Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Kelulusan Luna


__ADS_3

Sepekan setelah kelulusan Atta kakak Luna kini tiba giliran pengumuman kelulusan Lunaya.


Luna turun dari Ninja merah yang dibonceng kakaknya tepat didepan gerbang sekolah Luna.


Luna berjalan meninggalkan kakaknya yang sudah melaju dengan kencang Ninja merah itu, sekejap hilang dari pandangan Luna.


Hari itu Luna terlihat ceria meski tetap nampak wajah datar dan juteknya itu. Namun itu tetap membuat Luna remaja terlihat cantik.


Luna menuju kelas saat hendak duduk semua teman bergerombol menuju papan pengumuman namun Luna tak ikut ia tetap melanjutkan duduk kembali dibangkunya.


Sambil mengutak atik Hp miliknya Luna membuka aplikasi sosmed **** tanpa sedikitpun penasaran akan hasil ujiannya.


Lama setelah semua kerumunan murid pergi meninggalkan papan pengumuman Luna beranjak berdiri dari tempat duduknya untuk melihat hasil ujiannya.


Luna beda dengan anak seusianya pada umumnya. Ia lebih menyendiri tak menyukai kelompok atau genk semacamnya.Meski pintar dan cantik Luna tergolong baik hati dan tidak sombong.Sifat kakak beradik ini sama persis ibarat pinang dibelah dua.


Luna berdiri mencari cari dimana namanya tertera dimulainya dari bawah namun tidak menemukannya.Lama ia mencari cari tiba tiba suara seseorang mengagetkannya.

__ADS_1


" Selamat ya Lun .... kamu lulus dengan nilai tertinggi sekabupaten" kata Galuh sambil mengulurkan tangannya memberi selamat pada Luna.


Sesaat Luna mendongakkan wajahnya keatas mencari daftar namanya. Luna kaget tak percaya ia sama sekali tak mengira akan mencapai nilai ujian dengan hasil memuaskan.


Luna menoleh menatap Galuh dan menerima uluran tangan Galuh namun masih sama tanpa ekspresi. " Terimakasih" ucap Luna


Lalu Luna pergi meninggalkan Galuh yang masih mematung disana.


Galuh hanya bisa tersenyum melihat kepergian Luna dari hadapannya.Ia tak pernah sakit hati meski sering dicuekin Luna.


Seluruh sekolah tampak terdengar riuh tawa murid yang sedang merayakan kelulusan. Namun mereka masih dijalur yang dianjurkan sekolah agar tidak mencorat coret seragam atau pun tembok.


Tampak Ariyawan berseru pada semua teman sekelas Luna.


" Heiii kawan kawan kita harusnya berterimakasih pada teman kita satu ini" kata Ariyawan mendekati Luna yang duduk menyendiri.


" Tanpa bantuannya mungkin kita gak akan memperoleh nilai sebagus ini "

__ADS_1


Ariyawan Delya dan lainnya menjabat tangan Luna mengucap terimakasih.


" Semoga kita bisa satu sekolah lagi ya Lun ?" kata Delya.


" Mengharap kamu Delll " kata Ariyawan menggoda Delya.


" Gak mungkinlah anak lemot kayak kamu bisa satu sekolah sama Luna " ucap Ariyawan yang tak hentinya menggoda Delya.


Memang Delya otaknya rada lemot,, namun dia anak pejabat dikota itu jadi apapun pasti bisa dilakukan ayahnya termasuk memasukkannya ke sekolah Favourite walau lewat jalur belakang.


Luna membaur juga bersama teman temannya menyanyikan lagu kesukaan kelas tersebut sesekali tampak senyum manis Luna tersungging dibibirnya. Hal itu tanpa disadari terjepret oleh Kamera Galuh yang dari tadi mengintip dibalik pintu kelas Luna.


Galuh terpana sesaat melihat senyuman Luna. Ya secara senyum Luna hampir tak pernah terlihat dibibir mungilnya meski Luna akan tampak terlihat lebih cantik dan manis saat tersenyum


*****


Haii readers jangan lupa follow n coment terbaiknya ya..😊😊😊 maaf tidak bisa lanjut berhubung sudah malam dan Author harus tidur agar bisa terjaga disepertiga malam πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


β—‡β—‡β—‡β—‡ Bersambung β—‡β—‡β—‡β—‡


__ADS_2