Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Firasat Reza


__ADS_3

Malam hari seusai sholat Isya' Luna merebahkan tubuhnya dikasur ia menatap langit langit kamarnya. Rasa lelah menghampiri sekujur tubuhnya. Ia meraih ponsel yang tergeletak disebelahnya karena Reza tadi dihubungi tak bisa.


Dert...dert....derttt... ( bunyi ponsel Reza )


Panggilan tak terjawab lagi. Luna mulai kesal kenapa Reza tak bisa dihubungi dari tadi. Ia lempar asal ponselnya diranjang dengan wajah kesal. Luna bangun menuju meja belajarnya. Melihat jadwal pelajaran apa yang akan ia persiapkan untuk sekolahnya besok.


satu jam mengutak atik buku pelajaran. Luna keluar kamar menuruni anak tangga. Ia menuju kamar kakaknya namun tidak ada. Ia mencari ke ruang kerja disanalah kakaknya berada. Karena Atta terlihat sibuk dengan laptopnya Luna mengurungkan niatnya menemui kakaknya. Ia kembali berjalan menuju dapur. Belum juga sampai dapur langkahnya terhenti dimeja makan ada beberapa bungkusan sepertinya Atta memang sengaja memesan makanan dari luar karena takut adiknya lelah akibat perjalanan seharian .


Luna menghampiri meja makan dilihatnya bungkusan itu. Perutnya yang tadinya santai tak berbunyi sekarang mendadak berontak "kruk kruk." Luna bergegas menuju dapur mengambil piring dan sendok.


Atta menghampiri Luna yang sudah siap beraksi dengan makanannya. Ia hendak memasukkan makanan ke mulutnya tiba tiba Atta bersuara.


" He....sejak kapan adik kakak makan tanpa menunggu kakaknya. " goda Atta sambil mengacak rambut Luna.


" Abis kakak sih kerja mulu .Luna tadi ke ruang kerja kakak. Luna lihat kakak sibuk jadi Luna fikir mau masak didapur eh...taunya kakak ku yang baik hati ini udah memesan makanan . " jawab luna sambil mengerdipkan matanya ke arah Atta dengan manja.


Atta pun duduk dan mengambil makanan yang sudah disiapkan Luna diatas piring. Keduanya kini tampak menikmati makan malam dengan lahap. Semua makanan yang dipesan Atta tampak bersih tak bersisa. Luna membereskan piring kedapur. Lalu kembali kekamarnya. Baru juga sampai tangga suara ponsel Luna berdering. Luna bergegas menuju kamarnya.

__ADS_1


" Hallo Assalamu'alaikum kak Reza ". Sapa Luna dalam panggilan VC.


" *Wa'alaikumsalam...maaf cinta tadi ponsel kakak lowbatt terus sampai dirumah mami ngajak kakak nemenin mami belanja ".


" Kirain kak Reza udah gak mau angkat telfon Luna karena kecantol sama gadis disana* ". ucap Luna mengerucutkan bibirnya terpasang wajah sewot. Luna pun merebahkan dirinya tengkurap dikasur sambil ponsel diletakkan dihadapannya tersandar diranjang.


" He eh...baru juga telat angkat telfon udah segitunya ngambeknya. Ntar manisnya ilang loh ". ledek Reza melihat wajah cemberut Luna diponselnya.


" Kak maafin Luna ya. " kali ini wajah Luna berubah murung.


" *Maaf kenapa sayang...kakak yang harusnya minta maaf karena baru sempat hubungin kamu ".


" Sayang....stop dont cry...coba cinta ceritakan sama kakak apa yang terjadi disana. Kakak janji gak akan marah ". ujar Reza berusaha menenangkan Luna.


" Tadi pas buru buru masuk ruangan Chek in tiba tiba ada cowok brengsek yang menabrak Luna dari belakang Luna terjatuh kak terus pria brengsek itu jatuh dibelakang tubuh luna huh....huh...huhhhh ". Kali ini tangisan Luna makin kencang.


" Hah hahah hahaha.... Reza malah tertawa diseberang sana ".

__ADS_1


Luna yang tadinya menangis kini malah emosi melihat tawa Reza.


" Huahhh huahhh huahhh...kak Reza jahat Luna belum selesai cerita kak Reza malah ketawa bahagia. Bukan cuma jatuh diatas punggunggungku kak...dia mencium pipiku ". Luna berteriak dalam tangisnya.


Reza terdiam setelah mendengar ucapan Luna barusan. Tiba tiba jantungnya berbunyi jleg.... Seakan badai dalam hubungannya dengan Luna akan menghampiri.


Luna sudah terdiam dari tangisnya. Ia menyeka sisa air mata dipipinya kasar.


" Tuh kan....kak Reza pasti marah sama Luna. Tapi sumpah kak , Luna gak sengaja pria brengsek itu yang menabrak duluan hingga Luna tarjatuh dan dia mencium pipiku tanpa sengaja kak". ucap Luna merasa khawatir dengan diamnya Reza. Luna menatap dalam wajah Reza diponselnya seakan meminta pengampunan.


" Cinta...ngomong apa sih kakak gak marah kok. Cinta kan udah berusaha jujur dan terbuka sama kakak masak iya kakak malah marah. Kakak bersyukur karena Cinta sangat menghargai kakak sampai gak mau menyembunyikan sesuatu dari kakak ". ujar Reza mencoba menenangkan hati Luna meski hatinya merasa ada sedikit rasa kecewa dan ketakutan. Ya benar disini bukan salah Luna tapi ia merasakan firasat yang tidak enak.


Setelah lama berkomunikasi lewat VC hampir dua jam luna pun tak terasa tertidur dan mengabaikan Reza yang jauh disana. Namun Reza tak merasa marah ia malah semakin gemas saat melihat Luna sampai tertidur hampir setiap ia VC dimalam hari.


◇◇◇◇◇◇


**Terimakasih tak terhingga telah sudi mampir ke novelku kakak. Semoga ceritanya bisa memenuhi harapan Readers semua.

__ADS_1


Jangan lupa follow Vote n Coment terbaiknya supaya Author makin semangat update ceritanya. Jangan lupa like nya ❤ ya...


Terimakasih**.


__ADS_2