Risalah Hati Gadis Jutek

Risalah Hati Gadis Jutek
Ada apa dengan Luna?????


__ADS_3

Mata Steve tampak berbinar saat melihat pantulan tubuh Luna dari cermin . Steve mendekat ke arah sang istri.Dipeluknya Luna dari belakang oleh Steve." I Love You So Much Honey ". bisik Steve ditelinga Luna.


Membuat wajah Luna kembali merona karena malu.Steve pun mencium lembut pipi sang istri.


Keduanya lalu keluar menuju ruang keluarga yang hanya terdapat Atta sedang menunggu mereka sembari menonton televisi.


" Assalamu'alaikum kak " Suara Luna membuyarkan fokus Atta pada siaran tv yang di tonton nya dan menoleh ke arahnya.


Pandangan Atta kini beralih menatap adik kesayangan nya yang kini berubah menjadi seorang wanita muslimah.Atta menutup mulutnya yang kini menganga karena kagum akan sosok adik nya.Aura kecantikan Luna makin terpancar walau kini ia sedang tak memakai make up.


" Masya Allah brother.... apa benar dia istrimu Lunaya ,gadis Jutek ku ". tanya Atta dengan mulut yang masih menganga tak percaya dengan perubahan yang ada didepan matanya.


Atta mengitari tubuh Luna berkali kali berusaha memastikan apa yang dilihat matanya.


" Kak biasa aja kali gak usah lebay gitu " ujar Luna memanyunkan bibir nya dan memukul pundak Atta.


" Masya Allah kamu benar benar cantik sayang " ujar Atta kembali terdengar antusias bahkan mengecup kening Luna berkali kali merasa sangat bahagia yang luar biasa.


Atta juga beralih memeluk Steve suami adiknya." Brother....aku kagum padamu , selamat semoga kalian bisa menjadi keluarga SAMAWA , ternyata pertemuan dan pernikahan kalian benar benar atas izin serta kehendak dari Allah.Semoga hijrah kalian menjadi jalan terbukanya kebahagiaan kalian yang sesungguhnya ". tutur Atta menyatakan ungkapan hatinya.Dan membuatnya tersenyum haru sekaligus menangis bahagia secara bersamaan.Atta memeluk adik serta adik iparnya dalam rengkuhan pelukannya.


Kebahagiaan menghiasi keluarga kecil mereka.Semenjak tadi malam.Tangis kesedihan sudah menghilang bahkan kebencian pun sudah tak terlihat satu sama lain.


*****

__ADS_1


Kini Atta Luna dan Steve tengah mengobrol.Steve juga meminta izin kepada Atta untuk membawa istrinya ikut bersamanya ke kota C.


" Tentu saja aku mengizinkan nya untuk ikut bersama mu brother dia istrimu dan kamu adalah imamnya akan dosa bagiku jika tak mengizinkan nya ikut bersamamu ". ucap Atta menepuk pundak Steve.


Setelah itu mereka pergi ke sebuah restoran yang searah dengan Rumah sakit.Atta juga ikut masuk kedalam restoran.


Steve memesan makanan untuk dirinya dan Luna.Karena Atta sudah kenyang maka hanya memesan cofe late.


Tampak pelayan datang membawa pesanan Steve.


" Ini tuan pesanan anda ". ujar pelayan sembari menata makanan di meja dan meletakkan secangkir coffe late didepan Atta.


Terlihat Steve begitu menikmati makanan nya dengan sangat lahap.Dan Atta juga mulai menyruput kopinya.Luna masih sama merasa tak berselera makan hanya mengaduk aduk makanan dihadapan nya.


" Gak tahu juga bie masih gak berselera makan nih .Perut sebenernya sih laper bie tapi mulut rasanya pahit ". tutur Luna tak bersemangat.


Steve meletakkan tangannya di dahi Luna memastikan apakah istrinya sedang demam atau tidak.Namun Luna baik baik saja.


Atta hanya tersenyum melihat kemesraan yang ditunjukkan Steve kepada Luna." Sayang aku suapin ya ". ujar Steve


" Tapi bie....perut ku eneg melihat semua makanan ini ". Luna menutup mulutnya dengan tangannya.


Sedikit demi sedikit Steve mulai menyuapi Luna. " Aaaaa". ujar Steve menyuapkan makanan kedalam mulut istri tercinta.Dengan malas Luna terpaksa mengunyah makanan yang disuapkan sang suami tak ingin membuatnya kecewa.

__ADS_1


Sarapan pagi itu pun selesai kini Atta yang sedang mengendarai mobilnya.Melesat menuju rumah sakit bersalin.


Jam menunjukkan pukul 11 siang waktu setempat saat mobil Atta tiba dirumah sakit.Mereka menuju ruangan Lika terlebih dahulu.Melihat bayi Lika yang baru satu jam dilahirkan melalui operasi cesar.


Tok tok tok.... Luna mengetuk pintu ruang rawat Lika dan bayinya.


Haris membukakan pintu untuk mereka.Tersungging senyum bahagia yang terpancar dari wajahnya.Steve memeluk tubuh Haris lelaki yang hanya terpaut sekitar sepuluh tahun darinya itu.Dan masih terlihat gagah sampai sekarang walau guratan garis halus mulai sedikit terlihat diwajah tampannya.


Luna mencium tangan Haris begitu juga Atta.Seusai memeluk Haris Steve menghampiri Lika yang tengah berbaring dan mencium punggung tangannya.


Mata Lika terkejut melihat perubahan pada diri Luna." Sayang...Masya Allah kamu cantik sekali ". Lika merentangkan kedua tangannya meminta Luna memeluknya.Seketika Luna pun memeluk tubuh Lika dan kecupan hangat pertama kalinya Lika tujukan dikening Luna.Membuat mata Atta haru menyaksikan pemandangan itu.


" Selamat ma...om " ujar Steve memberi selamat kepada Lika.Haris menepuk punggung Steve yang kini sedang menggendong bayi Lika.


" Ayo.... kapan nyusulnya ini pengantin baru ". goda Haris kepada Steve.


" Insya Allah jika Allah sudah mempercayai kami om ". ujar Steve yang pandangannya masih tertuju pada bayi Lika dalam gendongannya.


Luna menghampiri Steve yang asyik bercanda dengan bayi Lika." Bie...boleh kah aku menggendongnya ". ucap Luna lirih namun masih terdengar oleh Steve dan lainnya.


" Sayang kamu mau menggendongnya ". Luna mengangguk kemudian Steve memberikan bayi Lika kepada Luna.Luna hendak menerima bayi Lika namun tiba tiba pandangannya kabur .


◇◇◇◇◇◇

__ADS_1


Ayo kak terus dukung Author ya jangan lupa klik Vote dan like sertakan komentar kalian yang terbaik.Terimakasih 😍😍😍😍


__ADS_2