari menyodorkan rantang pemberian Lika.
******
" Pagi kak..." Sapa Luna yang tengah menunggu kakaknya dimusholla terlebih dulu.
" Eh...udah bangun kamu Lun ". balas Atta sambil berjalan memasuki musholla.
" Gimana acara semalem kak ?" tanya Luna sambil mencium tangan Atta seusai sholat.
" Alhamdulillah lancar. Ohya Lun semalem mama ngirim makanan untuk kamu , karena kakak sampai sudah malam maka kakak suruh pak Edi untuk membawa rantang titipan mama".
" Owh...iya gak papa kak ". jawab Luna sambil mengerucutkan bibirnya.Luna pun segera beranjak dari musholla menuju kamarnya hendak menelfon Reza karena beberapa hari ini sepasang kekasih ini sama sama disibukkan oleh tugas masing masing.
" Assalamu'alaikum Cinta sayang...". Sapa Reza setelah menerima panggilan telfon dari Luna.
" Wa'alaikumsalam ". balas Luna dengan suara manjanya.
" Tumben pagi pagi udah telfon sayang , ada apa ? kangen ya sama kakak ". Ledek Reza
__ADS_1
" Ihhh kak Reza pa an sih...kumat deh genitnya". ujar Luna tampak cemberut dan kedua bibirnya maju kedepan.
" Kak...". panggil Luna
" Iya sayang...kakak akan dengerin semua perkataan ratu kakak ini ". Suara Reza terdengar lembut kali ini.
" *Kak...Lusa Aida akan menikah kak ".
" Uhuk*...." Reza tersedak oleh salivanya.
" Apa yang kamu bilang sayang. Aida mau menikah bukannya umur dia masih dibawah kamu terus gimana dengan sekolahnya". tanya Reza nyerocos penasaran.
" Aida hamil kak ". ucap Luna lirih.
" What....." suara Reza tedengar keras ditelinga Luna.
" *Kamu gak salah bicara kan cinta ? gak bercanda kan??"
" Ya enggak lah kak masak iya hal semacam ini dibuat becanda gak lucu ah ".
" Terus mama tirimu setuju sayang?"
" Iya kak...dan kata kak Atta sih dia udah jadi istri kedua pengusaha garment gitu. Katanya istri pertamanya gak bisa mempunyai keturunan gitu* ".
Reza terdiam sejenak dan berfikir." pengusaha garment dan belum punya keturunan apa jangan jangan...om Haris sepupu papi ". gumam Reza penasaran yang masih belum yakin.
" Kak...kok diem kenapa kak ?"
◇◇◇◇◇
__ADS_1
**Terimakasih banyak atas kunjungannya dinovel pertama kami. Semoga puas atas alur ceritanya.Jangan lupa Vote Coment n likenya ❤ kakak .
Terimakasih 😙😙😙❤❤❤**