Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Perayaan Ulang Tahun Luna dan Aida


__ADS_3

Bersamaan dengan adzan maghrib mobil Delya tiba dihalaman rumah Lunaya. Delya turun dari mobil mengenakan dress berwarna pink. Luna berlari memeluk sahabatnya itu yang sudah dua bulan mereka tidak saling jumpa.


" Hai... cantik sekali kamu Dell" puji Luna menggandeng sahabatnya itu menuju kamarnya.


Sementara Sumarto juga baru tiba dari kantornya,, Sumarto segera bergegas masuk kedalam karena satu jam lagi acara akan dimulai.


Lika dan ketiga anaknya telah selesai merias diri semuanya hendak turun menyapa tamu.Luna yang kebetulan berpapasan karena habis mengambil wudhu dari kamar mandi berdiri melihat mereka ia tersenyum pada Sita dan Puput seraya memberi kode pada kedua adiknya itu kalau mereka tampak cantik.


" Eh... sayang sebentar mama lupa ". Lika membuka kotak perhiasan yang tadi ia beli.Lalu Ia kenakan satu persatu dileher ketiga putrinya.


" Ihhh cantiknya anak anak mama" puji Lika sambil melirik sinis pada Luna.


Mata Luna kembali terasa panas menyaksikan pemandangan itu.Tak terasa sudut matanya meneteskan butiran kristal bening dan kini jatuh dipipinya.


Luna mengusap kasar ujung matanya lalu bergegas masuk kekamarnya untuk menunaikan sholat maghrib.


Selepas menunaikan sholat Luna mengganti baju yang Atta kirimkan tadi pagi.


" Delll menurut kamu cocok gak aku memakai gaun ini?" tanya luna mencoba berputar dihadapan Delya.


" Wahhh... baju kamu bagus sekali Lun". Delya berdecak kagum.Lalu ia menarik tangan Luna dan mendudukkannya didepan cermin.


Delya membuka tas kecilnya yang berisi peralatan make up. Ia sapukan bedak tipis tipis dipipi mulus sahabatnya,, blush on warna soft dan liptint warna soft pink...rambut Luna hanya disisir dan dibiarkan tergerai lalu Delya mengenakan jepit rambut warna soft blue yang kebetulan senada dengan warna baju Luna.


" Wahhh Lunaya kamu cantik banget" teriak Delya tak percaya kalau ini adalah Lunaya sahabatnya yang tomboi dan jutek itu. dibelakang leher Lunaya keduanya tampak cantik didepan cermin itu. Lalu keduanya ber swafoto didepan kamera Handphone masing masing dengan gaya berbeda.


*****


Diruang depan semua tamu sudah banyak yang hadir,, semua teman Aida pun juga hadir.Teman arisan Alika dan anaknya juga hadir semua. Lika mencari cari Mirna yang masih tampak belum hadir.


Ayah Luna juga sudah rapi ia mendekati Lika dan berbisik


" Ma....Luna mana?? kok belum turun?".tanya sumarto mengajak Lika sedikit menjauh dari tamunya.


" Sebentar lagi juga turun mas..." jawab Lika terburu menyapa ibu ibu arisan lainnya.


Sumarto menggelengkan kepalanya keheranan melihat antusiasme istrinya itu.


Lalu Sumarto naik ke atas kemar Luna,, bermaksud menjemput putri sulungnya itu. Karena Sumarto tahu betul kalau putri sulungnya itu sangat tidak menyukai pesta seperti ini.

__ADS_1


Sementara dari luar turunlah dua orang dari mobil putih. Yang tak lain adalah Mirna dan Reza.


Reza tampak gagah sekali dengan jas warna navy yang kancingnya dibiarkan terbuka...Sebenarnya sebelum berangkat Reza berdebat dengan maminya karena ia tak mau ikut memenuhi undangan teman arisan maminya itu.Namun ia akhirnya mengalah karena maminya mengancam akan memblokir kartu kreditnya.


Keduanya berjalan memasuki ruangan pesta.Reza berdiri disamping maminya dengan tangan kanannya ia masukkan kedalam sakunya.


Sementara dari lantai atas Sumarto tampak menggandeng Lunaya sebelahnya adalah Delya .Menuruni anak tangga.


Semua mata berdecak kagum melihat kecantikan Lunaya.Semua teman Aida berdecak keheranan Suara riuh dan bisik bisik meramaikan ruangan itu.


