
Hampir satu jam lebih dokter dan perawat memeriksa kondisi Luna. Sampai akhirnya semua alat bantu sudah dilepas. Yang ada hanya selang infus ditangan kiri Luna.
Hari sudah malam jam menunjukkan pukul delapan . Luna telah dipindahkan diruang perawatan. Dan kini Keluarga pasien diperbolehkan untuk mengunjungi pasien. Dengan catatan pasien tidak boleh terlalu letih dan harus lebih banyak beristirahat.
Luna sudah sadar... Kedua laki laki ini berjalan memasuki ruang VVIP. Luna menoleh kearah pintu.
Ceklek....( bunyi pintu kamar VVIP )
Tampak senyuman manis tersungging dibibir Luna meski wajahnya masih terlihat sedikit pucat.
Reza dan Atta berjalan mendekat ke arah ranjang Luna. Luna berusaha duduk namun Atta dan Reza secara bersamaan menghentikannya.
" Gimana keadaan kamu sayang " . tanya Atta yang mendekatkat wajahnya ke arah wajah Luna. Sesaat keduanya berpelukan. Reza terharu melihat pemandangan didepan matanya itu.
" Kak...maafin Luna kak, ayah....". Luna menangis dan kembali bersedih setelah mengingat kejadian terakhir tentang kabar kematian ayahnya.
Atta mengusap air mata Luna dengan lembut dan membelai rambut Luna.
" Dengarkan kakak....ayah sudah tenang disana dan itu bukan salah kamu, semua sudah takdir.Setidaknya kamu tahu betapa besar ayah menyayangimu. Ayah pasti akan bersedih kalau melihatmu terus menyalahkan dirimu seperti ini. Ayah juga pastinya ingin agar mulai saat ini kamu kembali tersenyum dan melupakan semua kejadian pahit dimasa lalu.Kakak akan menjagamu menggantikan ayah. Kakak juga akan menuntunmu kelak saat hari bahagiamu tiba". Atta berlinang air matanya ia berusaha memberi dukungan dan menguatkan adik kesayangannya itu.
__ADS_1
Reza semakin terharu dan ia masih tetap berdiri disebelah Atta tanpa berkata sepatah katapun. Karena ia tak ingin sampai salah bicara agar tidak menyakiti Luna
Tanpa terasa hari sudah malam jam menunjukkan pukul sepuluh. Reza harus pamit untuk pulang karena ia harus mempersiapkan semua keperluannya.
" Ta... aku pamit dulu ya sudah malem besok pagi pagi aku harus kebandara ". Reza pamit lalu menoleh ke arah Luna sambil tersenyum.
Beberapa langkah tepat di depan pintu suara Luna menghentikan langkah Reza.
" Kak Reza....". panggil Luna dengan lembut pada Reza.Reza menoleh dan membalikkan badannya. Berjalan kembali mendekati Luna.Luna menoleh kearah Atta .
Atta mengerti apa yang diinginkan adiknya. Lalu ia pergi.
Kini hanya tinggal Luna dan Reza.Reza masih berdiri diam mematung disamping Luna. Lalu perkataan Luna menyaadrkan lamunannya.
" Apa kak Reza gak ada yang mau dikatakan sama Luna ". Tanya Luna sedikit manja. Reza gugup jantungnya berdegub kencang lalu perlahan mendekat dan duduk ditepi ranjang Luna. Sementara Luna berusaha untuk bersandar dibantu Reza.
Kini keduanya lebih dekat dan saling bertatap.
Luna tiba tiba memeluk Reza.Pelukan itu pun disambut hangat oleh Reza.
__ADS_1
" Terimakasih... kak ". bisik Luna ditelinga Reza.
" Meski beberapa hari ini Luna tak sadarkan diri .... namun Luna bisa mendengar tangisan kakak...ketulusan kakak....saat kakak menangis disampingku ,maafkan Luna selama ini mengabaikan perasaan kakak. Dan membuat kakak mengejar ku seperti orang bodoh. Luna sungguh takut waktu itu kak , karena yang Luna tahu mama ingin mendekatkan kakak dengan Aida".
Reza memeluk erat Luna. Lalu beberapa saat kemudian Reza melepaskan pelukannya. Reza menatap dan menggenggam tangan Luna dengan lembut.Keduanya kini beradu pandang.
Air mata kembali mengalir diwajah manis Lunaya. Reza mengusap air mata Luna dengan ibu jarinya secara lembut.
" Dengarkan kakak...mungkin dulu kakak tidak menyukaimu.... bahkan kakak pernah membuatmu kesal dan marah .Kakak sendiri tak tahu kapan persisnya kakak mulai jatuh cinta pada Luna.Yang kakak tahu semenjak kamu memeluk kakak ditaman rumahmu dalam keadaan menangis. Hati kakak terasa sakit , mulai saat itu kakak berjanji dalam hati tidak akan membiarkan air matamu mengalir lagi. Mungkin waktu itu kakak terlalu terbawa emosi dan terus mengejarmu kakrena kakak takut kehilanganmu.Mungkin cinta kakak datang diwaktu yang tidak tepat. Harusnya kakak tidak egois...".
Tiba tiba ujung jari Luna menyentuh bibir Reza. Menghentikan ucapan Reza.Luna menatap Reza dalam dalam.
" I Love You ".
◇◇◇◇◇◇
Cieeee... pastinya lagi baperkan....Tahan dulu ya bapernya masih ada episode yang lebih seru lagi kok . Terus dukung dan pantengin novel kami ya Readers.
**Jangan Lupa Vote dan klik Like ❤ agar Author makin semangat Update.
__ADS_1
Terimakasih 😙😙😙😙❤❤❤**