
Lunaya menjabat tangan Steve terpancar senyum bahagia diwajah tampan Steve. Berbeda dengan Luna ia tampak murung dan pias. Dengan sangat terpaksa ia berdiri disamping Steve.
Beberapa saat kemudian Steve menyerahkan Amplop putih berisikan uang tunai kepada Lunaya. Luna pun menjabat tangan Steve kembali .
Luna kembali kebarisan semula. Beberapa menit kemudian seluruh barisan siswa bubar ketika Kepala Sekolah telah usai menutup acara tersebut.
*******
Luna berjalan menuju kelasnya dengan langkah lunglai. Beberapa teman wanita dikelasnya tampak bergosip ria melihat kedatangan steve yang begitu tampan dimata mereka.
Belum juga luna duduk dibangkunya pengeras suara dari ruang kantor guru terdengar memanggil namanya untuk segera menuju ruangan guru.
Luna menghela nafas dan membuangnya kasar " Huhhfft".
Sesaat Luna mengatur dan mengontrol emosinya agar tidak membuat kesalahan karena ia tak ingin mengecewakan harapan semua guru disekolahnya.
" Cieee enak ya jadi luna ketemu langsung sama cowok tampan ". ledek salah satu temannya yang sedari tadi mulutnya nyerocos mengagumi ketampanan steve.
" Andai bisa diwakilkan ". gumam luna dalam hati . Sambil melangkah berjalan menuju kantor guru.
" *Tok.. tok...tok...
__ADS_1
" Eh Luna silahkan masuk* " ucap Bu Dian mempersilahkan Luna duduk disampingnya ototmatis Steve dapat dengan leluasa menatapnya.
Sementara Luna yang masih kaget akan kenyataan bahwa pria dihadapannya ini adalah kakak dari kekasihnya Reza. Dimana kakak beradik ini sama sama menyukainya.
" Luna sebagai Icon dari sekolah kita ,tolong pandu Beliau untuk berkunjung ke area sekolah ". tukas Bu Dian memberi mandat pada Luna.
" Baik bu " jawab Luna lirih
" Silahkan pak .. mari ikuti saya ". ucap Luna sopan dan lembut memberi jalan kepada Steve. Steve beranjak berdiri berjalan mengikuti langkah luna.
" Oh my God... keberuntungan apa ini , sepertinya Engkau berpihak padaku ". gumam Steve merasa beruntung dipertemukan luna bukan dalam keadaan insiden lagi.
Luna berjalan tanpa ekspresi apapun.
Steve mengikuti langkah luna. Kemudian keduanya terdiam sesaat hanya saling menatap.
" Luna... maaf atas kejadian sebelumnya saya sama sekali tak bermaksud menganggumu menggodamu atau bahkan membuatmu kesal. Semua yang saya ungkapkan kemarin benar adanya. Bisakah kamu memberi saya satu kesempatan untuk mengejarmu . Izinkan aku menunjukkan besarnya rasa sayang dan cintaku padamu ". ucap Steve lembut sambil menggenggam kedua tangan luna dengan tatapan lembut.
Luna terdiam mulutnya bak memakan bara sekam.
Luna menelan paksa salivanya dan menundukkan pandangannya berusaha memberanikan diri untuk bersuara. " Apa benar anda kakak dari Reza Meikansyah Irawan ?"
__ADS_1
" Iya benar akulah kakaknya ". ucap steve masih menggenggam tangan luna dan berdiri tepat dihadapan luna.
" *Apa tuan tidak tahu bahwa aku adalah pacar adik tuan ?"
" Maaf...dari awal kita bertemu saya telah mengetahui bahwa kamu adalah kekasih Reza. Reza pernah bercerita tentangmu. Menceritakan semua gambaran tentang sifat dan karaktermu juga kisah cinta kalian. Waktu itu aku hanya penasaran berusaha menolak perasaan yang ada dalam diriku. Sejak awal Reza menceritakanmu aku sudah jatuh cinta padamu walau hanya dari cerita saja. Sampai akhirnya Tuhan mempertemukan kita dalam insiden tanpa sengaja dibandara waktu itu.
Bahkan beberapa kali Tuhan mencoba mempertemukan kita kembali entah dalam situasi yang kamu suka atau tidak. Melihatmu langsung dalam beberapa kali pertemuan membuat dadaku terasa sesak. Antara harus membohongi perasaanku atau bahagia . Aku juga tak ingin menjadi pria yang egois merebut kekasih adiknya sendiri hanya demi kebahagaiaannya . Apakkah aku salah telah jatuh cinta padamu?? apakah aku salah mempunyai rasa sayang padamu* ??? ".
Tanya steve berusaha meyakinkan luna akan perasaannya. Dengan mata sedikit berkaca kaca ia menatap luna. Membuat bathin luna tersiksa teramat sangat.
" Tapi hati saya telah dimiliki kak Reza... aku tak ingin mengkhianati cinta kak Reza. Saat aku terpuruk saat aku koma hanya kak Rezalah yang bertahan dan rela menjagaku meski saat itu aku belum menerima cinta kak Reza. Andai saya menerima tuan apa tuan bisa bahagia apa tuan tega melihat hati adik tuan sendiri terluka. Jika saya menerima cinta tuan akan ada hati yang terluka tuan. Biarkan kami bahagia ." ujar Luna sambil terisak dari tangisnya.
" Mungkin kalian saat ini berpacaran atau bahkan mungkin bertunangan . Tapi apa kamu tidak sadar bahwa kita berjodoh?? berkali kali Tuhan mencoba mempertemukan kita dalam keadaan yang sama sekali bukan kesengajaan bahkan seperti hari ini."
Luna menangis sejadi jadinya ia sangat tak ingin mengkhianati dan melukai Reza kekasihnya. Namun hati kecilnya juga tak tega melihat kesungguhan pria dihadapannya. " Kenapa harus aku tuan kenapa??? teriak Luna disela isak tangisnya sambil memukul dada Steve.
Steve meraih tubuh luna dan memeluknya erat . " Maafkan aku...aku benar benar minta maaf ". bisik steve yang juga tengah menangis. Setelah beberapa saat mereka saling berpelukan melepas semua tangis. Steve merangkup wajah luna dengan kedua tangannya." Lihat dan tatap mataku ". Luna pun menatap mata steve.
" Jika kamu bahagia bersama Reza maka aku akan merelakan kalian untuk meraih kebahagiaan kalian . Biarkan hanya aku yang mencintaimu tak perlu kamu membalasku. Jangan pernah menangis karenaku aku tak ingin menyakitimu . Tersenyumlah ". ucap Steve berusaha tegar dan berusaha tersenyum dihadapan luna. Steve mengusap lembut air mata dipipi luna. " Lupakanlah semua yang pernah terjadi diantara kita. Kita ulang dari awal . Bisakah kita sekarang berteman ?. "
Steve mengulurkan tangannya dan dibalas dengan luna.
__ADS_1
◇◇◇◇◇◇
Hai hai baper ya...😍😍 Jangan lupa Vote komen dan like ❤sebanyak banyaknya kakak. Terimakasih 😙😙😙❤❤❤