Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Sadarnya kembali Luna dan Steve


__ADS_3

Dokter Handi beserta dokter kandungan segera masuk kembali disana mereka menatap kedua layar monitor yang terus berbunyi kembali. " Subhanallah..." ujar dokter Handi dengan senyuman bahagia melihat sebuah mukjizat benar benar terjadi kembali kepada Steve.Dokter Handi segera memeriksa kembali Steve begitu juga dokter kandungan yang tampak memeriksa Luna.


Lama keduanya melakukan pemeriksaan akhirnya mereka menghela nafas panjang.


" Alhamdulillah Tuhan akhirnya mempertemukan mereka kembali dan menyatukannya kembali ". gumam dokter Handi merasa bersyukur dan berlinang air matanya menyaksikan keajaiban Tuhan.


" Selamat.... berterimakasihlah kepada Allah yang telah menyatukan mereka kembali semoga mereka akan bahagia selamanya ". ujar dokter Handi saat keluar dari ruang operasi.


Membuat semua penunggu menangis bahagia dan bersyukur.Tampak Atta yang masih menangis sesenggukan dalam pelukan Sari. " Bu...berterimakasihlah sama Allah masih memberi ibu kesempatan untuk bertemu Luna.Jangan lagi ibu sia siakan dia , selama kecil dia tidak pernah bahagia sekarang ibu harus merawatnya beserta cucu ibu ". suara Atta dalam isak tangis nya.


" Iya nak ibu pasti akan merawat kalian , kalianlah penyemangat ibu hingga bisa bertahan sampai sekarang ". ujar Sari membalas pelukan anak sulungnya yang wajahnya kini juga dipenuhi deraian air mata.


Usai melewati masa kritisnya Luna dan Steve dipindahkan dalam satu ruangan atas permintaan Atta kepada dokter Handi ayah tirinya sekarang.


" Terimakasih dokter...ehmm bolehkah...sa saya memanggil dokter dengan sebutan ayah " suara Atta terbata bata menatap dokter Handi yang baru saja selesai memeriksa Steve dan Luna disaksikan beberapa mata yang tak lain adalah Mirna Andrew Reza Nayra dan Sari.


Mata dokter Handi tampak berkaca kaca tanpa bicara ia menoleh kearah Atta dan langsung memeluknya erat layaknya anak sendiri bahkan airmatanya pun kini mengalir diwajahnya.


" Tentu saja boleh nak...aku sangat berterimakasih Allah telah mengambil putraku dan menggantikannya dengan putra putri yang baik seperti kalian ". Kemudian Sari juga menghambur memeluk suami dan anaknya.Membuat haru semua yang ada diruangan itu.


******

__ADS_1


Bayi Luna telah dipindahkan kedalam box dan diletakkan ditengah tengah antara brankar Steve dan brankar Luna.Keesokan harinya Luna mulai sadar terlebih dulu saat suara tangis bayinya terdengar keras memenuhi ruangan.Luna mulai mengerjapkan matanya pandangannya mengitari seluruh kamar.


" Alhamdulillah sayang kamu akhirnya sadar juga ". seru Mirna mendekat keranjang Luna dan mencium keningnya .


" Mi... bayiku laki laki atau perempuan ". suara Luna masih terdengar serak yang mulai beranjak duduk dan dibantu Mirna.


" Eh...sayang hati hati jangan terlalu banyak bergerak dulu ya , kan luka bekas jahitan operasinya belum sembuh sayang ". ujar Mirna membelai pucuk kepala Luna dengan lembut.


" Selamat ya sayang kamu udah beri mami seorang cucu yang cantik dan lucu sekali ". ujar Mirna dengan wajah berbinar kembali mengecup kening Luna.



" Sayang...akhirnya do'a kamu terkabul , saat kamu tidak sadar dan hendak dioperasi suamimulah yang kebetulan menemanimu bersama berjuang diruang operasi ". suara Mirna terlihat antusias namun matanya menetes air mata haru dan bahagia.


" Mak maksud mami kak Steve masih hidup ". suara Luna terdengar antusias sekali bahkan seketika mencoba memaksa duduk.


" Iya sayang...lihatlah dia juga sedang dirawat disampingmu ". ujar Mirna menuntun Luna mendekati ranjang suaminya.Mata Luna mulai menucur air mata yang tak dapat terbendung lagi " Hubbie ". suara Luna tepat ditelinga Steve bahkan airmatanya menetes pada wajah Steve.Luna menghujani wajah Steve yang maaih tertidur dengan ciuman bertubi tubi.Terlihat keharuan serta kerinduan yang tak dapat terbendung lagi dari dalam diri Luna.


