Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Pernyataan Cinta Steve pada Luna


__ADS_3

Setelah berpamitan pada Bu Dian Luna bergegas mengambil tasnya dan pergi meninggalkan kelas.


Luna melewati beberapa kelas hampir disetiap kelas tampak para siswa masih sibuk mengerjakan soal ulangan. Luna melangkahkan kaki meninggalkan sekolah menuju depan Sekolah.


Tepat didepan sekolah ada Taxi yang kebetulan sedang mangkal dan belum mendapatkan penumpang.


Luna menghampiri sopir Taxi. " *Pak antarkan kejalan ******* " ucap Luna memasuki Taksi dan duduk dibangku belakang.


" Baik non* ". ucap sopir taksi yang kemudian menghidupkan mesin mobilnya. Melaju menuju sebuah mall . Jam menunjukkan pukul 11 siang waktu setempat.


" Sudah sampai non " ujar sopir taksi


" Makasih pak ". luna memyodorkan uang kepada sopir taksi.


Luna melangkah menuju sebuah toko buku yang terletak di lantai 3 dalam mall.


Luna mencari beberapa buku dan novel karena ia sangat suka membaca.


Setelah membayar ke kasir luna meninggalkan toko buku itu dan menuju Food Court. Yang letaknya masih dalam area lantai tiga.


Luna melangkah masuk kedalam restoran dan duduk di bangku paling sudut entah kenapa dari dulu luna paling suka duduk dibangku paling sudut.


Luna meletakkan tasnya dimeja. Dibukanya buku yang baru ia beli. Pelayan pun menghampirinya.


" Permisi nona mau pesan apa?" tanya waiters membungkukkan badannya.


" Orange juice satu , Burger king satu stick kentang satu ".


Pelayan bergegas meninggalkan luna menyiapkan pesanan. Sementara Luna tengah asyik membaca buku . Beberapa saat pun pelayan datang membawa pesanan Luna.

__ADS_1


" Silahkan nona ". ucap pelayan menaruh pesanan luna dimeja.


" Makasih mbak ". jawab luna.


Luna pun mengesap orange juice. Sebelah tangan asyik memegang buku yang ia baca sementara tangan satunya tertuju pada stik kentang dan memasukkan kedalam mulutnya satu persatu dan pandangannya tetap tertuju pada buku.


Hampir tiga puluh menit luna asyik membaca dan menikmati makanannya.Tampak seseorang mendekati mejanya.


" Permisi cantik... bolehkah saya duduk ". ucap Steve.


Luna menurunkan buku dari wajahnya. Matanya melotot saat melihat kehadiran Steve didepannya.


" Hah.... kamu lagi ". teriak luna geram menunjuk wajah steve dengan jari telunjuknya. Steve tersenyum tak berdosa menurunkan tangan luna yang mengarah pada wajahnya. Dikecupnya lembut tangan luna.


Melihat tingkah steve yang demikian membuat luna segera menarik tangannya.


"Aaaaaaaaaaa..... " teriak luna dengan keras serta menghentakkan kedua kakinya dilantai . Membuat semua mata tertuju padanya. Namun luna tak menghiraukannya.


Steve duduk tepat dihadapan luna tanpa dipersilahkan. Steve memanggil waiters dengan menunjuk jarinya. Waiters pun datang menghampiri.


" Nona saya pesan Coffelatte satu ". ucap Steve. Pelayanpun bergegas meninggalkan meja menuju dapur menyiapkan pesanan steve. Tak lama kemudian pelayan kembali datang.


" Silahkan tuan ". ucap pelayan sambil menyodorkan minuman Steve.


******


Luna sama sekali tak berbicara sepatah katapun. Yang ia lakukan hanya menatap pria menyebalkan dihadapannya dengan sorot mata tajam seakan ingin menendangnya dari hadapannya.


" Cantik cantik jangan jutek gitu donk ntar manis n cantiknya hilang loh ". ujar Steve kembali menggoda luna.

__ADS_1


Luna tetap tak bergeming. Masih sama seperti semula. Steve mengesap Coffelate yang ia pesan .


" Jam segini kok udah pulang... jangan jangan lagi bolos ya ?". ledek Steve.


Luna hanya mendengarkan ocehan Steve tanpa ekspresi apapun dengan buku yang kini sudah ditutup diletakkan diatas meja.


" Apa harus segitunya membenciku ya ?" kali ini nada suara steve terdengar serius.


" Jika tuan tidak ingin saya membenci tuan tolong jangan pernah muncul lagi dihadapan saya selamanya ". ucap luna memberi penekanan pada perkataannya.


" *Jika aku tidak mau... apa yang akan kamu lakukan ".


" Ka..kamu... " gerutu Luna merapatkan giginya. Hiiiiiiih dasar pria menyebalkan* ".


Steve menatap luna tajam dengan sangat intens. Luna tak gentar sedikit pun dengan tatapan steve ia pun sama tajam matanya menatap steve.Seakan keduanya sedang lomba adu pandang.


Steve menggenggam tangan luna erat . Luna berusaha menepisnya namun tenaga steve begitu kuat membuatnya hanya terdiam menatap steve .Tiba tiba steve bersuara " Aku menyukaimu luna... iya mungkin aku sudah gila namun aku gila karenamu. Aku tak perduli dengan cincin yang melingkar dijarimu aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku. Akan kupastikan akulah yang akan bersanding denganmu dipelaminan kelak. Aku tak perduli seberapa besar kebencianmu padaku aku akan merubah kebencianmu menjadi rasa sayang .


Ya aku memang egois aku sinting atau apalah sesukamu menilaiku namun aku benar benar telah jatuh cinta padamu Lunaya Almahyra Ningrum . " Steve kembali mengecup tangan luna.


Lidah luna terasa kelu berkali kali ia berusaha meronta menarik tangannya namun gagal. Bahkan entah mengapa mulutnya seakan terkunci rapat hingga tak bisa memaki ataupun marah pada Steve.Jantung luna berdetak kencang entah ia harus senang atas pernyataan cinta steve atau marah karena kelakuan steve yang menyebalkan.


" Yaa Allah... takdir seperti apa yang telah Kau persiapkan untukku. Engkau pun Maha Mengetahui betapa aku tak ingin menghianati kak Reza aku sangat mencintainya ". gumam jerit hati lunaya .


◇◇◇◇◇◇◇


**Hai hai readers silahkan klik sebanyak banyaknya episode yang kalian suka. Tolong hargai karya Author dengan cara klik Vote sertakan komentar terbaiknya .


Terimakasih 😙😙😙❤❤❤**

__ADS_1


__ADS_2