
Bulan Ramadhan berlalu begitu cepat.Hari hari Reza dan Mariska dilalui bersama saling mengisi satu sama lain.
Malam itu Reza mengajak Mariska keluar untuk makan malam disalah satu restoran favorit mereka.Dimana selama ini mereka sering mèting bersama klien disini.
Reza sengaja mereservasi sebuah ruangan khusus untuk Dinner.Dimana seluruh ruangan dihias seindah dan seromantis mungkin.Kelopak bunga mawar merah bertebaran dilantai lilin lilin kecil tertata rapi membentuk sebuah bentuk hati pencahayaan yang agak redup menambah keromantisan dan kesyahduan malam itu.
Reza tengah duduk menanti kehadiran Mariska.Dan tak lama Mariska pun tiba di depan pintu ruang private itu.
Mata Mariska terpana dengan pemandangan indah dan romantis dihadapannya.Tampak seorang laki laki tampan sedang duduk yang mengenakan setelan jas warna silver dan kemeja putih.
Langkah kaki Mariska berjalan menuju sebuah meja yang tampak kosong hanya bunga dan lilin kecil.
" Assalamu'alaikum Za ". Mata Reza sempat terfokus pada sebuah wajah yang malam itu terlihat cantik dari biasanya.Dan aura dingin dari gadis itu masih terlihat namun tetap elegant.
Reza menyambut kedatangan Mariska dengan memberinya setangkai mawar merah.
" Wa'alaikumsalam ". jawab Reza singkat dan langkahnya menuju Mariska yang masih mematung disudut ruangan.Reza mencium tangan Mariska.
Reza memetik kedua jarinya diudara memberi isyarat kepada pelayan untuk memainkan musik biola.Lalu keduanya berdansa bersama.Tak ada hal romantis yang terjadi hanya dansa biasa.
Reza berhenti saat berdansa dan berlutut dihadapan Mariska." Will you marry me ". Reza mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi cincin yang bermata sebuah berlian.
Mariska tertegun lidahnya kelu tak dapat berkata ia merasa kaget dan syok bagaimana mungkin pria yang selalu menganggapnya teman dan tak lebih itu kini melamarnya.Tak ada kata kata yang keluar dari bibir Mariska.
Kedekatannya dengan Reza selama ini hanya sebatas teman saling mensupport serta sekertaris dan boss saja tak lebih.Reza bahkan tak pernah memberikan sinyal akan perasaannya kepada Mariska.
" Mariska will you marry me ". ucap Reza kembali dengan senyum indah yang tak pernah Mariska jumpai selama ini.Mata Mariska berkaca melihat kesungguhan Reza.Dan akhirnya setelah lama diam terpaku dan berfikir Mariska mengangguk tersenyum kepada Reza.Reza segera memasang cincin dijari manis Mariska.
Reza berdiri dan memeluk Mariska.
" Menikahlah denganku...kita akan sama sama memulai semuanya mulai dari pernikahan kita .Aku tidak ingin memacarimu namun aku ingin menjadikanmu pasangan halal ku dunia akhirat. Aku tahu selama ini aku tidak pernah mengungkapkan perasaanku kepadamu karena aku masih ragu akan perasaanku sendiri.Kamu lah wanita yang hadir disaat teepuruk ku , dan kamu lah wanita yang membuat tangisku menjadi sebuah senyuman...aku bukanlah lelaki hebat yang akan menjajikan bulan bintang dan kemewahan, namun aku adalah lelaki biasa yang bersedia mendampingi mu mengisi hari harimu dengan tawa dan kebahagiaan.Izinkanlah aku menjadi Imam dunia dan akhiratmu. Kita arungi bersama biduk dan bahtera rumah tangga . Bersandarlah kepadaku jadikanlah aku sandaran ternyamanmu ". Ucap Reza yang kini melepas pelukan nya dan menatap wajah Mariska sendu dan lembut.Tanpa terasa air mata Reza menetes diwajah tampannya.
Berharap Gadis yang selama ini menjadi penyemangat hidupnya disaat ia terpuruk bersedia menerima lamaran nya.Tampak wajah cemas dalam diri Reza.Ia tahu selama ini selalu mengabaikan Mariska dan hanya menganggap nya teman saja sampai suatu saat Reza mengalami kesulitan dalam bisnisnya maka Mariska kembalilah yang membantunya bahkan hampir dilecehkan oleh beberapa klien hidung belang.
__ADS_1
Disitulah Reza menolong Mariska ada rasa sakit dari hatinya saat Mariska dilecehkan ada rasa ingin melindungi dan sejak saat itu Reza menyadari perasaan nya kepada Mariska.
" I Love You Reza...aku mencintaimu...maaf jika selama ini aku selalu acuh dan dingin kepadamu karena aku takut akan cintaku takut cintaku bertepuk sebelah tangan, karena hatimu telah di isi dan tertutup rapat oleh kenangan Luna".
Mendengar perkataan Mariska Reza segera memeluk erat tubuh Mariska.Keduanya terisak mengungkap isi hati masing masing.Ada tawa dalam tangis ya hari itu adalah malam pengungkapan perasaan Reza dan Mariska.Tepat pada malam Lailatul Qadar.Mereka kembali melanjutkan makan malam romantis hingga selesai.
******
Pagi itu Steve sengaja libur mengantar sang istri ke rumah mertua nya yaitu kediaman dokter Handi.
" Assalamu'alaikum...ayah ". Luna dan Steve menyapa dokter Handi saat memasuki rumah dokter Handi.
" Wa'alaikumsalam...eh ada cucu opa ". Luna dan Steve mencium punggung tangan Handi begitu juga Stevie.
