Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Kejutan Kedatangan Reza di Rumah Sakit


__ADS_3

Keesokan hari....


Setelah melakukan penerbangan selama kurang lebih delapan jam. Pesawat Reza telah tiba dibandara kota A.


Reza turun dari tangga pesawat berjalan menuju pintu kedatangan. Ia menyeret koper kecil warna abu abu. Berjalan menuju area parkir. Setiba di parkiran bandara Reza memanggil sebuah taksi.


Visual Reza saat tiba dibandara gaess .



Setelah taksi yang dipanggil datang Reza bergegas menaiki taksi tersebut.


" Pak tolong antar ke Rumah Sakit ***** " ucap Reza .


" Baik tuan ". Jawab sopir taksi tersenyum ramah.


Reza masuk kedalam taksi. Sopir pun mengemudikan taksinya menuju kawasan Rumah Sakit *****


Hampir empat puluh lima menit perjalanan dari bandara ke RS akhirnya taksi yang ditumpangi Reza pun tiba dihalaman parkir RS.Reza menyodorkan uang pada sopir taksi. Dan beranjak berlalu .


" Tuan...kembaliannya ". ucap sopir taksi.


" Tidak usah pak buat bapak saja ". jawab Reza tersenyum ramah. Reza pun berlalu pergi.Berjalan menuju kamar Luna.


Atta sengaja tidak memberitahu Luna karena ingin memberi kejutan perihal kedatangan Reza.


*******


Tok...tok...tok...


Atta membuka pintu ruang kamar Luna.


" Eh...elo Za ... jadi beneran langsung terbang loe kemarin ". ucap Atta sembari memeluk Reza. Reza pun membalas pelukan Atta.


Luna masih tertidur karena jam masih menunjukkan jam 5 pagi waktu setempat.

__ADS_1


" Iya lah... masak iya gua bisa tenang disana hanya mendengar kabar saja ". ujar Reza melepas pelukan Atta. Menaruh koper dan jaketnya lalu mendekati arah luna.


Reza membungkukkan badannya membelai rambut Luna kemudian mencium lembut kening Luna dengan mesra. Melihat perlakuan Reza terhadap adiknya yang begitu sangat menyayangi luna membuat lidahnya terasa kelu untuk berucap.


Memikirkannya saja membuat hati Atta terasa sesak apalagi Lunaya . Tak terasa bulir kristal mengendap disudut pelupuk matanya.Atta segera mengusap air mata yang hendak jatuh itu sebelum Reza melihatnya.


" Loe istirahat dulu gih. Kan loe habis perjalanan jauh ". ucap Atta menepuk pundak Reza.


" Enggak bro gua juga udah istirahat cukup di pesawat ". Jawab Reza.


" Ohya gua ke masjid dulu ya ". pamit Atta.


" Ayo... gua juga kebetulan belum sholat subhuh Ta . Reza akhirnya mengikuti Atta menuju masjid di RS tersebut.


*******


Seusai keluar dari masjid yang berada di RS . Atta memulai pembicaraan dengan Reza menghentikan langkahnya.


" Za... apapun yang terjadi nanti atau kemudian hari jika terjadi sesuatu tentang hubungan kalian gua harap jangan pernah loe untuk menyerah ataupun pergi dari adik gua.


Reza menatap dalam ke arah Atta. " Memangnya apa yang telah terjadi pada Luna. Atau akan ada apa Ta ?". tanya Reza balik terlihat khawatir dengan tatapan tajam kearah Atta.


Atta menepuk tangan Reza yang barusan memegang bahunya. " *Enggak kok... gua hanya menasehatin loe supaya tidak meninggalkan adik gua ".


" Mana mungkin gua pergi ninggalin gadis jutek ku Ta . Gua bahkan telah meminta kepada mami saat kenaikan kelas luna nanti untuk mengadakan acara pertunangan gua sama Luna. Mami pun telah setuju* ". ucap Reza


" Berarti satu bulan lagi loe mau bertunangan sama Luna ?" tanya Atta yang wajahnya tampak terlihat lega setelah mendengar ucapan Reza dan terdengar antusias.


" Ehm..." Reza menganggukkan kepalanya.Atta memeluk erat Reza ". makasih Za ". bisik Atta.


Merekapun kembali kekamar Luna. Sementara matahari mulai tersenyum dari ufuk timur menyapa semesta alam dengan penuh kehangatan.


Setiba dikamar Luna , luna yang baru saja bangun saat mendengar pintu kamar terbuka berkeliyat meregangkan otot badannya kemudian mengucek matanya tak percaya saat melihat sosok seseorang pria disamping kakaknya.


" Kak Reza ... " teriak Luna keras dengan suara parau . Suara khas bangun tidur.

__ADS_1


Reza tersenyum mendekat ke arah luna dan merentangkan kedua tangannya. Kemudian memeluk erat Luna. Dikecupnya kening Luna .


" Udah bangun sayang... gimana keadaannya ". tanya Reza sambil membelai lembut rambut luna.


Luna melepaskan pelukan Reza berusaha bangun dan bersandar di sandaran kasurnya dibantu Reza.


" Pasti ulah kakak kan yang ngasih tahu kak Reza ". tanya Luna ke arah Atta dengan tatapan menyelidik.


Atta mengangkat kedua bahunya dan tersenyum . " Mana ada gua ngubungin dia... feelingnya dia ajah kali kuat ". jawab Atta mencoba mengeles pertanyaan adiknya.


Luna mengernyitkan dahi dan mengerucutkan bibirnya. " Pasti deh kalian udah sekongkol bikin kejutan lagi buat luna ". ucap Luna cemberut.


Melihat kekasihnya cemberut dan merajuk membuat Reza gemas melihat tingkah luna. Ia mencubit pipi luna " Ia kak Atta yang ngubungin kakak kemarin. Lagian tumben juga kamu cinta gak ngubungin kakak gak kasih tahu kakak tentang kejadian kemarin ". ujar Reza.


" Kakak kan lagi sibuk kuliah disana mana tega luna gangguin kak Reza yang lagi fokus kuliah ". jawab luna sambil menundukkan kepalanya sedih.


Reza mengangkat wajah luna dan mendongakkannya kearahnya. " Cinta kakak kan calon suami kamu... hal sekecil apapun kakak harus tahu donk . Jangan pernah merahasiakan apapun dari kakak ". Keduanya menyatukan dahi mereka dan saling menatap.


" Ehemmm.... ". dehem Atta.


" Gua masih disini woiii... mentang mentang lagi kangen kangenan gak nyadar sekeliling ". goda Atta.


Luna pun menjauhkan wajahnya dari wajah Reza melemparkan bantal kearah Atta yang sedang tiduran di sofa.


" Za ntar lagi gua mau ke kantor tolong jagain calon bini loe ya. Awas jangan diapa apain belum sah ". ujar atta menggoda Luna kembali.


Luna melotot tajam menatap arah Atta. " Kakak... apaan sih ". wajah luna seketika memerah karena tersipu malu mendengar perkataan kakaknya.


◇◇◇◇◇◇◇


**Terimakasih banyak yang tak terhingga atas kesetiaannya menunggu kelanjutan kisah Lunaya sigadis jutek.


Jangan lupa follow Vote Coment n klik like ❤ sebanyak banyaknya.


Terimakasih 😙😙😙❤❤❤**

__ADS_1


__ADS_2