Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Luna berziarah ke makam sang Ayah


__ADS_3

Dua hari setelah kepindahannya ke appartement barunya. Luna mengajak kakaknya untuk berziarah ke makam sang ayah.


" Kak....hari ini aku kangen ayah..." ujar Luna sambil tertunduk dan matanya berkaca kaca saat sedang sarapan pagi bersama kakaknya.


Atta yang melihat adiknya bersedih , menghampirinya ,Atta berjongkok dibawah kursi Luna dan memegang wajah Luna. Diseka air mata Luna yang kini telah jatuh dipipi mulus adik kesayangannya.


Atta memeluk Luna diusapnya puncak kepala Luna , lalu di angkat wajah luna dengan kedua tangannya seraya berkata. " Jangan pernah menangis lagi... mengerti? ... Kakak ingin mulai sekarang kamu harus selalu tersemyum ".


Luna menganggukkan kepalanya dan mencoba tersenyum agar sang kakak tidak mengkhawatirkannya.Atta kembali duduk dimeja makan dan melanjutkan sarapannya begitu juga Luna.


" Sebentar lagi bersiaplah kakak akan membawamu menengok ayah. Sekalian kita mampir ke bengkel untuk


mengambil mobil ayah". ujar Atta.


Luna mengangguk tersenyum. Selesai sarapan Luna membereskan meja makan dan mencuci piring. Lalu berganti pakaian dan menghampiri kakaknya yang sudah menunggunya didepan dengan Taxi yang telah Atta pesan.


*********


Sesaat Taxi melaju kearah tempat pemakaman umum yang letaknya lumayan jauh dari Appartement Atta. Hampir satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di TPU .


Atta berjalan menyusuri jalan yang penuh dengan rerumputan hijau dengan dikelililingi gundukan batu nisan. Beberapa langkahpun mereka telah sampai didepan makam Almarhum Sumartono.


Luna terasa lemas seketika melihat makam sang ayah. Kejadian di Rumah Sakit waktu itu teringat kembali di benaknya. Atta mendekap tubuh Luna yang hendak terjatuh. Kini mereka duduk setelah beberapa saat Luna sudah lebih tenang.Mereka membaca do'a dan menabur bunga.Saat itu tangis Luna pecah kembali.


" Ayah.... maafin Luna ... Luna bukan pembunuh ayah...."hiks hiks hiks rancau luna dalam tangisnya.


Atta segera membawa pergi luna dari makam sang ayah. Atta takut Luna akan mengalami trauma dan syok kembali.Digendongnya adik kesayangannya itu menuju Taxi. Lalu mereka pergi meninggalkan TPU.


Disepanjang perjalanan Atta berusaha menghibur Luna. Sampai akhirnya Luna kembali tenang.

__ADS_1


*********


Tiga puluh menit kemudian Taxi yang mereka tumpangi telah sampai di sebuah bengkel . Tempat dimana mobil ayahnya diperbaiki pasca tabrakan itu.Kini mobil berwarna putih itu sudah terlihat bagus kembali seperti baru lagi.


Luna yang baru turun dari Taxi tersenyum lebar. Menghampiri mobil putih itu dan dielusnya mobil itu dari depan sampai belakang. Membuat Atta tersenyum geli melihat kelakuan adiknya.Sesaat tadi menangis dan hampir membuatnya khawatir kini tengah tersenyum lebar.


" Tetaplah tersenyum seperti ini gadis jutek ku " gumam Atta dalam hati. Sambil melipat kedua tangannya didada.


Atta mengeluarkan uang dari dompetnya dan memeberikannya pada sopi Taxi.Sopir Taxi pun pergi meninggalkam mereka berdua.


Atta masuk ke bengkel dan menemui bagian administrasi setelah mengechek kondisi mobilnya. Ia keluarkan ATM nya karena ia tak membawa banyak uang tunai. Lalu petugas administrasipun menggesek kartu Atta.


Beberapa saat kemudian mereka meninggalkan bengkel dan Atta mengemudikan mobilnya. Kali ini Atta berencana pergi kerumah Lika untuk mengambil barang miliknya dan Luna. Karena mereka sudah tidak tinggal lagi dirumah itu.


*******


Sepuluh menit pun mereka telah tiba dirumah Lika. Atta memang sengaja tak memberitahu Lika soal kedatangannya karena ia hanya mampir sebentar.


( Luna mengetuk pintu sambil mengolok salam)" Assalamu'alaikum".


Tampak Sita dari balik pintu membukakan pintunya.


" Kak Luna... Kak Atta...apa kabar ". sapa Sita ramah kepada kedua kakaknya.Mereka berpelukan. Dari dalam terdengar suara.


" Siapa kak ?" tanya Puput. Puput pun keluar dan senang melihat kedatangan kedua kakaknya itu.Mereka juga berpelukan kembali pada Puput.


Setelah masuk kedalam Atta langsung menuju kamarnya dan segera mengemasi barangnya begitu juga Luna. Karena tadi saat diperjalanan kakaknya berpesan untuk segera berkemas dan jangan berlama lama disana.


Sementara Sita dan Puput berjalan mengikuti Luna menuju kamar Luna.Mereka membantu Luna berkemas.

__ADS_1


" Kak Luna kenapa gak tinggal disini aja sih kak . Kami kesepian gak ada kakak". ucap Puput sambil cemberut.


Luna menoleh sambil tetap beberes dan tersenyum pada kedua adiknya itu.


" Kenapa kalian harus kesepian. Bukannya masih ada kak Aida dan juga Mama ". ucap Luna mendekat mencubit gemas hidung puput.


Kedua adiknya menunduk sedih. Seakan hendak mengadukan kesedihannya pada Luna. Luna memeluk kedua adiknya.


" Jangan sedih gitu donk...nanti kalian boleh kok main kerumah kakak. Nanti saat kalian liburan bisa menelfon kak Atta agar menjemput kalian". ujar Luna lembut setelah melepaskan pelukan kedua adiknya.


Sita dan Puput pun senang mendengar ucapan Luna. Sementara Atta yang sudah selesai berkemas menuju kamar Luna.


" Udah selesai Lun?"


" Iya udah kak ". balas Luna.


Sita dan Puput menghambur memeluk Atta.


" Kak nanti kalau liburan jemput ya kita juga mau main kerumah baru kakak ". ujar Sita dan Puput menghiba.


Atta tersenyum dan mengacak rambut keduanya bersamaan dengan masing masing tangannya. Lalu Atta dan Luna berpamitan untuk pulang.


Sampai dipintu depan saat hendak masuk ke mobil terlihat Lika sedang turun dari mobil berwarna hitam. Memang tak terlihat jelas siapa yang mengantar Lika. Tapi Atta tak menghiraukannya dia langsung mengemudikan mobilnya. Sesaatpun mobil Atta melesat jauh meninggalkan pelataran rumah Lika.


◇◇◇◇◇◇


**Hello Redears terimakasih banyak sudah mengunjungi novel kami dan telah dengan setia menantikan Update terbaru .Author jadi semangat nih 😊😊😊


Jangan lupa dukungannya klik Vote Coment n Like ❤.

__ADS_1


Terimakasih**


__ADS_2