Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Pertemuan Atta dengan Aditya dikampus


__ADS_3

Siang hari Atta keluar dari kantornya ia akan mencari alamat kekasih Aida. Saat ini pak Edi yang menemani Atta.


Atta sengaja menemui Aditya dikampusnya.


Setelah meminta izin Satpam untuk bertemu dengan Adit. Akhirnya Satpam memanggilkan Adit menemui Atta.


Atta sengaja mengajak Aditya duduk disalah satu bangku ditaman kampus itu.


Tampak Adit kebingungan siapa pria yang mencarinya.Adit mendekati Atta.


" Maaf apa benar anda mencari saya mas ?"


tanya Adit sambil mengulurkan tangannya berjabat dengan Atta.


Atta menyunggingkan senyum dibibirnya. Menerima uluran tangan Adit.


" Perkenalkan saya Atta kakak Aida ".


" Uhuk...". Adit tersedak oleh salivanya sendiri.


Adit ketakutan dengan kedatangan Atta. Wajah Adit mendadak pucat pasi. Keringat dingin mulai mengalir dari dahinya berkali kali ia seka dengan tangannya.


Mengetahui Adit ketakutan akan kedatangannya. Atta mencoba bersikap ramah dan tenang.Ia tak ingin pria ini meninggalkan Aida.

__ADS_1


" Tenang saja...aku tidak akan melukaimu. Aku hanya ingin kamu bertanggung jawab pada adikku Aida. Ujar Atta menepuk pundak Adit. Atta menatap dalam mata Adit ia sebenarnya tidak tega jika harus melakukan kekerasan karena bagaimanapun juga mereka melakukannya atas dasar kemauan sendiri.


" *Tapi mas...saya masih kuliah bagaimana saya akan menghidupi adik anda beserta anak kami nanti ".


" Kamu tenang saja...kamu bisa bekerja dikantorku sambil tetap melanjutkan kuliah. Karena kuliahmu pasti adalah harapan orangtuamu. Masalah Aida biarkan ia melanjutkan sekolahnya sampai setelah melahirkan nanti*. " Atta berusaha menenangkan ketakutan Adit.


Mendengar perkataan Atta wajah adit kini sedikit lebih ceria sudah tak tampak pucat.


" Tapi mas....aku hanyalah orang biasa bukan orang kaya seperti mas. Apa mungkin mama mas mau menerima saya ". ucap Adit sedikit ragu dan gugup.


" Kamu tenang saja...masalah mama aku yang akan atasi. Cukup kamu tanggung jawab pada Aida dan janinnya itu saja sudah cukup. Masalah tempat tinggal aku akan carikan kalian kontrakan sementara dulu ". ucap Atta meyakinkan Adit.


" Dua hari lagi pernikahan kalian akan diadakan. Aku harap malam ini kamu datang kerumah beserta orangtuamu. Aku akan urus semua keperluan kalian nanti".


Adit tertunduk lesu meratapi kebodohannya . Ya karena kebodohannya ia kini harus menikah muda dan memikul tanggung jawab sebagai suami.


******


Atta kembali memasuki mobil bersama pak Edi. Atta mengambil ponselnya disaku jas Hendak menghubungi Mirna.


" Hallo...ya sayang ... bagaimana dengan Adit apa sudah bertemu ". Tanya Lika penasaran diseberang telfon.


" Iya...malam ini bersiaplah orang tua Adit ku undang makan malam dirumah sekaligus membicarakan pernikahan Aida ". ujar Atta datar tanpa ekspresi.

__ADS_1


" Ba..baiklah sayang mama akan segera memberitahu Aida untuk bersiap ". ujar Lika tergesa gesa mengakhiri telfon karena ia merasa lega akan nasib anaknya.


*****


Atta kembali kekantor jam sudah menunjukkan pukul 14.30. Dikediaman Lika, tampak sibuk memasak untuk persiapan makan malam.


" Ma...apa benar mama akan menerima kak adit jadi menantu mama ". tanya Aida sedikit takut .


" Aida...siapa sih orang tua yang gak berharap anak gadisnya menikah dengan pemuda yang mapan. Mama sadar meskipun mama matrealistis tapi mama tidak boleh egois. Apa yang dikatakan kak Atta benar. Semua ini salah mama andai saja mama lebih memperhatikan kalian dan tidak sibuk mencari kesenangan sendiri pasti kalian akan baik baik saja." Ucap Lika yang kini matanya tampak berkaca kaca.


Aida dan Lika sibuk memasak didapur. Untuk persiapan makan malam. Aida pun memeluk mamanya.


" Maafkan Aida ma...Aida telah membuat mama malu " ucap Aida disela isak tangisnya.


Lika menyeka air mata Aida. " Tak perlu meminta maaf sayang. Mama sudah memaafkanmu. Semua terjadi karena kelalaian mama. Berterimakasihlah pada kak Atta yang telah bersedia menemui Adit dan membuat Adit mau bertanggung jawab ". ujar Lika berusaha tersenyum diantara suara isak tangis.


*****


Sore hari Luna pulang dari sekolahnya. Perutnya sudah tak sabar menanti,, semua penghuni perutnya memberontak meminta jatah mereka.


Luna menuju swalayan terdekat dari apartemen.Ia membeli beberapa camilan dan minuman untuk menemaninya menonton TV.


◇◇◇◇◇◇

__ADS_1


**Hai Readers sekalian jangan pernah bosen untuk terus mengikuti kelanjutan kisah Lunaya. Dukunglah kami dengan cara klik Vote. Tak lupa tinggalkanlah jejak coment terbaiknya dan kilk like ❤


Terimakasih 😙😙😙❤❤❤**


__ADS_2