Suami yang sudah sangat dirindukan sekali kasih sayangnya belaiannya juga canda tawanya.Luna mengecup tangan Steve dan meletakkan tangan Steve diwajahnya.


Hati Mirna terasa sakit dan sesak bagaimana ia dapat memberi tahu menantunya yang baru sadar dari koma tentang kenyataan bahwa suami yang dirindukannya selama ini sudah tak mengingatnya lagi.Hanya namanya saja yang diingatnya.

__ADS_1


Dengan derai air mata Mirna mendekat kearah Luna dan menepuk pundaknya." Sayang kamu harus kuat ya...mami minta maaf terpaksa mami harus mengatakan kebenaran ini ". Ujar Mirna menatap kedua bola mata Luna.Luna menatap kebingungan kearah Mirna .


" Kenapa mami menangis sebenarnya ada apa mi ada apa dengan kak Steve ". wajah Luna berubah cemas tampak kegelisahan seketika.


" Sayang suamimu saat ini sedang mengalami amnesia dan dia lupa akan semua keluarga bahkan apa yang terjadi padanya.Yang diingatnya hanyalah namanya dan namamu saja ". seru Mirna dengan kesedihan yang sudah tak dapat disembunyikan.


" Hiks hiks hiks...bie...kamu pasti telah banyak melewati masa masa sulit selama ini, kamu pasti tersiksa dengan kondisi yang seperti ini.Aku tak perduli bie sehilang apa ingatanmu aku akan selalu disampingmu membantumu mengingat semuanya.Kamu masih mengingat namaku itu sudah cukup setidaknya itu membuatku yakin bahwa selama ini kamu tidak pernah melupakanku cintamu padaku begitu besar bie , sekaranglah saatnya aku menunjukkan kebesaran cintaku padamu hiks hiks hiks ". tangis Luna menjadi memenuhi ruangan itu bahkan bayinya juga mulai menangis jadi Mirna berusaha menggendongnya.


Luna memeluk erat tubuh suaminya dan airmatanya masih menetes pada wajah Steve membuat Steve akhirnya menggerakkan tangannya dan mulai mengerjapkan matanya.


Luna masih terus memeluk Steve tak menyadari jika Steve sudah mulai membuka mata." Ka kamu siapa ". suara Steve memgagetkan Luna dan membuat Luna melepaskan pelukannya." Hubbie...Alhamdulillah kamu akhirnya sadar lihatlah bie aku sudah berjuang melahirkan anak kita dia cantik sekali bie wajahnya mirip sekali sama kamu ". seru Luna antusias berusaha tersenyum dan menyeka kasar air matanya.


Beberapa bayangan mulai terlintas kembali saat Steve berusaha mengingatnya.Yang awalnya hanya buram dan gelap kini lebih jelas.Wajah Luna senyum Luna terus terlintas diotaknya bahkan bayangan saat Luna masih belum mengenakan hijab.Meski tak mengingat semua tapi sedikit demi sedikit kepingan ingatannya mulai ia dapatkan kembali.Steve menatap dalam wajah Luna bahkan menoleh kearah Mirna yang sedang menggendong bayinya.Tampak Mirna menangis sesenggukan sambil menatap wajah anak sulungnya yang sudah sangat dirindukan.


" Sayang lihatlah bayi kalian lucu sekali " seru Mirna mendekatkan wajah bayinya kearrah steve dan Luna.Steve hendak memeluk Luna namun ragu ragu.Tapi Luna tak menghiraukan itu ia kembali memeluk erat tubuh suaminya bahkan ia tumpahkan segala kerinduan yang tersimpan selama ini.


" Bie mulai sekarang aku akan membantumu menemukan kembali ingatanmu yang hilang kita sama sama berjuang dan berusaha melewati semua ujian ini aku yakin kita bisa melewatinya bie ". ujar Luna setelah melepas pelukannya tanpa malu Luna mengecup bibir Steve dengan lembutnya membuat Steve tersenyum.


◇◇◇◇◇◇


Mohon maaf kalau Up nya baru bisa sekarang karena seharian tadi masih pemulihan.Terimakasih dan jangan Lupa follow rate Vote serta like dan komentarnya.😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2