" Opa mana oma.....kok sepi ". tanya Stevie yang mendekat ke arah dokter Handi. " Oma ada kok lagi dikamar bungkusin oleh oleh ". Luna mengangkat kedua alisnya " Oleh oleh...buat siapa ". Gumam hati Luna.
Mereka masuk kedalam rumah , mendengar suara Stevie Sari segera turun dengan bungkusan yang dibungkus kedalam papper bag.
" Assalamu'alaikum...bu , kok banyak banget bu ini mau dibawa kemana ". tanya Luna penasaran menunjuk papper bag. Dan Sari turun ke lantai dasar ke ruang tamu.
Luna terdiam sejenak, iya dia juga merindukan nenek nya bertahun tahun ia memendam rasa kangen itu takut untuk berkunjung karena ia pergi tanpa pamit waktu itu.
Steve berjalan mendekat ke arah istrinya yang mematung di dekat tangga.Merangkul pundaknya.Memberi kekuatan untuk Luna.Sari menatap putrinya yang mematung dan menggenggam tangan nya.
" Sayang...maafin ibu ya , karena keegoisan ibu kamu mempunyai beberapa trauma masa lalu ".
" Istriku adalah wanita the best...hubbie yakin kamu pasti bisa melupakan semuanya sayang...aku akan selalu disampingmu ". bisik Steve lembut ditelinga Luna.
" Adik shalihah Atta adalah wanita super...mampu melupakan dan memaafkan, jika tidak bagaimana Steve bisa jatuh hati padanya ". Sebuah suara terdengar dari luar dan mendekat ke arah Luna.Itu adalah suara Atta.
" Hiks hiks hiks...." Luna tak kuasa mendengar support dari orang tercintanya.
" Nak Luna...semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan , namun yang bisa memaafkan hanyalah manusia pilihan Allah.Ayah yakin kamu adalah termasuk salah satunya ". Luna makin terisak memeluk dokter Handi.Sosok ayah yang sangat ia rindukan kehangatan pelukan nya. Stevie hanya melongo melihat suasanga di sekelikingnya.
__ADS_1
" Bunda kenapa nangis ". Stevie menggoyang tubuh Luna lalu mencium kening nya " Bunda jangan nangis kami semua sayang sama bunda ". timpal Stevie lagi. Dan Luna pun memeluk putri kecilnya dan Steve.
******
Pagi itu mereka berangkat kerumah nenek Bandiyah.Menggunakan mobil Steve.Atta dan dokter Handi duduk di kursi depan Luna dan Steve di kursi tengah sementara Sari dan Stevie di bangku belakang.
Mereka menempuh perjalanan selama satu jam.Saat mobil yang dikendarai Atta melintasi pasar tempat Luna kecil dibesarkan Luna tersenyum getir senyum sekaligus tertawa.Mengingat masa kecilnya yang memilukan.Pas di sebuah kios dekat halte pasar Luna mengingat sesosok wajah yang kini sudah keriput dan rambutnya memutih.Seorang pria tua yang pernah menolongnya beberapa tahun lalu.
" Berhenti kak ". ujar Luna
Mobil yang dikendarai Atta pun terhenti tepat disebelah kios . Luna turun dari mobil semua merasa heran akan apa yang Luna lakukan di kios tersebut.
" Kakek.... ". Seru Luna berjalan mendekat ke penjual kios.Lelaki tua itu terdiam menatap Luna. " Aku Luna kek...gadis kecil yang pernah kakek tolong dan kakek pertemukan dengan ayah nya beberapa tahun lalu, gadis kecil yang menangis sesenggukan gadis kecil yang lemah...apa kakek masih ingat , apa kakek ingat Sumartono ayahku dan Sari ibuku ". Luna mulai menangis kembali.
Lelaki tua penjual kios itu keluar dari kiosnya melangkah menghampiri Luna.
" Benarkah kamu gadis kecil itu ". Mata bapak penjual kios itu berkaca kaca menatap Luna.
Luna memeluk erat kakek tua itu dan melepas pelukannya memegang kedua tangan sang kakek" Kek...tangan ini yang pernah menggendong tubuh kecilku tangan ini yang pernah menuntunku dan tangan inilah yang menghapus air mataku. Terimakasih kek...karena kebaikan kakek aku bisa berkumpul bersama ayah dan kakak ku aku juga sudah bertemu ibu kek ".
Sari keluar dari dalam mobil dan mendekat kearah Luna. " Pak lek Parlan... aku Sari pak lek ". Parlan berganti menatap Sari dan terkejut.
" Sari...benarkah kamu Sari anak Bandiyah itu ". tanya Parlan menatap wajah Sari lekat lekat.Dibalas anggukan dan senyum oleh Sari.
Sari memeluk tubuh renta Parlan bersamaan dengan Luna.Drama tangis kembali terjadi disana." Lihat kek...ini anak ku ". ujar Luna menunjuk Stevie.Parlan kembali terisak ia ingat sekali kisah masa kecil gadis dihadapannya itu. Steve Handi dan Atta juga turun dari mobil mencium tangan Parlan.
Beberapa saat setelah terjadi adegan yang menguras air mata kini Atta melajukan kembali mobil menuju rumah neneknya.
◇◇◇◇◇◇
**Terimakasih reader lovers semuanya tunggu kelanjutan detik detik kisah akhir Lunaya.
Jangan lupa like vote n berikan rate kalian.Sertakan komentar terbaik kalian.
__ADS_1
Jazaqumullah Khairan Katsir....
Vicaldo😗😗😗**