
Assalamu'alaikum....maaf beribu maaf gaess Author sibuk beberapa hari baru bisa Up. Semoga bisa mengobati kerinduan pecinta novel semua.
*******
Seusai acara akad nikah digelar semua kembali beristirahat kekamar masing masung dihotel.
Luna masuk kedalam kamar bersama Steve.Kamar yang telah dihias dengan indah ranjang yang penuh taburan bunga mawar.Kamar yang begitu luas , sengaja Mirna desain sedemikian indahnya dan dengan harum aromateraphy yang begitu menggoda gairah sepasang pengantin baru ini.
Luna terlihat canggung ketika berada sekamar dengan Steve yang kini telah resmi menjadi suaminya.
" Ehmmm....Kak , Luna mau bersihin riasan dulu ya ?". tanya Luna sembari masuk kedalam kamar mandi.Dan Steve pun hanya tersenyum mengangguk.
Luna segera mandi membersihkan sisa sisa make up yang menempel diwajahnya jam menunjukkan pukul dua belas siang.
Setelah selesai mandi Luna hendak keluar berganti pakaian namun ia lupa bahwa dirinya kehotel tidak membawa baju satupun.Yang ada dikamar mandi hanya jas handuk serta handuk saja.Yang telah tersedia disana. Dengan sedikit ragu Luna terpaksa mengenakannya.
Selesai mandi Luna keluar dengan rambut basahnya.Steve yang sedang duduk disofa pun menoleh saat pintu kamar mandi terbuka.
Steve menatap Luna kaget dengan yang ia kenakan ia menelan salivanya.
Jantung Steve mendaadak seolah selesai habis maraton. Apalagi saat Luna mengibaskan rambutnya dan percikan air dirambutnya mengenai wajah tampan steve.
Steve melongo melihat istrinya dengan kondisi seperti itu.Namun luna tak memperhatikannya.
Lama terdiam mematung Steve akhirnya bergegas menuju kamar mandi sebelum Luna menyadari bahwa dirinya sedang ditatap oleh suaminya.
Luna merebahkan dirinya dikasur dengan jas handuknya karena tidak mendapati sepotong pakaianpun untuk dikenakannya.Steve yang telah selesai mandi pun keluar dengan pakaian yang sama yang dikenakan istrinya.
Luna sesaat pun berdetak jantungnya saat matanya melihat steve yang tengah berdiri disamping ranjangnya. Luna bergegas mengalihkan pandangannya ke arah lain karena malu.Steve yang telah duluan melihatnya pun tersenyum melihat tingkah lucu istrinya.
Steve menghampiri Luna yang tengah berbaring membelakanginya.
" Kenapa malu sayang...kita kan sudah menikah ". ujar Steve menggoda Luna.
__ADS_1
Tampak keringat dingin disekujur tubuh Luna.
dan Steve menghampirinya.
Merasa Steve tengah berada tepat dibelakangnya. Jantung Luna makin tak karuan dengan posisi ini.
Steve yang mengamati istrinya tampak sedikit gugup dan takut itu pun tersenyum dan mendekat.
" Sayang kamu kenapa , kamu sakit ?" . tanya Steve tepat ditelinga Luna.Luna menggelengkan kepalanya tak mampu menjawab pertanyaan suaminya.
Suara gemuruh dalam perut Luna pun terdengar . Steve pun baru teringat sudah saatnya jam makan siang.
Steve hendak menekan tombol telepon yang ada dikamarnya namun tiba tiba terdengar suara ketukan seseorang dari balik pintu.
Karena tidak ingin berlama lama didekat Steve luna segera loncat dari ranjang membuka pintu hal itu membuat steve sangat kaget.
" Maaf nona ini titipan dari bu Mirna ". sapa seorang pelayan hotel yang menyerahkan papperbag kepada Luna.
" Terimakasih ". jawab Luna kemudian menerima papperbag itu dan kembali menutup pintu.
" Gak tahu juga kak ".
Luna kemudian berjalan menuju sofa membuka papperbag diikuti steve.
Setelah dibuka ternyata pakaian untuk Luna dan Steve yang sengaja dikirim Mirna dari butiknya.
" Hore... ". teriak luna kegirangan dan berloncat loncatan disofa karena mendapat kiriman baju. Karena Luna sudah sangat malu berlama lama mengenakan jas handuk itu.
Karena kegirangan berloncatan disofa luna pun hampir terjatuh namun dengan sigapnya steve menangkap tubuh mungil istrinya itu hingga kini mereka berada pada jarak yang sangat dekat bahkan belahan dada Luna terlihat jelas oleh Steve.Steve kembali menelan salivanya.Naluri kelelakiaanya pun terbangun.
Saat melihat suaminya menelan salivanya luna pun segera beranjak dari dekapan sang suami.
Steve menurunkannya dan berdiri dilantai karena malu Lunabpun segera berlari kekamar mandi berganti pakaian.
__ADS_1
Steve hanya bisa tersenyum dalam hatinya bergumam.
" Luna.... suatu saat aku yakin kamu pasti akan jatuh cinta kepadaku ".
Selesai Luna mengganti pakaian Steve pun hendak mengganti pakaian. Saat Steve hendak membuka jas handuknya tiba tiba luna menjerit sambil menutup matanya.
" Stop.... kak , kakak mau ngapain ?".
Steve tersenyum " Mau mengganti bajulah sayang mau apalagi . Apa kamu mau aku ".
Steve menggantung kalimatnya menggoda Istrinya. Luna pun segera membalikkan badannya dengan mata masih tertutup.
Setelah selesai berganti pakaian Steve kembali menggoda Luna. Berbisik tepat ditelinga Luna.
" Sayang... apa boleh aku minta hak ku sekarang ?". goda Steve
Luna berteriak " Aaaaaa..... kakak kok mesum sih Luna kan masih kecil ".
Steve membuka kedua tangan Luna dan menatap Luna. Tapi Luna masih terpejam karena takut Steve meminta haknya.
Steve memegang kedua tangan Luna lembut kemudian mengecup kening Luna.
" Sayang bukalah matamu. Aku hanya menggodamu. Mana mungkin aku bisa memaksamu melakukan malam pertama sementara kamu belum siap " ujar Steve lembut.
Luna perlahan membuka matanya wajahnya makin memerah.
" Maaf kak Luna belum siap melakukannya ". ucap Luna kemudian menarik tangannya dari genggaman suaminya.
Luna hendak duduk disofa namun tiba tiba telefon kamarnya berdering. Steve mengangkatnya dan ternyata itu adalah maminya yang menyuruhnya turun untuk makan siang bersama.
◇◇◇◇◇◇
Mohon maaf yang sebesar besarnya karena menjelang lebaran Author sibuk dengan pesanan dari customer. **Terimakasih atas kesabarannya menunggu Up episode selanjutnya.
__ADS_1
Jangan lupa klik Vote dan Like sebanyak banyaknya agar novel ini masuk ranking.
Terimakasih 😙😙😙❤❤❤**