Sementara tepat dibawah anak tangga dilantai dasar Reza menganga menatap keatas seakan tak percaya dengan apa yang di lihat matanya.


Reza mengucek matanya yang tak gatal, Berkali kali.


" Gadis Jutek" Suara Reza terdengar diruangan itu. Membuat Lika dan Aida geram.


Lika sebenarnya sengaja mengundang Reza untuk diperkenalkan dengan Aida. Tapi mereka juga dikejutkan oleh penampilan Lunaya yang saat ini jadi pusat perhatian para tamu.


Lika sengaja tak membelikan Luna baju agar ia terlihat jelek saat dipesta.Tapi siapa sangka anak tiri yang ia benci itu bak Cinderella.


*****


Setelah sampai lantai dasar Delya berbisik pada Luna dan pamit untuk undur diri karena ia tak bisa berlama lama disana.


Acara berlangsung Sumarto membuka acara dengan memperkenalkan kedua putrinya Aida Dan Lunaya. Sumarto menjelaskan bahwa secara kebetulan kedua putrinya ini hari ulang tahunnya sama jadi malam ini adalah perayaan untuk mereka berdua.


Setelah perkenalan Luna keluar ia merasa pusing jika berlama lama berada didalam. Luna mencari angin segar ditaman depan rumahnya.


Luna duduk disudut bangku taman. Sambil memegang gelas minuman. Luna teringat kakaknya.Luna menelfon Atta.


" Hallo kakak..." Luna memulai pembicaraan.


" Heiii... " sahut Atta diseberang telfon


" Gimana acaranya ? lancar ?? sudah make a wish belum??? "tanya Atta nyerocos .


" Sudah kak...baru saja Luna meniup lilin dan make a wish...". jawab Luna pura pura dan berusaha menyembunyikan sesuatu.


" Setelah make a wish Luna inget kakak makanya Luna menelfon"

__ADS_1


Tak terasa air mata Luna pecah disana. Ia bergegas menutup telfonnya. Karena takut kakaknya akan khawatir melihatnya bersedih.


Luna menangis sesenggukan ditaman yang terlihat agak gelap karena jauh dari lampu.


Tanpa Luna sadari seseorang telah berdiri didepannya dan mendengar semua percakapannya.


Reza menyodorkan sapu tangannya. Tanpa melihat keatas Luna segera memeluk pemilik sapu tangan itu. Ia tumpahkan tangisnya dalam dekapan dada bidang Reza. Karena Luna mengira itu adalah samg ayah.


Reza tanpa terasa juga mendekap Luna dalam pelukannya. Entah kenapa ia sendiri pun tak tahu kenapa tiba tiba ia mengikuti gadis itu yang berjalan keluar dari acara pesta.


" Ehemmmm " Reza berusaha menyadarkan Luna setelah tak terdengar tangisnya.


Luna mendongak kan wajahnya keatas seketika ia bergerak mundur dari dekapan Reza.


Luna menyeka air matanya dengan sapu tangan pemberian Reza.


" Owhh.... jadi namamu Luna" Reza mencoba memecahkan keheningan diantara keduanya.


Luna hanya mengangguk dan terdiam tanpa membalas perkataan Reza.


" Kenalkan Namaku Reza Meikansyah Irawan". Reza mengulurkan tangannya .sementara Luna hanya mengangguk tak menatap Reza.


Luna mengembalikan saputangan Reza.


" Makasih kak" Sesaat Luna pergi meninggalkan Reza.


Reza terdiam menatap kepergian Luna sampai akhirnya punggung gadis itu tak terlihat.


Sementara itupun Reza masih berdiri menatap sapu tangan yang setengah basah dalam genggamannya.


" Ada apa dengan gadis ini ?? " benak Reza berkecamuk dengan sejuta pertanyaan. Tangisan itu membuat hatinya juga terasa terluka. Entah kenapa ia merasa nyaman memeluk gadis itu.Pikirannya meracau entah kemana memikirkan tangisan Luna.


Pukul sepuluh malam semua tamu undangan pamit undur diri. Karena esok masih harus melanjutkan aktivitas.


******


ย 


**Hai hai Readers gimana syuka nggak dengan cerita di episode kali ini?? Author harap semoga semua menyukai suguhan Author ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ tetap nantikan kelanjutannya ya. Jangan lupa Vote n like nya

__ADS_1


ย 


Terimakasih** !!!!!


__ADS_2