
Sepulang dari rumah lamanya kini kakak beradik itu terlihat tengah menata barang barang yang baru dibawanya. Setelah menata barang barangnya Luna pergi ke dapur memasak untuk makan siang mereka berdua.
Setelah makan siang Luna hendak tidur karena jam sudah menunjukkan jam satu siang. Tentunya setelah kakak beradik itu menunaikan sholat Dzuhur bersama seperti biasanya.
Luna merebahkan tubuhnya dikasur empuknya itu. Saat mata nya hendak terpejam tiba tiba ponselnya berdering " Dert...dert...dert. " Luna pun mengangkatnya dengan sedikit hilang kesadarannya .
" Halloooo " sapa Luna dengan suara parau dan setengah sadar tanpa melihat layar ponselnya siapa yang menelfonnya.
" Cintaaa...." ujar Reza dengan penuh antusias
Dijauhkannya ponsel Luna dari telinganya karena teriakan Reza yang begitu memekakkan telinganya. Dan kini ia tahu siapa yang menelfonnya .
" Kak Reza... apa an sih....teriak teriak segala Luna tuh gak budhek tau" Jawab Luna dengan nada sewot.
Mengetahui nada bicara kekasihnya yang sedang merajuk . Reza segera mengalihkan panggilannya ke Video call. Luna pun menerimanya dan masih dalam keadaan setengah sadar karena kantuknya.
"Hei...Cinta,, kok gitu sih . Kakak dicuekin gak kangen ya?" ledek Reza.
Luna hanya membalas sènyum lebar yang terpaksa dengan mata yang masih terpejam.
" Aku ngantuk kak seharian kak Atta ngajak Luna keluar ". Perlahan Luna mulai sadar kembali dan rasa kantuknya hilang. Namun masih tetap melakukan VC dengan posisi tidurnya.
" Hemmm... ceritanya kakak dilupain ya, " Reza berbicara dengan nada cemburu.
" Gimana rencananya...besok udah siap masuk sekolah?"
Luna menganggukkan kepalanya pelan.
"Awas hatinya di jaga...jangan biarin si kutu kupret ganggu , gak boleh ". ucap Reza kali ini terlihat sedikit kesal dan seakan memperingatkan.
Luna membelalakan matanya dan berteriak "What????"..... Luna tertawa dengan sekencang kencangnya.
Hal itu diperhatikan Reza dari layar ponselnya dan membuat Reza bahagia ,,pasalnya baru kali ini ia melihat Luna tertawa lepas tanpa beban. " Teruslah tertawa seperti itu Cinta ". gumam Reza dan dia pun ikut tersenyum.
__ADS_1
Luna yang menyadari tatapan Reza dari ponsel tiba tiba terdiam kembali.
" Hè he he" Luna tersenyum tipis.
" Maafin Luna kak ". luna tertunduk tersipu malu.
" *Aku senang cinta melihatmu tertawa lepas seperti ini....jadi tambahh manis gadis jutekku ". Reza meledek Luna kembali.
" Kak...disana pasti banyak cewek cantik dan cakep cakep ya ?"
" Banyaklah.... ada yang sexi... ada yang seperti super model..ada yang....pokoknya banyaklah".
" Hiks hiks hiks*..." Luna pura pura menangis.
" Pasti kakak udah ada yang disukai kan?".
" Hei...jangan ngaco ah... denger dan lihat kakak baik baik. Kakak gak mau dan gak akan pernah membuka hati kakak untuk wanita lain meskipun disini ada ribuan wanita cantik.Hati kakak udah terpatri dan digembok oleh seseorang". Tatapan Reza berubah lembut .
" Cinta...kakak belum selesai ngomong nih, denger ya hati aku tuh udah digembok oleh gadis jutek yang jarang senyum dan tomboi.Yaitu kamu Cinta . I Love You ".
Luna mendadak merah seketika wajahnya dan berhenti menangis lalu membenamkan wajahnya kedalam bantal dalam dalam.
" I Love You too " . Balas Luna dari balik bantal.Reza pun menggodanya kembali . " Gak denger ah... ngomong apa sih coba ulang ". Ledek Reza.
" ***I Love You too** kak Reza . Udah puas ledekinnya ". Luna kembali sewot*.
******
Luna beranjak dari tempat duduknya dan membuka pintu kamarnya hendak mencari kakak tersayangnya. Luna mencari kesana kemari namun tidak terlihat Atta. Luna pun membuka pintu Appartement denga ponsel yang masih melakukan VC dengan Reza.
" Cinta..., bentar deh sejak kapan rumah kalian berubah seperti itu?" tanya Reza penasaran.
" Owh... memangnya kak Atta belum ngasih tahu kak Reza ya. Kita udah pindah beberapa hari yang lalu kak. Kata kak Atta sih gak mau aku sendirian dirumah lama ayah jadi kak Atta nyewa Appartement. Malah kak Atta sekarang kuliah online loh kak. Katanya sih Usaha ayah sangat membutuhkan penerus ayah jadi kata notaris ayah sekarang saatnya kak Atta memimpin Usaha ayah gitu...". ucap Luna memberi penjelasan panjang lebar pada Reza dengan mengerucutkan bibirnya kedepan.
__ADS_1
Reza hanya diam mendengarkan penjelasan Luna karena ia berinisiatif meminta penjelasan langsung dari Atta. Karena Reza merasa ada yang Atta sembunyikan.
Lama bercengkerama di ponsel tak terasa pun sudah terdengar adzan Ashar.
" Tuh kan... udah Ashar ..kak Reza sih nelfonnya lama benget , Luna kan gak jadi tidur dechhh." ujar Luna terdengar manja ditelinga Reza.
Reza tersenyum dia sama sekali tidak menyangka akan jadian sama gadis jutek adik kelasnya. Hal itu terlihat oleh Luna di ponselnya.
" Kakak kenapa tersenyum gitu , apa ada yang lucu sama Luna ". ucap Luna sambil celingukan meraba pipinya dilayar ponsel takut ada sesuatu yang tidak ia sadari.
" He he he . Gak sia sia ya kakak ngejar kamu selama dua tahun ". Ledek Reza kembali pada Luna.
" Kakak.... " teriak Luna lalu menutup wajahnya dengan bantal kembali.
" *Kak udah sore nih Luna tutup dulu ya ". Reza menggelengkan kepalanya dengan manja.
" Kissnya mana* " Reza kembali menggoda Luna.
" Ih... kakak apa an sih... mesum banget ya otaknya, gak tahu apa gak boleh ngomong gituan sama anak dibawah umur , kalau udah 17 tahun mah gak papap". Luna menggerutu sambil kedua bibirnya monyong kedepan.
" Awas ya liburan nanti pas ulang tahunmu kakak tagih ucapanmu " Reza tersenyum licik seakan merancanakan sesuatu .
" Oh nooooo.... " teriak Luna lalu mematikan ponselnya.
"Kenapa aku ngomong gitu sih tuh kan kak Reza jadi punya rencana lain " gumam Luna sambil menepuk jidatnya.
◇◇◇◇◇◇
**Hallo Readers Marhaban Yaa Ramadhan. Terimakasih atas dukungannya . Semoga karya kami bisa memenuhi harapan Readers sekalian. Tetap dukung kami.
Jangan lupa follow & Vote n Coment serta klik ❤like.
Terimakasih**.....
__ADS_1