Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Kecemburuan Lunaya pada Reza


__ADS_3

Siang yang terik itu Atta sangat disibukkan dengan urusan kantor cabang baru yang akan opening besok. Atta menelfon sekertaris barunya menyuruh untuk menghandle acara besok. Sekertaris baru Atta tak lain adalah putri semata wayang dari pak Agus. Beberapa hari yang lalu Atta mengeluh pada Agus ia membutuhkan seorang sekertaris baru yang handal dan yang bisa membantu mengatur semua jadwalnya. Sekertaris baru itu bernama NAYRA PUTRI INDIRA . Umur Nayra hanya terpaut 2 tahun dari Atta.


*****


Nayra baru bekerja tiga hari namun ia sudah terlihat cekatan membantunya mengatur jadwal dan lain lain. Atta sama sekali tidak mengetahui bahwa wanita cantik bak super model itu. Adalah putri Om Agus orang yang selama ini terus membantunya sekaligus pengacara keluarganya. Yang ia tahu hanyalah Om Agus telah memilihkan sekertaris baru untuknya setelah beberapa waktu lalu ia sempat mengeluh dan butuh seorang sekertaris.


*****


Hari menjelang sore Reza dan Luna sudah kembali menuju hotel. Mereka terus saling menggenggam saat menyusuri lobi hotel menuju lift. Semua mata recepsionis tersenyum melihat kemesraan mereka.


Luna hanya terlihat jutek dan ketus mengetahui para staff wanita hotel terus memandangi babyface milik kekasihnya itu.


Reza melirik Luna yang sedang cemberut.Ia tersenyum puas gadis jutek kekasihnya itu terbakar cemburu.Sesampai didalam lift yang hanya ada mereka berdua. Reza merangkup wajah Luna dengan kedua tangannya dengan tatapan lembut. Namun Luna masih terlihat kesal dan cemberut. Sesaat Reza mencium bibir mungil Luna dengan lembut dan dalam. Kali ini Luna juga membalasnya.


Sesaat Reza lupa akan janjinya pada Atta. Untuk tidak mencium Luna. Namun hati dan akalnya bertolak belakang.Reza melupakan sesaat peringatan sang kakak ipar . Ia hanya berusaha menenangkan kekasihnya yang kini terbakar cemburu. Setelah tersadar akan kekhilafannya. Reza mengakhiri ciuman merka. Kini ia menatap Luna dalam dalam sambil memegang kedua bahu Luna.


" Tatap mata kakak... dengar, biarpun seribu wanita cantik menggoda kakak yakinlah hati kakak akan selalu tertutup untuk mereka.Jangan biarkan lelaki manapun menciummu. ". Reza memegang bibir Luna dengan jari telunjuknya.


" Hanya aku yang boleh mencium tempat ini mengerti ".


Ucapan Reza mungkin terdengar egois namun ia benar benar mencintai Luna begitu dalam.Reza berniat memberitahukan hubungannya papa Mirna maminya.Untuk segera melaksanakan pertunangannya kalau perlu ia ingin sesegera mungkin menikahi Luna saat Luna kelas tiga nanti.


Luna menunduk dan berkaca kaca lalu dipeluknya Reza erat. Terdengar suara lirih Luna.


" Jangan pernah tinggalin Luna kak...Luna takut."


Reza membalas pelukan Luna. Kini ia mendaratkan sebuah kecupan lembut dikening Luna.

__ADS_1


" Tak kan pernah cinta...". ucap Reza mendekap erat Luna. Kini Luna telah tiba dikamar hotel. Reza mengantar ke dalam kamarnya lalu pamit kembali kekamarnya.


Didalam kamar hotel Reza sedang melakukan panggilan dengan Mirna. Tak butuh waktu lama untuk Mirna mengangkat panggilan dari Reza.


" Assalamu'alaikum mih...". sapa Atta dari balik ponselnya.


" *Wa'alaikumsalam...tumben anak mamih nelfon gimana liburannya disana sayang".


" Baik mih*...". Reza terdiam beberapa saat ia takut mengatakannya tapi ia membulatkan tekadnya akan melakukan apapun untuk kekasihnya agar resmi menjadi miliknya.


" *Kok diem...kenapa sayang?"


" Ehmmm... mih Reza mau cerita sesuatu sama mamih."


" Apa sayang mami penasaran , jangan bikin mami khawatir ah ".


" Mamih pernah melihatnya kok ".


" Beneran mamih pernah bertemu dengannya sayang kapan?". Mirna mencoba mengingat ingat dan penasaran. Sesaat Reza mengirim foto Luna yang semalam mereka ambil saat ia melamar Luna.


" Mami bukalah pesan yang Reza kirim ".


Mirna segera melihat pesan dari anak bungsunya. Ia terlihat kaget melihat foto itu . Sementara panggilan telefon masih berlangsung.


" Apa bener dia orangnya sayang. Dia kan anak tiri Lika temen mami yang waktu itu ngajak kamu ke pesta anaknya Aida. Terus sejak kapan sayang kalian saling kenal".


Mirna makin penasaran.

__ADS_1


Reza lalu menceritakan awal pertemuan mereka hingga saat ia mengejar Luna selama dua tahun begitupun kejadian pahit yang dialami Luna beberapa bulan yang lalu.Hingga akhirnya Luna luluh dan menerima cintanya.


Mirna terdiam mendengar semua cerita Reza. " Ternyata gadis inilah yang telah merubah anak bungsunya menjadi lebih terbuka dan hangat. Bahkan sekarang mau memperdalam ilmu agama yang tak pernah ia ajarkan dari kecil.Bahkan Reza yang dulu suka kelayapan dan selalu pulang tengah malam kini berubah menjadi pribadi yang lebih suka menghabiskan waktunya berdiam diri dirumah untuk belajar dan berkumpul bersama keluarga ". gumam Mirna berdecak kagum


Ia tak memungkiri bahwa gadis itu jauh terlihat lebih cantik dan anggun daripada Aida. Tapi bagaimana ia akan menjelaskan semuanya pada Lika sedangkan ia sangat menyayangi anaknya Reza dan tak ingin menyakitinya. Disisi lain ia juga menerima tawaran Mirna untuk menjodohkan Reza pada Aida.


Mirna menjadi dilema dengan semua yang terjadi semua terasa begitu mendadak. Ia terlihat mondar mandir di ruang keluarga dan ponsel masih menempel di telinganya.


Terdengar suara Reza memanggil manggilnya.


" *Mih... mamih masih disana kan".


" Ee... iya sayang mami masih disini ".


" Mamih kapan mau menemui Luna mih* "


tanya Reza terdengar merengek.


" Baik baik jika papi sudah ada waktu senggang mami akan mengajaknya pulang menemui calon menantu mama ". ujar Mirna mencoba menenangkan anak bontotnya.


Beberapa saat pun panggilan berakhir.


◇◇◇◇◇◇◇


**Terimakasih banyak ya buat Readers setiaku. Semoga Author mampu menuliskan karya yang bisa memuaskan hati Readers semua.


Jangan lupa mampir untuk kasih Vote Coment n like ❤ ya .

__ADS_1


Terimakasih😙😙😙😙**


__ADS_2