
Sore pun tiba semua undangan terlihat telah beranjak satu persatu pergi meninggalkan rumah Lika begitupun para kerabat.
Aida dan Adit menaiki tangga menuju kamar Aida. Karena Aida merasa lelah sekali setelah seharian menemui para tamu.
Aida membersihkan riasannya dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket. Lima belas menit kemudian diganti Adit setelah Aida keluar dari kamar mandi.
Kini keduanya telah selesai membersihkan diri dan tampak segar kembali.
Aida merebahkan tubuhnya dikasur. Dimana kamar dan ranjangnya dihias begitu indah dan menarik menambah suasana romantis . Adit berbaring disamping Aida.
" Sayang bagaimana kalau besok kita pindah saja ke rumah yang sudah kak Atta siapkan untuk kita ". ucap Adit menoleh kesamping wajah Aida.
" Iya gak papa kak Aida mengikuti apa kata kak Adit saja. Sekarang kan Aida istri kak Adit jadi kemanapun kak Adit pergi Aida akan mengikuti kakak ". ujar Aida yang juga menatap wajah Adit.
Adit menggenggam tangan Aida dan mengecupnya lembut. " Sayang maafkan kekhilafanku waktu itu ya. Seharusnya kita gak boleh melakukan itu. Andai .... "
Belum juga selesai berkata jari jemari Aida menutup bibir Adit.
" Gak ada yang perlu disalahkan kak mungkin semua sudah suratan takdir kak ". ucap Aida menitikan air mata.
Adit meraih tubuh Aida dan memeluknya. Menghapus air mata yang mengalir dipipi Aida.
" Bumil gak boleh nangis ntar anaknya cengeng gimana ". ujar Adit mencoba menghibur Aida. Setelah bercengkerama dikasur beberapa menit kemudian pun mereka tertidur karena lelah setelah acara akad itu.
******
Dikamar lain Haris berpamitan pada Lika untuk kembali pulang ke rumah Anya.
" Sayang...aku pulang dulu ya , ingat istirahat jangan terlalu capek jaga calon penerusku ". ucap Haris sambil mengecup kening Lika.
Setelah berpamitan Haris pun pergi meninggalkan rumah Lika.
__ADS_1
Atta dan Luna juga telah kembali ke apartemen setelah acara selesai. Karena Atta masih harus melakukan kelas online . Ya Atta kini kuliah secara online pasalnya ia terpaksa harus melanjutkan bisnis ayahnya karena dialah anak laki laki satu satunya yang harus mengemban amanah almarhum sang ayah.
*****
Luna juga tampak sibuk dikamarnya mengutak atik buku pelajarannya. Besok ia harus mengikuti ulangan dua mata pelajaran sekaligus. Satu bulan lagi adalah ujian kenaikan kelas artinya Luna akan segera naik kelas XII .
Luna merapikan buku bukunya dan memasukkannya kedalam tas. Suara pesan masuk dari ponselnya pun berbunyi.
Reza :" Assalamu'alaikum cinta...udah tidur kah sayang ?"
Luna bergegas mengambil ponselnya yang tergeletak diranjang. Dibacanya pesan dari Reza. Luna pun tersenyum simpul setelah membaca pesan . " Tumben kak Reza mengirim pesan ". gumam Luna penasaran.
******
Luna segera melakukan panggilan suara menghubungi Reza. Karena menghadiri acara pernikahan Aida dirinya sampai lupa tidak menghubungi Reza kekasihnya. Ditambah kekesalannya akan pertemuannya kembali dengan pria menyebalkan itu.
" Hallo Assalamu'alaikum cinta .... " sapa Reza dari balik telefon.
" Wa'alaikumsalam... ada apa kak tumben cuma kirim pesan ". tanya luna.
" Gimana acaranya tadi ?" tanya Reza kembali.
" Alhamdulillah lancar kak...ya meskipun ada sedikit drama drama gitu hehehe ". ucap Luna cengengesan.
" Drama ? Maksudnya sayang ?"...
"*Maksudnya tuh acara tangis menangis gitu kak.... "
" Owh...pasti kamu nangis terharu kan sayang* ?" tanya Reza menggoda Luna.
" Ishhh.... kakak mulai deh,, iya lah kak Luna juga sempet nangis tadi waktu kami berempat berpelukan.... macam kek telerubbies gitu dech... hehehe " gurau Luna.
__ADS_1
" Hemmmm ..... pasti tadi kebayang kan dan ngebayangin pernikahan kita ". ledek Reza kembali.
" Kak Reza mulai deh godain luna mulu ". ujar Luna dengan suara manjanya terdengar merajuk cemberut.
" Kak...tahu gak , tadi tuh di acara Aida , Luna ketemu pria sinting dan menyebalkan yang pernah ketemu dibandara waktu itu loh ".
" Terus dia mencoba cium kamu lagi ?" tanya Reza kali ini terdengar cemburu dan ketus.
" *Hah...kenapa nanya gitu sih kak...ya enggak lah masak luna sebegitu bodohnya sih ".
" Terus kenapa kamu kesal saat bercerita barusan* ?" .
Luna menghelas nafas panjang " Huhhhhftt ".
" Gimana luna gak kesal orang dia lagi lagi nabrak luna. Kakak tahu gak apa yang dikatakan pria sinting itu. Waktu aku marah ke dia ehhh... dia malah merasa gak berdosa pakai bilang kalau deket luna tuh tubuhnya kek nemuin medan magnet gitu . Sebelkan ?". Suara luna terdengar sebal dan merengek berharap Reza berpihak padanya.
" *Tapi beneran dech cinta yang dibilang pria itu ada benarnya juga. Kakak ajah merasa seperti ketarik magnet gitu tiap ada di deket kamu ".
" Hah... kakak kenapa ikut ikutan sinting kek pria itu sih...sebel* ". Suara Luna makin terdengar kesal bibirnya mengerucut tajam dari balik telefon.
" Tuh kan... pasti bibirnya lagi dimonyongin jadi pingin cium dech ". Ledek Reza " Coba deket pasti abis tuh bibir kakak cium ". imbuh Reza menggoda luna lagi.
" Udah ah...bosen , males luna jadinya bukannya belain luna malah ikutan kek pria sinting itu. Apa jangan jangan kalian sodaraan ya? habisnya sama sama suka jahilin luna ". Tanya luna mencoba menebak asal.
" Ehm...ngasal deh , Kakak ku tuh gak seperti itu sayang dia tuh orangnya baik malah lebih romantis dari aku kalau ntar ketemu pasti cinta bakalan syuka dech bisa bisa jatuh cinta ". Ledek Reza kembali sambil tertawa puas karena berhasil menggoda luna.
" Kak Reza... awas ajah ya , udah ah Luna ngantuk bye Assalamu'alaikum ". ucap Luna kembali sewot dan menutup telfonnya. Seperti biasa jika Reza menggodanya sampai keterlaluan ia pasti akan mengakhir telfonnya seketika.
" Ehm... kebiasaan dech kalo marah. Gak dapet Night kiss jadinya ". ujar Reza sambil tersenyum menatap ponselnya.
**◇◇◇◇◇◇
__ADS_1
Terimakasih jangan lupa like sebanyak banyaknya episode yang Readers syuka. Tinggalkan koment terbaik .
Terimakasih 😙😙😙😙❤❤❤**